Siwon Super Junior Tegaskan Tidak Terlibat dalam Penipuan Kripto

Siwon Super Junior, anggota grup boyband terkenal Super Junior, dengan tegas menolak keterlibatannya dalam kontroversi penipuan cryptocurrency yang diduga melibatkan Youth Pay dari Komite Pemuda Korea. Bantahan ini disampaikan melalui keterangan tertulis yang diunggah ke kanal YouTube pribadinya pada Selasa, 13 Februari 2025, menyusul maraknya spekulasi dan tuduhan yang beredar di kalangan netizen.

Dalam keterangannya, Siwon Super Junior menekankan bahwa penghargaan yang pernah ia terima dari Korea Youth Committee tidak memiliki kaitan dengan dugaan penipuan kripto yang saat ini tengah menjadi sorotan. Ia menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam memberikan contoh yang baik bagi generasi muda, dan sama sekali tidak terkait dengan kontroversi yang sedang berlangsung.

“Halo, saya Choi Siwon. “Saya ingin menegaskan dengan jelas bahwa saya tidak terlibat dalam perdebatan mengenai Youth Pay Komite Pemuda Korea,” tulis Siwon dalam pernyataannya. “Selain itu, saya tidak pernah ditunjuk sebagai ambassador untuk Korea Youth Committee’s Youth Pay. Meski saya menerima penghargaan, itu sebagai pengakuan atas beri contoh baik bagi generasi muda, tidak ada hubungannya dengan kontroversi saat ini,” lanjutnya.

Siwon juga menegaskan bahwa ia tidak terlibat dalam Youth Pay Komite Pemuda Korea atau kegiatan politik individu tertentu. Ia ingin meluruskan kesalahpahaman yang mungkin timbul akibat pemberitaan yang tidak akurat.

Bantahan ini muncul di tengah ramainya pemberitaan mengenai dugaan keterlibatan sejumlah artis dan YouTuber Korea Selatan dalam praktik penipuan kripto. Masalah ini muncul setelah Winnerz, sebuah platform blockchain yang menjalankan beberapa usaha termasuk kripto, diduga melakukan penipuan dengan mengedarkan mata uang kripto palsu, mengumpulkan dana investasi, dan melarang investor untuk menarik uang mereka.

Dugaan penipuan ini semakin mencuat setelah investor anonim menyatakan bahwa Winnerz menggunakan taktik penipuan dengan melibatkan selebriti untuk meningkatkan kredibilitas kripto, sehingga dapat menarik lebih banyak investor. Para selebriti tersebut diduga membeli koin sendiri, membantu merekrut lebih banyak investor untuk mendapatkan komisi, atau melakukan keduanya.

Kasus dugaan penipuan kripto Winnerz telah diteruskan ke Badan Kepolisian Nasional sejak 5 Februari setelah dilaporkan ke Pusat layanan masyarakat. Sejumlah selebritas lain yang juga terseret dalam isu ini turut buka suara dan membantah keterlibatan mereka, termasuk komedian Na Sun-uk, YouTuber Kim Won-hoon dan Cho Jin-se. Mereka menegaskan bahwa mereka tidak pernah terlibat atau melakukan transaksi keuangan dengan pihak Winnerz.

Menanggapi tuduhan penipuan yang semakin meningkat, Winnerz mengeluarkan pernyataan di situs web mereka yang menyatakan bahwa Winnerz adalah perusahaan platform olahraga berbasis teknologi blockchain dan merupakan perusahaan yang mapan dengan operasi online dan offline. Mereka juga mengklaim bahwa mereka telah transparan mengenai bisnis dan tujuan mereka, serta koin Winnerz terdaftar di bursa luar negeri.

Meskipun demikian, kasus dugaan penipuan kripto Winnerz ini tetap menjadi perhatian publik dan menimbulkan kekhawatiran tentang potensi risiko investasi dalam aset kripto, serta pentingnya melakukan riset dan verifikasi sebelum berinvestasi dalam proyek kripto apapun. Dengan bantahan tegas dari Siwon Super Junior dan selebritas lainnya, diharapkan kasus ini dapat segera diselidiki secara tuntas dan kebenaran dapat terungkap. Baca berita lain di sini.

BNI Mendukung BUMN Memanfaatkan Kecerdasan Buatan

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mendukung BUMN menunjukkan komitmennya dalam mendukung inisiatif Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meningkatkan efektivitas komunikasi perusahaan. Bentuk dukungan ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Workshop Komunikasi bertajuk “Transformasi Komunikasi Lewat AI” yang diselenggarakan di Sumatera Utara pada tanggal 13-14 Agustus 2025.

Workshop ini bertujuan untuk membekali para praktisi komunikasi BUMN dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk memperkuat fungsi komunikasi perusahaan.

Acara ini dihadiri oleh 94 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk praktisi komunikasi korporat, duta internal BUMN, serta pemimpin regional dari berbagai perusahaan BUMN. Kehadiran beragam peserta ini menunjukkan antusiasme dan kesadaran yang tinggi di kalangan BUMN akan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan kualitas komunikasi perusahaan.

