Di era di mana platform keuangan digital tak terpisahkan dari denyut nadi ekonomi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak cepat. Mengusung misi mulia untuk membekali masyarakat, khususnya Generasi Z (Gen Z), dengan literasi finansial yang mumpuni, OJK lindungi Gen Z terus memperkuat pemahaman tentang manfaat dan risiko dunia keuangan digital. Ini adalah langkah krusial untuk menciptakan generasi yang cerdas finansial di tengah gempuran inovasi.
Dalam rangka upaya besar ini, kemarin, OJK menyelenggarakan acara OJK Mengajar yang bertepatan dengan perayaan Hari Jadi (HUT) OJK ke-13. Bertempat di Ruang Serbaguna Universitas Bengkulu pada Jumat (27/9), sekitar 700 mahasiswa tampak antusias menyimak materi literasi keuangan digital yang disampaikan langsung oleh Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Keuangan, Aset Digital, dan Aset Kripto oleh OJK.
Pentingnya Literasi Finansial bagi Gen Z di Era Digital
Hasan Fawzi menekankan betapa krusialnya pemahaman ini bagi OJK lindungi Gen Z, yang merupakan digital native. “Generasi Gen-Z perlu memahami cara menggunakan platform keuangan digital yang kini menjadi elemen krusial dalam sektor keuangan dan menyadari risiko yang terkait dengan penggunaannya,” ungkap Hasan dalam pernyataan resmi, Sabtu (28/9).
Ia menambahkan, “Risiko tersebut dapat kita hindari dengan lebih teliti dalam menjaga data pribadi dan keuangan kita melalui penggunaan mekanisme keamanan yang efektif di platform digital dan juga mampu mengenali bentuk penipuan di platform digital.” Pesan ini menjadi alarm penting bagi para mahasiswa untuk tidak hanya melek teknologi, tetapi juga melek risiko.
Inisiatif OJK Tingkatkan Keterampilan Digital dan Inovasi
Lebih lanjut, Hasan memaparkan berbagai inisiatif OJK untuk meningkatkan inovasi dan literasi keuangan digital. Di antaranya adalah penyusunan dan sosialisasi modul Literasi Keuangan Digital bagi masyarakat. Selain itu, OJK juga mengembangkan Fintech Center OJK untuk mendorong inovasi di sektor keuangan, serta regulatory sandbox yang memfasilitasi konsultasi terkait Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK).
“Pastinya, inovasi ini tidak akan pernah berhenti karena mahasiswa Gen-Z memiliki pola pikir kreatif, kesadaran sosial yang tinggi, dan semangat kewirausahaan yang besar,” tambah Hasan dengan nada optimis. Ia meyakini, “Kami yakin potensi ini dapat membawa perubahan yang signifikan kepada sektor keuangan serta berperan dalam membangun sistem keuangan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdaya tahan.”
Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan Literasi Keuangan
OJK berharap, melalui program OJK Mengajar ini, para mahasiswa tidak hanya memahami potensi dan risiko layanan serta produk keuangan digital, tetapi juga dapat menjadi penggerak dalam upaya meningkatkan literasi keuangan digital di lingkungan sekitar mereka. Ini adalah strategi cerdas untuk menciptakan efek domino literasi di tengah masyarakat.
Lebih dari sekadar program, kegiatan ini adalah perwujudan komitmen OJK dalam menukik ke jantung pembangunan: menciptakan sektor jasa keuangan yang menggema di kancah dunia, sekaligus memperkokoh fondasi kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
Kuliah umum ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Dekan di bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Universitas Bengkulu Rina Suthia Hayu, Plt. Di antara para hadirin terkemuka adalah M. Ismail Riyadi dari Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi; Hudiyanto dari Sekretariat Satgas Pasti OJK; dan Ayu Laksmi Syntia Dewi, pucuk pimpinan OJK Provinsi Bengkulu, turut memeriahkan acara.
Dalam sambutannya, Rina Suthia Hayu mengapresiasi kegiatan OJK Mengajar dan berharap inisiatif ini memberikan wawasan serta dampak besar bagi mahasiswa. “Dengan kemampuan memahami pengelolaan keuangan yang baik kita bisa menghadapi tantangan ekonomi global, mengelola keuangan pribadi secara bijak dan kita bisa menciptakan peluang menuju kemandirian finansial,” kata Rina. Ia juga menekankan bahwa pengetahuan tentang investasi, manajemen keuangan, dan perencanaan keuangan kini bukan lagi hal yang sulit, melainkan sangat relevan dan harus dikuasai untuk masuk ke dunia bisnis modern.
Dengan kolaborasi antara regulator dan sektor pendidikan, OJK berusaha menciptakan dasar keuangan digital yang solid, dilengkapi dengan literasi serta pemahaman risiko yang baik, khususnya di kalangan generasi muda yang akan menjadi penggerak ekonomi di masa mendatang. Baca berita lain di sini.
