ChatGPT Luncurkan Fitur Study Mode

ChatGPT luncurkan fitur study mode. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna memahami proses penyelesaian masalah secara bertahap, bukan hanya memberikan jawaban akhir.

Dalam pengumuman resminya, OpenAI menginformasikan bahwa Study Mode kini telah dapat diakses oleh pengguna yang masuk dengan status Free, Plus, Pro, atau Team. Sementara itu, untuk layanan ChatGPT Edu, fitur ini akan dirilis beberapa minggu mendatang.

OpenAI menyebut ChatGPT telah menjadi salah satu alat pendukung belajar yang paling populer di dunia. Banyak pelajar memanfaatkannya untuk persiapan ujian, mengerjakan tugas, hingga mempelajari topik baru. Namun, keberadaan AI di dunia pendidikan juga menimbulkan perdebatan: apakah AI benar-benar membantu proses belajar, atau hanya sekadar memberi jawaban instan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, OpenAI mengembangkan Study Mode sebagai pendekatan yang lebih interaktif. Mode ini mengajak pengguna terlibat dalam proses berpikir, bukan sekadar mengonsumsi informasi. Saat diaktifkan, sistem akan memberikan pertanyaan-pertanyaan panduan yang disesuaikan dengan tujuan belajar dan tingkat kemampuan pengguna. Hal ini membantu membangun pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi.

Ada lima fitur utama yang menjadi andalan Study Mode:

Prompt Interaktif

Dengan mengimplementasikan pendekatan pertanyaan Socrates, fitur ini menggabungkan arahan, dorongan untuk merenung, dan rangsangan untuk berpikir kritis. Tujuannya adalah mengarahkan pengguna memahami konsep secara mandiri, bukan hanya menerima jawaban secara pasif.

Respons Bertingkat

Jawaban disusun dalam format bertahap yang memecah informasi menjadi bagian-bagian kecil, memudahkan pemahaman, dan menyoroti hubungan antar topik. Cara ini menjaga alur pembelajaran tetap menarik, memberikan konteks yang jelas, dan membantu menghadapi materi yang kompleks tanpa membuat pengguna kewalahan.

Dukungan yang Dipersonalisasi.

Study Mode menyesuaikan materi dengan tingkat kemampuan pengguna. Penyesuaian dilakukan melalui pertanyaan yang mengukur tingkat penguasaan konsep serta memanfaatkan riwayat percakapan sebelumnya untuk memberikan materi lanjutan yang relevan.

Pemeriksaan Pengetahuan

Fitur ini meliputi kuis dan pertanyaan terbuka yang dilengkapi dengan umpan balik yang bersifat individual. Dengan begitu, pengguna dapat memantau kemajuan belajar, memperkuat daya ingat, dan melatih kemampuan menerapkan pengetahuan dalam situasi berbeda.

Fleksibilitas Penggunaan

Pengguna dapat mengaktifkan atau menonaktifkan mode ini kapan saja selama percakapan berlangsung. Kebebasan ini memungkinkan penyesuaian pembelajaran sesuai kebutuhan dan tujuan belajar di setiap sesi.

Dengan kombinasi kelima fitur tersebut, ChatGPT luncurkan fitur Study Mode diharapkan mampu menjadi pendamping belajar yang lebih efektif dibanding sekadar mesin pemberi jawaban. Pendekatan yang interaktif, personal, dan fleksibel membuat fitur ini relevan bagi pelajar, mahasiswa, maupun siapa saja yang ingin memperdalam pengetahuan dengan cara yang lebih aktif. Baca berita lain di sini.

ChatGPT Luncurkan Fitur Study Mode

Hero Jungler Terbaik di Honor of Kings untuk Menaikkan Rank

Dalam permainan Honor of Kings, posisi jungler memiliki peranan krusial dalam pelaksanaan pertandingan. Posisi ini bukan hanya berfungsi mengamankan monster hutan, tetapi juga menjadi sumber damage besar untuk tim. Menurut pro player Kagendra, Wiraww, pemilihan hero jungler terbaik di Honor of Kings bisa menjadi faktor penentu keberhasilan push rank, terutama bagi pemain yang ingin naik peringkat dengan cepat.

Bagi pemain pemula, memilih hero jungler yang efektif sering kali membingungkan.

Untuk membantu, Wiraww membagikan lima rekomendasi hero jungler terbaik di Honor of Kings dan efektif di meta saat ini.

