Siwon Super Junior, anggota grup boyband terkenal Super Junior, dengan tegas menolak keterlibatannya dalam kontroversi penipuan cryptocurrency yang diduga melibatkan Youth Pay dari Komite Pemuda Korea. Bantahan ini disampaikan melalui keterangan tertulis yang diunggah ke kanal YouTube pribadinya pada Selasa, 13 Februari 2025, menyusul maraknya spekulasi dan tuduhan yang beredar di kalangan netizen.
Dalam keterangannya, Siwon Super Junior menekankan bahwa penghargaan yang pernah ia terima dari Korea Youth Committee tidak memiliki kaitan dengan dugaan penipuan kripto yang saat ini tengah menjadi sorotan. Ia menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam memberikan contoh yang baik bagi generasi muda, dan sama sekali tidak terkait dengan kontroversi yang sedang berlangsung.
“Halo, saya Choi Siwon. “Saya ingin menegaskan dengan jelas bahwa saya tidak terlibat dalam perdebatan mengenai Youth Pay Komite Pemuda Korea,” tulis Siwon dalam pernyataannya. “Selain itu, saya tidak pernah ditunjuk sebagai ambassador untuk Korea Youth Committee’s Youth Pay. Meski saya menerima penghargaan, itu sebagai pengakuan atas beri contoh baik bagi generasi muda, tidak ada hubungannya dengan kontroversi saat ini,” lanjutnya.
Siwon juga menegaskan bahwa ia tidak terlibat dalam Youth Pay Komite Pemuda Korea atau kegiatan politik individu tertentu. Ia ingin meluruskan kesalahpahaman yang mungkin timbul akibat pemberitaan yang tidak akurat.
Bantahan ini muncul di tengah ramainya pemberitaan mengenai dugaan keterlibatan sejumlah artis dan YouTuber Korea Selatan dalam praktik penipuan kripto. Masalah ini muncul setelah Winnerz, sebuah platform blockchain yang menjalankan beberapa usaha termasuk kripto, diduga melakukan penipuan dengan mengedarkan mata uang kripto palsu, mengumpulkan dana investasi, dan melarang investor untuk menarik uang mereka.
Dugaan penipuan ini semakin mencuat setelah investor anonim menyatakan bahwa Winnerz menggunakan taktik penipuan dengan melibatkan selebriti untuk meningkatkan kredibilitas kripto, sehingga dapat menarik lebih banyak investor. Para selebriti tersebut diduga membeli koin sendiri, membantu merekrut lebih banyak investor untuk mendapatkan komisi, atau melakukan keduanya.
Kasus dugaan penipuan kripto Winnerz telah diteruskan ke Badan Kepolisian Nasional sejak 5 Februari setelah dilaporkan ke Pusat layanan masyarakat. Sejumlah selebritas lain yang juga terseret dalam isu ini turut buka suara dan membantah keterlibatan mereka, termasuk komedian Na Sun-uk, YouTuber Kim Won-hoon dan Cho Jin-se. Mereka menegaskan bahwa mereka tidak pernah terlibat atau melakukan transaksi keuangan dengan pihak Winnerz.
Menanggapi tuduhan penipuan yang semakin meningkat, Winnerz mengeluarkan pernyataan di situs web mereka yang menyatakan bahwa Winnerz adalah perusahaan platform olahraga berbasis teknologi blockchain dan merupakan perusahaan yang mapan dengan operasi online dan offline. Mereka juga mengklaim bahwa mereka telah transparan mengenai bisnis dan tujuan mereka, serta koin Winnerz terdaftar di bursa luar negeri.
Meskipun demikian, kasus dugaan penipuan kripto Winnerz ini tetap menjadi perhatian publik dan menimbulkan kekhawatiran tentang potensi risiko investasi dalam aset kripto, serta pentingnya melakukan riset dan verifikasi sebelum berinvestasi dalam proyek kripto apapun. Dengan bantahan tegas dari Siwon Super Junior dan selebritas lainnya, diharapkan kasus ini dapat segera diselidiki secara tuntas dan kebenaran dapat terungkap. Baca berita lain di sini.