Corporate Secretary BNI mendukung BUMN, Okki Rushartomo, menyampaikan bahwa pemanfaatan AI dalam strategi komunikasi telah menjadi kebutuhan mendesak bagi BUMN. Hal ini dikarenakan AI dapat membantu BUMN dalam menyampaikan pesan publik secara lebih efektif, cepat, dan tepat sasaran. Dengan strategi komunikasi yang lebih canggih, program-program BUMN dapat dipahami dengan lebih jelas oleh masyarakat, sehingga memperkuat persepsi positif terhadap kontribusi BUMN di berbagai sektor.

Dalam sesi pelatihan teknis workshop, para peserta mendapatkan materi dari CEO Zando Agency sekaligus Co-Founder AICO Community, Tommy Teja. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek pemanfaatan AI dalam komunikasi, mulai dari menghasilkan ide kreatif, membuat konten visual, hingga penulisan naskah secara efisien. Para peserta diberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana AI dapat membantu mereka dalam menghasilkan konten yang menarik, informatif, dan relevan bagi audiens.

Selain mendapatkan teori, para peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik lapangan dengan mengunjungi sejumlah aset strategis BUMN. Beberapa aset yang dikunjungi antara lain Geothermal Pertamina, fasilitas Pupuk Indonesia, serta UMKM binaan Rumah BUMN seperti Artistica Bakery dan Gundaling Uis di Berastagi. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata tentang peran BUMN dalam mendukung ketahanan energi, pangan, serta penguatan ekonomi lokal.

Setelah melakukan kunjungan lapangan, peserta diminta memanfaatkan AI untuk menciptakan konten yang menggambarkan dampak positif BUMN bagi masyarakat. Hal ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka peroleh selama workshop. Melalui praktik ini, para peserta dapat merasakan langsung manfaat AI dalam menghasilkan konten yang berkualitas dan efektif dalam menyampaikan pesan-pesan positif tentang BUMN.

Okki Rushartomo menekankan bahwa penguatan kapasitas SDM komunikasi akan terus menjadi program berkelanjutan bagi BNI. Teknologi, khususnya AI, diyakini dapat menjadi katalis penting dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan informasi mengenai kontribusi BUMN tersampaikan secara luas. Dengan komunikasi yang efektif dan berbasis teknologi, BUMN diharapkan mampu menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan pesan mengenai kontribusi nyata tersampaikan secara luas dan tepat sasaran.


Dukungan BNI terhadap penguatan komunikasi BUMN melalui pemanfaatan AI ini merupakan langkah strategis yang sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Dengan memanfaatkan AI, BUMN dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas komunikasi mereka, sehingga dapat menyampaikan pesan-pesan penting kepada masyarakat dengan lebih baik. Hal ini pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan citra positif BUMN dan dukungan masyarakat terhadap program-program pembangunan yang dijalankan oleh BUMN. Baca berita lain di sini.

Trailer Resident Evil Requiem dan Informasi Penting Diumumkan

Capcom kembali mengguncang dunia game lewat trailer Resident Evil Requiem di ajang Gamescom 2025. Trailer terbaru yang ditampilkan dalam acara itu menyajikan beberapa informasi menarik, terutama mengenai karakter baru bernama Grace Ashcroft dan ibunya, Alyssa Ashcroft. Bagi penggemar setia Resident Evil, sosok Alyssa tentu tidak asing lagi karena ia pernah muncul dalam seri Resident Evil Outbreak sebagai salah satu penyintas tragedi Raccoon City.

Grace dan Alyssa Jadi Target

Trailer memperlihatkan adegan Alyssa dan Grace berada di sebuah kamar hotel. Alyssa terlihat siaga, sementara Grace tampak lebih santai dengan laptopnya. Namun, keduanya rupanya sedang diburu pihak misterius. Mengingat Alyssa adalah jurnalis yang selamat dari Raccoon City dan pernah menulis artikel mengenai kasus bioterorisme, wajar bila keberadaannya kembali menjadi incaran kelompok tertentu, yang kali ini juga menyeret putrinya.

Ikatan Ibu dan Anak

Meski Grace sering digambarkan sibuk dengan urusannya sendiri, hubungan keduanya terlihat hangat. Alyssa berusaha menenangkan Grace saat panik, sementara Grace merasa lebih aman saat berada di sisi ibunya. Namun, seperti yang sudah diisyaratkan dalam trailer sebelumnya, Alyssa akhirnya tewas dalam sebuah insiden di hotel. Peristiwa inilah yang mendorong Grace mencari kebenaran di balik tragedi yang menimpa keluarganya.

Karakter Grace Ashcroft

Sejak pengumuman awal, Capcom menegaskan bahwa Grace awalnya digambarkan sebagai sosok penakut sebelum akhirnya menjadi agen FBI. Dalam trailer terbaru, sifat penakut ini kembali diperlihatkan—dari raut wajahnya yang panik hingga senter yang bergetar di tangannya. Karakterisasi ini memberi warna baru pada tokoh protagonis Resident Evil yang biasanya lebih tangguh sejak awal.

Sosok Pria Misterius

Trailer juga menghadirkan figur pria berjubah hitam dengan wajah pucat. Identitasnya masih dirahasiakan Capcom, tetapi ciri fisiknya menimbulkan banyak spekulasi. Wajahnya tampak rusak dengan cairan hitam menyerupai Mold Virus mengalir dari hidungnya.