1. Augran

Augran dikenal sebagai salah satu jungler dengan clear speed tinggi di hutan. Ia memiliki damage besar, lifesteal kuat, dan daya tahan yang luar biasa dalam pertarungan panjang. Keunggulan lain terletak pada kemampuannya mengeksekusi musuh dengan cepat, terutama yang sudah sekarat.

Wiraww menekankan bahwa kunci memainkan Augran ada pada penguasaan Skill 1. “Skill 1 adalah satu-satunya movement milik Augran. Jika waktunya pas, dia bisa menjadi momok bagi lawan. Tapi kalau salah pakai, kamu bisa kehilangan momen untuk menyerang atau melarikan diri,” jelasnya.

2. Jing

Jing merupakan jungler yang menawarkan kombinasi sempurna antara kecepatan farming, mobilitas tinggi, dan damage besar dari awal hingga akhir permainan. Keistimewaan utamanya ada pada burst damage yang sulit diantisipasi lawan.

Saat melakukan burst, Jing hampir mustahil ditangkap, membuatnya sangat efektif untuk pick-off cepat maupun membantu tim dalam teamfight. Stabilitas damage-nya juga membuatnya konsisten sepanjang permainan.

3. Pei

Jika bicara soal dominasi di awal permainan, Pei adalah pilihan nomor satu. Hero ini mampu memberikan tekanan masif sejak menit pertama, memaksa lawan bermain lebih defensif.

Menurut Wiraww, Pei sangat cocok bagi pemain agresif. “Early game Pei itu luar biasa kuat. Kalau kamu bisa manfaatkan kelemahan lawan sejak awal, mereka tidak akan punya kesempatan untuk membalikkan keadaan,” tuturnya.

4. Han Xin

Han Xin terkenal dengan mobilitas yang sangat tinggi. Ia mampu berpindah jalur dengan cepat, baik untuk farming, membantu lane, maupun melakukan gank mendadak.

Bagi pemain solo push, Han Xin bisa menjadi pilihan ideal untuk mengatur tempo permainan. “Han Xin itu lincah sekali. Dia bisa ganggu lawan di lane lain lalu kembali aman ke hutan. Kuncinya ada pada rotasi yang tepat,” ujar Wiraww.

5. Luna

Luna saat ini menjadi salah satu jungler tersering mematikan di Honor of Kings. Dengan AoE damage besar, ia dapat membersihkan monster hutan dengan cepat setelah mencapai level 4.

Jika pemain menguasai kombinasi skill-nya, Luna dapat menjadi pembawa kemenangan tim. “Farming cepat, damage besar, dan kemampuan bertahan lama di pertarungan membuat Luna bisa menggendong tim meski bermain solo,” kata Wiraww menutup rekomendasinya.

Kelima hero ini, jika digunakan dengan strategi tepat, dapat membantu pemain mendominasi permainan dan mempercepat kenaikan peringkat di Honor of Kings. Pemahaman mekanik hero, rotasi yang efisien, dan timing yang tepat menjadi kunci utama keberhasilan sebagai jungler. Baca berita lain di sini.

Hero Jungler Terbaik di Honor

Pisang Dilakban Laku Rp98 Miliar, Taipan Kripto Membelinya

Sebuah instalasi seni yang sangat nyentrik, yaitu sebutir pisang dilakban laku yang ditempel di dinding, berhasil terjual dengan harga fantastis: US$6,2 juta atau sekitar Rp98 miliar. Karya berjudul “Comedian” ini dibeli oleh seorang taipan kripto asal Tiongkok, Justin Sun, dalam lelang yang diadakan oleh Sotheby’s di Amerika Serikat.

Lelang dibuka dengan harga awal US800ribu,namundalamwaktulimamenit,tujuhpenawaragresifmembuatharganyamerokethinggaUS5 juta. Justin Sun, yang juga pendiri platform kripto, akhirnya memenangkan lelang dengan tawaran tertinggi, US$6,2 juta.

Makna di Balik Karya Nyeleneh

Menurut seniman Italia di balik karya ini, Maurizio Cattelan, “Comedian” adalah komentar satir tentang absurditas dunia seni, uang, dan para penggemarnya. Ia mengatakan, semakin tinggi harganya, semakin kuat pula pesan yang ingin ia sampaikan.

Lucunya, pisang yang digunakan bukanlah pisang dilakban laku istimewa. Cattelan membelinya dari seorang penjual buah di luar Sotheby’s, bernama Shah Alam. Alam, seorang imigran dari Bangladesh, menjual pisang-pisang itu seharga 35 sen per buah atau empat buah seharga satu dolar.