Kemungkinan Virus Mold Kembali

Bagi penggemar, kehadiran Mold tentu membangkitkan ingatan pada Resident Evil 7 dan Resident Evil Village. Virus ini tidak sama dengan T-Virus karena dapat menghasilkan makhluk berlapis lendir dan memberikan kemampuan khusus jika berhasil dikuasai. Trailer Requiem memberi indikasi kuat bahwa elemen Mold akan kembali menjadi ancaman utama dalam alur cerita.

Misteri yang Disimpan Alyssa

Beberapa adegan menampilkan Grace yang kebingungan dan meminta penjelasan kepada ibunya. Namun, situasi genting membuat Alyssa tidak sempat membuka rahasia masa lalunya. Ada kemungkinan besar Grace belum mengetahui sepenuhnya pengalaman Alyssa di Raccoon City maupun pekerjaannya yang membuat mereka diburu.

Pengalaman Alyssa di Situasi Kritis

Sebagai penyintas insiden Outbreak, Alyssa masih menunjukkan naluri bertahan hidup. Dalam trailer, ia terlihat mempersiapkan pistol untuk melindungi Grace. Pengalaman masa lalunya jelas menjadi kunci agar ia tetap tangguh menghadapi bahaya, meski akhirnya hidupnya berakhir tragis.

Timeline Kejadian

Trailer memberi petunjuk bahwa peristiwa ini terjadi delapan tahun sebelum kejadian utama dalam game, tepat saat Alyssa tewas di hotel. Pemain kemungkinan besar akan mengendalikan Grace muda bersama ibunya dalam bagian cerita tersebut. Namun, Capcom belum mengonfirmasi secara detail kaitannya dengan timeline utama Resident Evil.

Dengan hadirnya trailer Resident Evil Requiem baru di Gamescom 2025, Capcom berhasil meningkatkan antusiasme penggemar. Karakter baru, kembalinya sosok lama, serta kemungkinan munculnya kembali Mold Virus membuat Resident Evil Requiem semakin ditunggu-tunggu. Baca berita lain di sini.

China Perkenalkan Drone Jet VTOL Super Cepat Pertama di Dunia

China perkenalkan drone jet yang memperlihatkan kemajuan dalam teknologi pertahanan dengan berkecepatan tinggi yang mengusung sistem Vertical Take-Off and Landing (VTOL) pertama di dunia. Inovasi ini diyakini akan membawa perubahan signifikan dalam strategi perang laut, khususnya untuk memperkuat armada Angkatan Laut Negeri Tirai Bambu.

Selama ini, drone umumnya dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari pemetaan wilayah, pengintaian, hingga operasi militer. Akan tetapi, kebanyakan tetap memerlukan landasan pacu yang panjang atau bahkan kapal induk untuk dapat lepas landas dan mendarat dengan baik. Hal ini menjadi kendala tersendiri dalam mobilitas militer di lautan. Kini, drone VTOL jet yang dirancang insinyur China mampu mengatasi kelemahan tersebut dengan menggabungkan tenaga angkat vertikal sekaligus kecepatan mesin jet dalam satu sistem.

Proyek ini merupakan hasil penelitian selama satu dekade oleh profesor Wang Yaokun dan Qiu Yuting. Keduanya berhasil merancang drone yang tidak hanya efisien dalam lepas landas vertikal, tetapi juga lebih ramping, cepat, dan fleksibel ketika sudah berada di udara. Peluncuran resminya dilakukan di Universitas Beihang, sebuah institusi teknologi ternama yang saat ini berada dalam daftar sanksi pemerintah Amerika Serikat.

Media lokal bahkan menyatakan bahwa teknologi ini bisa mengkonversi setiap jenis kapal perang China, termasuk fregat, kapal perusak, dan kapal amfibi, menjadi semacam “kapal induk mini” yang mampu meluncurkan drone perang.

Dalam percobaan, drone seberat sekitar 45 kilogram ini dapat bergerak dengan kecepatan maksimum mencapai 230 km/jam. Keberhasilannya ditopang oleh penggunaan serat karbon kelas T-700 yang dikenal ringan namun kuat, sehingga memungkinkan drone tetap stabil di berbagai kondisi ekstrem. Perancang menyatakan bahwa jika dibandingkan dengan drone VTOL lain yang ada sekarang, produk mereka lebih unggul dalam kecepatan dan efisiensi penerbangan.

Keunikan lain terletak pada sistem rotor. Begitu mencapai ketinggian dan kecepatan tertentu, rotor perlahan-lahan melipat dan menutup, sehingga mengurangi hambatan udara hingga 60 persen. Mekanisme ini memungkinkan drone bergerak lebih cepat sambil mengurangi konsumsi energi. Meski begitu, adanya ruang yang digunakan rotor di dalam badan pesawat sedikit mengurangi kapasitas bahan bakar maupun beban senjata. Karena itu, fungsi utama drone ini lebih diarahkan pada misi pengawasan dan pengintaian, bukan untuk membawa amunisi besar.

Peluncuran drone ini bertepatan dengan meningkatnya tensi politik di kawasan Asia Timur. Hanya beberapa minggu sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Pete Hegseth sempat mengingatkan bahwa invasi China ke Taiwan bisa saja semakin dekat.

Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh pejabat tinggi Taiwan. Dengan hadirnya teknologi VTOL jet ini, para pengamat menilai China perkenalkan drone jet tengah mempersiapkan strategi militer lebih agresif di wilayah laut sekitar.

Seorang pakar pertahanan yang diwawancarai South China Morning Post menegaskan bahwa inovasi ini dapat mengubah wajah peperangan laut. Menurutnya, setiap kapal perang utama milik China kini bisa berfungsi sebagai pangkalan operasi udara jarak jauh, yang memungkinkan peluncuran drone pengintai maupun serang tanpa bisa diprediksi lawan. “Musuh tidak akan tahu dari mana serangan berikutnya diluncurkan,” ujarnya.

Dengan terobosan tersebut, jelas bahwa China semakin serius mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan militer global yang tak hanya bergantung pada kapal induk besar, tetapi juga pada teknologi drone tempur canggih yang serbaguna. Baca berita lain di sini.

Transaksi Digital Bank Mandiri Tumbuh Akselerasi Keuangan

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus mempercepat transformasi digitalnya guna memperluas inklusi keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pada kuartal pertama 2025, Bank Mandiri mencatat peningkatan signifikan baik dari sisi volume maupun nilai transaksi digital bank, seiring strategi penguatan ekosistem keuangan serta sinergi dengan berbagai mitra strategis.

Dalam paparan kinerja triwulanan di Jakarta, Selasa (29/4), Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menegaskan bahwa perluasan akses layanan keuangan menjadi salah satu fokus utama perseroan. Hal ini sesuai dengan peran Bank Mandiri sebagai bagian dari BUMN yang memiliki tanggung jawab strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkesinambungan.

“Sebagai perusahaan milik negara, Bank Mandiri berkomitmen untuk mempertahankan kinerja yang baik, memperluas kerjasama dengan berbagai pihak, serta mengoptimalkan pertumbuhan bisnis di seluruh area. Tujuan utama kami adalah menghadirkan layanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha,” ujar Darmawan dalam keterangan resmi, Sabtu (3/5).

Lonjakan Pengguna dan Transaksi Digital

Transformasi digital Bank Mandiri tercermin dari kinerja platform Livin’ by Mandiri. Hingga bulan Maret 2025, aplikasi serba guna ini mencatat 30,7 juta pengguna, dengan jumlah transaksi mencapai 1,1 miliar kali. Angka tersebut meningkat 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara nilai transaksi tercatat Rp1.070 triliun atau tumbuh 16% secara tahunan.

Untuk segmen korporasi, platform Kopra by Mandiri juga menunjukkan kinerja gemilang. Volume transaksi mencapai 349 juta dengan nilai transaksi menembus Rp6.000 triliun, meningkat 23% dibandingkan tahun lalu. Jika digabung, total volume transaksi digital Bank Mandiri mencapai Rp7.066 triliun, naik 21,9% secara tahunan. Pertumbuhan ini turut meningkatkan efisiensi operasional, tercermin dari rasio biaya terhadap pendapatan (Cost to Income Ratio/CIR) bank only yang stabil di level 38,2%.

Inovasi dan Inklusi Keuangan

Selain dua platform utama tersebut, Bank Mandiri juga memperluas inklusi keuangan melalui Livin’ Merchant yang diluncurkan pada Juni 2023. Hingga Maret 2025, Livin’ Merchant telah menjaring sekitar 2,6 juta pengguna terdaftar, tumbuh 35% dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah pengguna aktif bulanan bahkan naik hingga tiga kali lipat, menunjukkan tingginya minat pelaku usaha memanfaatkan layanan ini.

“Kami terus mempercepat inovasi digital supaya layanan perbankan semakin sesuai dengan kebutuhan nasabah di era yang terus berubah. Transformasi berkelanjutan ini diharapkan memberi nilai tambah nyata serta memperkuat hubungan jangka panjang dengan masyarakat,” papar Darmawan.

Dampak pada Kinerja Keuangan

Pertumbuhan transaksi digital turut memberikan kontribusi signifikan pada kinerja keuangan Bank Mandiri. Pendapatan non-bunga konsolidasi meningkat 17,3% menjadi Rp11,24 triliun per Maret 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh transaksi digital, layanan pembiayaan perdagangan, kas, serta manajemen dana.

Total laba bersih konsolidasi Bank Mandiri tercatat sebesar Rp13,2 triliun, meningkat 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Return on Equity (ROE) bank only juga tetap solid di angka 20,8%, menunjukkan kekuatan fundamental perseroan dalam menjaga profitabilitas.

Strategi Ke Depan

Ke depan, Bank Mandiri berkomitmen melanjutkan strategi pertumbuhan berkelanjutan melalui akselerasi segmen wholesale dan penguatan ekosistem ritel. Perseroan juga menekankan pentingnya manajemen risiko secara disiplin demi menjaga stabilitas keuangan.

“Dengan fokus pada peningkatan dana murah berbasis transaksi serta pembiayaan di sektor-sektor unggulan, kami optimistis dapat menjaga efisiensi biaya dana sekaligus mendukung ekspansi bisnis yang sehat dan berkesinambungan,” pungkas Darmawan.