Alam mengaku sangat terkejut saat mengetahui pisang dari kiosnya laku jutaan dolar. “Saya tak pernah punya uang sebanyak ini, saya tak pernah melihat uang sebanyak ini,” ucap Alam sambil menitikkan air mata.

Perbedaan Nasib dan Kedermawanan Mendadak

Perbedaan nasib antara seniman, pembeli, dan penjual buah ini sangat mencolok. Alam, yang pindah ke AS pada tahun 2007, tinggal di apartemen sederhana dan bekerja dengan upah hanya US$12 per jam. Ia merasa bingung dengan orang yang rela membayar mahal untuk sebutir pisang. “Mereka yang beli, orang macam apa mereka? Apa mereka tak tahu apa itu pisang?” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Justin Sun merasa terhormat memiliki karya seni yang disebutnya sebagai fenomena kebudayaan. Ia bahkan berjanji akan membeli 100.000 pisang dari kios Alam sebagai bentuk terima kasih dan mendistribusikannya secara gratis ke seluruh dunia.

“Kontribusi Alam terhadap karya seni yang luar biasa ini sangat penting, karena menyoroti berbagai kemungkinan dan nilai yang tak terbatas dalam kehidupan sehari-hari,” kata Justin, yang juga berharap bisa bertemu langsung dengan Alam suatu hari nanti.

Respon Seniman: Seni Tak Selesaikan Masalah

Di sisi lain, Cattelan mengaku terharu dengan respons Alam, namun ia menegaskan bahwa seni, pada dasarnya, bukanlah solusi untuk masalah sosial. “Jika memang memecahkan masalah, itu akan menjadi politik,” ujarnya.

Sikap Cattelan ini menunjukkan bahwa “Comedian” bukan bertujuan untuk menyelesaikan masalah kemiskinan, tetapi untuk memprovokasi pemikiran tentang nilai, uang, dan seni itu sendiri. Sebuah karya yang benar-benar berhasil memicu perdebatan di berbagai lapisan masyarakat, dari taipan hingga penjual buah. Baca berita lain di sini.

Waspada Dark AI Mengintai, Senjata Baru Para Kriminal Siber

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang membawa banyak manfaat, muncul bayangan gelap yang mengkhawatirkan: Dark AI. Perusahaan keamanan siber Kaspersky memperingatkan bahwa waspada Dark AI mengintai adalah ancaman baru yang dirancang khusus untuk memicu kejahatan digital.

Kepala Tim Riset Analisis Global Kaspersky, Sergey Lozhkin, menjelaskan bahwa Dark AI adalah model bahasa besar (large language model/LLM) yang beroperasi tanpa pengawasan atau aturan etika. Karena itulah, AI jenis ini dapat disalahgunakan untuk tujuan merugikan.

“Kita berada dalam zaman di mana AI dapat berfungsi sebagai perisai, tetapi Dark AI juga berperan sebagai pedang,” kata Lozhkin, menekankan dualitas peran AI dalam keamanan siber saat ini.

Modus Operandi Canggih: dari Malware hingga Deepfake

Dark AI digunakan untuk berbagai kejahatan, mulai dari pembuatan malware, perancangan email phishing yang sangat meyakinkan, hingga pembuatan deepfake atau manipulasi video dan suara palsu untuk penipuan.

Contoh Dark AI yang sudah beredar termasuk Black Hat GPT, versi GPT yang dimodifikasi untuk kejahatan digital. Ada juga WormGPT, DarkBard, FraudGPT, dan Xanthorox yang muncul sejak 2023. Alat-alat ini memfasilitasi penipuan, peretasan, dan operasi siber otomatis dengan sangat luwes dan efektif.

Di Balik Layar: Kelompok Kriminal Canggih

Kaspersky mengungkapkan bahwa pengguna Dark AI bukan sekadar pelaku kriminal biasa, melainkan merupakan kelompok kriminal terorganisir yang cenderung melaksanakan operasi siber yang kompleks dan canggih.

Temuan ini senada dengan laporan OpenAI yang mengklaim telah memblokir lebih dari 20 aktivitas mencurigakan yang menggunakan platform mereka untuk tujuan jahat. Para pelaku ini sangat profesional, bahkan mampu menyamarkan identitas mereka dan membuat konten dalam berbagai bahasa untuk menembus filter keamanan konvensional.

Krisis Etika dan Solusi Pencegahan

Lozhkin menyoroti masalah inti dari waspada Dark AI mengintai: AI tidak memiliki set moral dan etika. AI hanya punya satu orientasi utama, yaitu mematuhi perintah yang diberikan tanpa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

“AI tidak secara inheren dapat membedakan yang benar dan yang salah, melainkan alat yang mengikuti perintah,” kata Lozhkin.