Dengan pencapaian ini, Bank Mandiri semakin memperkuat posisinya sebagai bank digital terdepan di Indonesia, sekaligus berkontribusi nyata terhadap inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Baca berita lain di sini.

Pemerintah Siapkan Lembaga Pendanaan AI, Didukung Danantara

Pemerintah siapkan lembaga tengah mempersiapkan langkah besar dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) dengan membentuk sebuah lembaga pendanaan khusus atau sovereign AI fund. Organisasi ini diharapkan menjadi alat utama dalam mendukung ambisi Indonesia menjadi salah satu pusat teknologi terkemuka di wilayah Asia Tenggara.

Berita ini pertama kali diketahui melalui Reuters, yang menyebut rencana tersebut sebagai langkah lanjutan dari inisiatif pemerintah siapkan lembaga sebelumnya mengenai pengembangan peta jalan nasional untuk AI. Peta jalan tersebut bertujuan menarik investasi luar negeri sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia dalam sektor bisnis AI dan produksi chip semikonduktor, dua bidang strategis yang saat ini menjadi arena persaingan global.

Belajar dari Malaysia

Langkah Indonesia ini tak lepas dari fenomena yang terjadi di negara tetangga, Malaysia, yang dalam beberapa tahun terakhir berhasil mengamankan investasi miliaran dolar dari perusahaan teknologi global. Perusahaan-perusahaan itu secara cepat membangun infrastruktur vital untuk memenuhi peningkatan permintaan layanan berbasis cloud dan AI. Melihat hal itu, Indonesia merasa perlu mempercepat persiapannya agar tidak tertinggal dalam perebutan peluang ekonomi digital.

Peran Danantara

Dalam dokumen sepanjang 179 halaman yang dikutip Reuters, lembaga pembiayaan AI Indonesia nantinya sebagian besar akan didanai oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Meski begitu, pihak Danantara hingga kini belum memberikan komentar resmi mengenai rencana tersebut.

Dokumen itu tidak secara spesifik menyebutkan jumlah dana yang dibutuhkan untuk mendirikan lembaga pendanaan AI ini. Namun, terdapat estimasi bahwa dana akan mulai dipersiapkan pada periode 2027 hingga 2029. Selain itu, dokumen juga menyinggung model bisnis yang memungkinkan adanya kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta. Di dalamnya terdapat rencana pemberian insentif kepada investor domestik untuk mendukung pengembangan ekosistem AI, meski belum ada rincian detail yang dipaparkan.

Strategi dan Tantangan

Dokumen strategi nasional tersebut, yang disebut Kementerian Komunikasi dan Digital masih menunggu tanggapan publik sebelum difinalisasi, memetakan kondisi terkini kesiapan Indonesia dalam mengadopsi teknologi AI. Dokumen itu juga memberikan rekomendasi kebijakan hingga 2030 untuk mempercepat pengembangan sektor ini.

“Indonesia saat ini berada di tahap awal adopsi AI,” demikian bunyi pernyataan dalam dokumen yang dikutip Reuters pada Senin (11/8). Disebutkan pula bahwa sejumlah perusahaan besar, termasuk raksasa teknologi Tiongkok Huawei dan perusahaan teknologi lokal GoTo, turut berkontribusi dalam penyusunan laporan tersebut.

Namun, peta jalan juga menyoroti beberapa tantangan besar yang harus dihadapi Indonesia. Di antaranya adalah keterbatasan talenta AI, rendahnya pendanaan riset, keterbatasan infrastruktur terutama di luar kota-kota besar, serta ancaman berupa misinformasi dan kebocoran data yang bisa muncul seiring pemanfaatan teknologi ini.

Potensi Besar bagi Ekonomi

Walaupun menghadapi sejumlah rintangan, peluang ekonomi dari penerapan AI diperkirakan sangat signifikan. Laporan Boston Consulting Group (BCG) pada April 2025 menyebut negara-negara ASEAN berada pada posisi yang menguntungkan dalam pertumbuhan berbasis AI. Menurut BCG, kontribusi AI terhadap produk domestik bruto (PDB) negara-negara ASEAN diperkirakan mencapai 2,3 hingga 3,1 persen pada tahun 2027.

Bagi Indonesia, dampak absolutnya bahkan diperkirakan bisa menjadi yang terbesar di kawasan. Hal ini karena skala ekonomi Indonesia yang besar, populasi yang masif, serta potensi pasar digital yang masih terus berkembang.

Dengan persiapan lembaga pendanaan AI ini, pemerintah berharap Indonesia mampu memacu adopsi teknologi, memperkuat kemandirian digital, sekaligus menarik lebih banyak investor asing untuk menanamkan modalnya di tanah air. Baca berita lain di sini.

Xiaomi HyperOS 3 Siap Meluncur dengan Fitur Baru Android 16

Xiaomi kembali bersiap untuk meluncurkan pembaruan signifikan pada sistem operasi mereka, Xiaomi HyperOS 3 Siap. Informasi terbaru menyebutkan bahwa update kali ini akan membawa beragam peningkatan signifikan, baik dari sisi performa maupun fitur. Sistem operasi terbaru ini akan dikembangkan di atas Android 16, menjamin pengalaman pengguna yang lebih kontemporer dan nyaman.

Peningkatan UI dan Fitur Baru

Salah satu fokus utama Xiaomi pada HyperOS 3 adalah pembaruan antarmuka (UI). Perusahaan asal Tiongkok tersebut dikabarkan menghadirkan konfigurasi tampilan baru yang lebih rapi, intuitif, dan ramah pengguna. Selain itu, HyperOS 3 juga akan memperkenalkan sejumlah fitur segar, termasuk Live Updates.

Fitur ini memungkinkan pengguna melihat informasi terbaru—seperti notifikasi penting, cuaca, hingga update aplikasi—langsung dari layar kunci maupun panel notifikasi, tanpa harus membuka aplikasi secara penuh. Kehadiran fitur ini tentu akan memudahkan aktivitas sehari-hari sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan perangkat.

Waktu Rilis HyperOS 3

Walaupun Xiaomi belum memberikan pengumuman resmi, bocoran menyebutkan bahwa HyperOS 3 berbasis Android 16 akan mulai digulirkan pada akhir September hingga awal Oktober 2025. Seperti tradisi sebelumnya, update ini tidak hanya sekadar membawa pembaruan tampilan, tetapi juga menyertakan patch keamanan terbaru. Tujuannya untuk melindungi pengguna dari potensi ancaman siber dengan sistem proteksi tingkat lanjut.

Daftar Perangkat yang Mendapatkan HyperOS 3

Xiaomi dikenal cukup konsisten dalam memberikan dukungan perangkat lunak bagi lini ponsel terbarunya. Untuk HyperOS 3, daftar smartphone yang akan kebagian update ini terbilang luas, mencakup seri flagship hingga mid-range, baik dari Xiaomi maupun sub-brand Redmi.

Perangkat Xiaomi:

  • Xiaomi 15 Series: Xiaomi 15, 15T Series, 15 Pro, dan 15 Ultra
  • Xiaomi 14 Series: Xiaomi 14, 14T Series, 14 Pro, dan 14 Ultra
  • Xiaomi 13 Lineup: Xiaomi 13, 13 Pro, 13 Lite, 13T Lineup
  • Xiaomi 12 Series (kecuali Xiaomi 12X)

Perangkat Redmi:

  • Redmi Note Series: Note 14 Series, Note 13 Series, Note 12 4G, Note 12 4G NFC, Note 12S, Note 12 Turbo, dan Note 12T Pro
  • Redmi Series: Redmi 12, Redmi 13, Redmi 13C, Redmi 14C, serta varian 14C 5G
  • Redmi A Series: Redmi A3 Pro, Redmi A4 5G, dan Redmi A5
  • Redmi K Series: Redmi K80 Series, K70 Series, K60 Series (termasuk K60, K60 Pro, dan K50 Ultra)
  • Redmi K Pad dan perangkat lainnya seperti Redmi Turbo 3, Turbo 4, serta Turbo 4 Pro.

Penutup

Kehadiran Xiaomi HyperOS 3 Siap menunjukkan komitmen Xiaomi dalam menghadirkan inovasi perangkat lunak terbaru yang mendukung produktivitas sekaligus meningkatkan keamanan. Dengan basis Android 16, antarmuka baru, serta fitur-fitur modern, pengguna bisa berharap pengalaman yang lebih mulus dan menyenangkan. Bagi pemilik ponsel Xiaomi dan Redmi yang masuk daftar, update ini tentu layak ditunggu. Baca berita lain di sini.

Xiaomi HyperOS 3 Siap

Analis Sebut Pesaing Terberat GTA 6 Justru Datang dari GTA 5

Grand Theft Auto VI (GTA 6) memang belum resmi meluncur, namun perbincangan soal game ini sudah sangat ramai di kalangan gamer. Menariknya, menurut analis sebut pesaing terberat bagi GTA 6 justru datang dari seri sebelumnya, yakni Grand Theft Auto V (GTA 5).

Dalam wawancara dengan GamesIndustry, Piscatella mengungkapkan bahwa GTA 5 tetap memiliki daya tarik yang luar biasa meski telah diluncurkan sejak 2013. Ia menekankan, hingga saat ini game tersebut tetap masuk daftar 20 besar judul terlaris setiap bulan di berbagai pasar. “Pesaing terbesar Grand Theft Auto VI bukanlah game baru, melainkan Grand Theft Auto V. Situasi ini luar biasa sekaligus menantang bagi siapa pun yang berusaha meluncurkan video game baru,” ungkapnya.

Menurut Piscatella, ada banyak judul yang mencoba menyaingi popularitas GTA, tetapi tidak mudah mempertahankan daya tarik jangka panjang. Ia memberikan contoh Saints Row yang dulu dianggap sebagai rival, tetapi kegagalan reboot pada 2022 justru menghentikan langkah para pengembangnya. Hal serupa juga dialami MindsEye yang gagal memberikan kesan mendalam, bahkan dinilai justru merusak reputasi waralabanya sendiri.

Judul lain seperti Watch Dogs juga disebutnya punya pencapaian finansial yang baik, tetapi tidak mampu bertahan di daftar game terlaris setiap bulan. Dengan kata lain, hanya sedikit permainan yang benar-benar mampu bersaing dengan GTA dalam hal penjualan dan popularitas. Pada kondisi seperti ini, wajar jika Piscatella berpikir bahwa GTA 6 akan menghadapi persaingan paling sengit dari “saudaranya,” yaitu GTA 5 yang telah lebih dahulu menjadi ikonik.

Saat ini, peluncuran GTA 6 memang masih menunggu waktu. Rockstar Games mengeluarkan dua trailer resmi yang diunggah ke saluran YouTube mereka. Antusiasme penggemar sangat besar, namun masih ada rasa was-was mengenai kemungkinan penundaan.

Awalnya, Take-Two Interactive selaku publisher menargetkan perilisan pada musim gugur 2025. CEO Take-Two, Strauss Zelnick, bahkan menegaskan bahwa meskipun ada risiko perubahan, perusahaan tetap berkomitmen untuk meluncurkan sesuai jadwal. Namun kenyataan berkata lain. Pada 2 Mei 2025, Take-Two dan Rockstar mengumumkan penundaan perilisan GTA 6 hingga 26 Mei 2026.

“Kami menyadari keputusan ini mengecewakan karena lebih lambat dari yang diharapkan. Namun minat dan dukungan penggemar terhadap Grand Theft Auto terbaru membuat kami semakin bersemangat. Kami berterima kasih atas kesabaran Anda, karena seluruh tim tengah bekerja keras untuk menghadirkan game terbaik,” tulis Rockstar dalam pernyataan resminya.

Bagi banyak gamer, penundaan ini memang cukup mengecewakan. Namun di sisi lain, langkah tersebut dianggap wajar demi menjaga kualitas. Apalagi, Rockstar dikenal tidak pernah setengah-setengah dalam mengembangkan game besar mereka. Dengan reputasi yang sudah terbukti lewat GTA 5, wajar bila ekspektasi terhadap GTA 6 sangat tinggi.

Kesimpulannya, meski ada banyak judul populer di industri game, analis menilai GTA 6 akan menghadapi rival terbesar dari “saudaranya sendiri”, GTA 5. Jika judul terbaru ini mampu menghadirkan pengalaman yang lebih kreatif, mendalam, dan tetap setia pada formula sukses Rockstar, maka besar kemungkinan GTA 6 akan melampaui prestasi pendahulunya. Baca berita lain di sini.

OJK Resmi Luncurkan Peta Jalan Pengembangan Aset Kripto

Otoritas Jasa Keuangan OJK resmi luncurkan peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) 2024–2028. Peta jalan tersebut ditetapkan dalam dokumen Digital Finance Innovation Roadmap and Action Plan yang berlaku hingga tahun 2028 dan menjadi acuan strategis bagi perkembangan ekosistem keuangan digital di Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa peta jalan ini dirancang dengan misi menciptakan industri IAKD yang terpercaya, kredibel, sekaligus mendorong inovasi berkelanjutan. “Kami ingin memastikan sektor keuangan digital tumbuh dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan dan memperkuat perlindungan konsumen,” kata Fawzi dalam acara peluncuran di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (9/8).

Tiga Fase Pengembangan

Dalam implementasinya, peta jalan dibagi menjadi tiga fase utama. Fase pertama, yaitu penguatan fondasi pengaturan dan pengawasan, akan dijalankan sepanjang 2024–2025. Pada tahap ini, OJK menekankan pentingnya menyiapkan sistem pengawasan yang efektif dan berimbang untuk menjawab tantangan masa depan keuangan digital.

Fase kedua akan dilaksanakan pada 2026–2027, dengan penekanan pada percepatan pengembangan dan penguatan sektor industri. Sementara fase ketiga yang berjalan hingga 2028 diarahkan pada pendalaman serta pertumbuhan berkelanjutan. “Tujuan utama kami adalah menciptakan industri IAKD yang kreatif, terpercaya, inklusif, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan ekonomi nasional,” ungkap Fawzi.

Empat Pilar Strategis

Untuk mewujudkan visi itu, OJK merancang empat pilar inti sebagai fondasi strategi. Pilar pertama adalah pengaturan dan pengembangan yang mencakup regulasi adaptif agar industri kripto dan aset digital bisa tumbuh dalam koridor yang sehat. Pilar kedua, pengawasan dan penegakan hukum, bertujuan memastikan kepatuhan pelaku industri sekaligus melindungi konsumen dari risiko penyalahgunaan.

Pilar ketiga adalah perizinan dan informasi, yang ditujukan untuk meningkatkan transparansi serta kemudahan akses data di sektor IAKD. Sedangkan pilar keempat adalah inovasi, yaitu mendorong kolaborasi dan pengembangan teknologi baru agar industri tetap kompetitif menghadapi dinamika global.

Dukungan Infrastruktur dan Sinergi

Selain empat pilar tersebut, OJK juga menyiapkan sejumlah faktor pendukung. Di antaranya adalah transformasi kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan infrastruktur digital dan proses bisnis. Sinergi antar lembaga, baik dalam negeri maupun internasional, juga menjadi kunci agar peta jalan ini bisa berjalan efektif.

“Peta jalan ini kami susun bukan hanya untuk memperkuat sektor jasa keuangan, tetapi juga untuk mendukung perekonomian nasional secara keseluruhan. Dengan adanya arah yang jelas, industri IAKD diharapkan mampu memberikan manfaat lebih luas, mulai dari pendalaman pasar keuangan hingga perluasan akses bagi masyarakat dan pelaku usaha,” tegas Fawzi.

Dorongan bagi Industri Kripto Nasional

Langkah OJK ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia dalam menyikapi pesatnya perkembangan aset kripto global. Dengan regulasi yang lebih terstruktur dan ekosistem yang terjaga, OJK berharap investor, pelaku usaha, hingga masyarakat dapat memperoleh manfaat maksimal dari perkembangan industri ini tanpa mengabaikan aspek perlindungan konsumen.

OJK resmi luncurkan peta jalan 2024–2028 merupakan langkah signifikan untuk arah baru dalam sektor keuangan digital di Indonesia. Jika diimplementasikan dengan baik, peta jalan ini diprediksi mampu mempercepat proses digitalisasi dan sekaligus meningkatkan kompetisi Indonesia di pasar ekonomi global. Baca berita lain di sini.

Pendiri ChatGPT Akui Sudah Lama Tak Gunakan Google

Pendiri ChatGPT CEO OpenAI, Sam Altman, membuat pengakuan mengejutkan terkait kebiasaannya dalam menggunakan mesin pencari. Dalam sebuah makan malam bersama sejumlah wartawan, Altman menyebut dirinya tidak lagi menggunakan Google dan bahkan tidak mengingat kapan terakhir kali ia membuka platform pencarian terbesar itu.

“Saya tidak lagi menggunakan Google. Saya benar-benar tidak bisa mengatakan kapan terakhir kali melakukan pencarian di sana,” ujar Altman, seperti dikutip dari buletin Command Line milik The Verge.

Pendiri ChatGPT Pernyataan ini cukup menarik perhatian, mengingat Google merupakan salah satu pemain raksasa dalam industri kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan sekaligus pesaing utama OpenAI. Meskipun begitu, tidak sulit untuk membayangkan bahwa Altman kini lebih sering menggunakan produk perusahaannya sendiri, ChatGPT, sebagai pengganti mesin pencari biasa.

Hubungan Rumit: Saingan Tapi Tetap Mitra

Walaupun berada di jalur persaingan ketat dalam mengembangkan AI, kenyataannya OpenAI tetap menjalin kerja sama dengan Google dalam aspek lain. Baru-baru ini, OpenAI menambahkan Google Cloud sebagai salah satu penyedia komputasi untuk mendukung ChatGPT, sejajar dengan penyedia lainnya seperti Microsoft dan Oracle.

CEO Google, Sundar Pichai, dalam laporan pendapatan kuartal kedua perusahaan, menyatakan rasa optimisme terhadap kolaborasi ini. “Google Cloud adalah platform terbuka. Kami memiliki sejarah yang panjang dalam mendukung perusahaan-perusahaan teknologi hebat, termasuk laboratorium AI dan startup. Karena itu, kami sangat bersemangat mengenai kemitraan dengan ChatGPT,” ujarnya, dikutip dari Business Insider.

Pichai juga menegaskan bahwa pihaknya berharap dapat terus memperluas kerja sama tersebut, baik melalui investasi maupun pengembangan teknologi di masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa meski bersaing dalam hal inovasi AI, kebutuhan akan infrastruktur komputasi membuat kedua perusahaan tetap saling bergantung.

GPT-5 Diluncurkan, Picu Reaksi Beragam

Di sisi lain, OpenAI baru saja meluncurkan GPT-5, model terbaru yang menjadi otak dari ChatGPT. Sam Altman menyebut GPT-5 sebagai sebuah “peningkatan besar” sekaligus langkah penting menuju AGI (Artificial General Intelligence) atau kecerdasan buatan umum.

Menurut Altman, GPT-5 akan tersedia secara gratis bagi seluruh pengguna, sehingga mereka tidak lagi perlu berpindah antar model untuk menyelesaikan berbagai tugas. “Sesudah mencoba GPT-5, merasa sedih saat kembali menggunakan GPT-4,” ujarnya.

Namun, peluncuran GPT-5 tidak sepenuhnya berjalan mulus. Sejumlah pengguna justru merasa keberatan dengan hilangnya GPT-4o, model yang sebelumnya populer karena dianggap lebih fleksibel. Akibat protes tersebut, OpenAI akhirnya memutuskan untuk tetap menghadirkan GPT-4o agar pengguna memiliki pilihan sesuai kebutuhan.

Transformasi Cara Orang Mencari Informasi

Pengakuan Altman yang berhenti memakai Google dinilai sebagai sinyal perubahan besar dalam perilaku pengguna internet. Dengan semakin canggihnya model seperti GPT-5, banyak orang beralih dari mesin pencari tradisional ke asisten berbasis AI untuk mendapatkan jawaban yang lebih cepat, personal, dan interaktif.

Meski begitu, Google masih memiliki keunggulan dalam hal cakupan data dan ekosistem layanan yang luas. Persaingan ini diperkirakan akan semakin memanas seiring kedua raksasa teknologi terus berinovasi, baik dalam produk AI maupun layanan pendukung lainnya.


Bagi Altman, masa depan pencarian tampaknya tidak lagi bergantung pada mesin pencari klasik. Baginya, ChatGPT bukan sekadar alat bantu, melainkan representasi dari transformasi cara manusia berinteraksi dengan informasi di era digital. Baca berita lain di sini.