Untuk menghadapi ancaman ini, ia menekankan pentingnya bagi organisasi dan individu untuk memperkuat higiene keamanan siber. Selain itu, diperlukan investasi pada sistem deteksi ancaman yang didukung oleh AI itu sendiri dan terus belajar bagaimana teknologi ini bisa dieksploitasi. Dengan begitu, kita bisa membangun pertahanan yang lebih kuat di era kecerdasan buatan. Baca berita lain di sini.

BioWare Pernah Ajukan Dragon Age Trilogy Remaster ke EA 

BioWare, studio pengembang yang dikenal lewat seri game ternama seperti Dragon Age dan Mass Effect, belakangan ini menjadi sorotan. Setelah peluncuran game terkini mereka, Dragon Age: Veilguard, yang mendapat tanggapan kurang positif dari beberapa penggemar, muncul informasi bahwa sebenarnya BioWare pernah ajukan Dragon Age san memiliki rencana besar untuk menghidupkan kembali trilogi dalam bentuk remaster. Sayangnya, ide tersebut tidak mendapatkan lampu hijau dari pihak Electronic Arts (EA) selaku penerbit.

Kabar ini mencuat dari wawancara di kanal YouTube MrMattyPlays, yang menghadirkan mantan Executive Producer BioWare, Mark Darrah. Dalam sesi tersebut, Darrah mengungkapkan bahwa studio pernah mengajukan konsep Dragon Age Trilogy Remaster kepada EA. Proyek ini bahkan sempat diberi nama internal Champion’s Trilogy, dengan visi menghadirkan kembali tiga game Dragon Age awal dalam kualitas grafis dan performa yang lebih modern.

Namun, meskipun konsep tersebut dinilai menarik oleh tim pengembang, EA ternyata tidak menunjukkan minat. Penolakan tersebut bukan hanya bersifat ideologis, melainkan juga praktis: EA sama sekali tidak memberikan dukungan finansial untuk memulai pengerjaan proyek itu. Tanpa dana dari penerbit, BioWare jelas tak bisa melanjutkan rencana ini.

Darrah juga menambahkan bahwa menggarap remaster untuk Dragon Age dianggap lebih rumit dibandingkan remaster Mass Effect. Alasannya terletak pada perbedaan teknis dan desain antara ketiga game Dragon Age yang rilis pada periode waktu berbeda, sehingga proses penyesuaian ke standar teknologi modern menjadi lebih kompleks.

Selain remaster, Darrah mengungkapkan bahwa EA juga tidak berminat untuk memproduksi remake lengkap dari Dragon Age: Origins, permainan pertama dalam seri ini yang memiliki fanbase yang solid. Padahal, dalam pandangan banyak penggemar, Origins memiliki potensi besar untuk dihidupkan kembali dengan kualitas visual dan mekanik gameplay yang lebih segar.

BioWare pernah ajukan Dragon Age dan mendapatkan penolakan ini rupanya bukan kebetulan. Darrah mengungkapkan bahwa secara terbuka, EA memang cenderung tidak mendukung konsep remaster. Sikap ini membuat proyek-proyek potensial, bahkan yang memiliki nilai komersial tinggi, tidak mendapat kesempatan untuk berkembang. Keputusan ini tentu saja mengejutkan, mengingat pasar remaster dan remake sedang cukup kuat di industri game, terbukti dari keberhasilan berbagai judul lawas yang dihidupkan kembali dan laris di pasaran.

Bagi penggemar setia Dragon Age, kabar ini tentu mengecewakan. Banyak yang menginginkan untuk mengulang kembali pengalaman petualangan epik di Thedas dengan visual yang lebih tajam dan gameplay yang lebih halus di platform terkini. Sayangnya, dengan kebijakan EA yang saat ini tidak berpihak pada proyek semacam itu, kemungkinan terwujudnya remaster Dragon Age Trilogy tampak kecil.

Meski begitu, pintu masih terbuka jika EA suatu hari mengubah pandangan mereka. Industri game terus berkembang, dan tren bisa berubah cepat. Jika permintaan dari pasar dan komunitas gamer semakin kuat, bukan tidak mungkin EA akan mempertimbangkan kembali proposal BioWare di masa depan. Untuk sementara, para penggemar mungkin hanya bisa menaruh harapan sambil menikmati seri terbaru yang ada, meski rasa nostalgia terhadap trilogi Dragon Age masih tetap membara. Baca berita lain di sini.

BioWare Pernah Ajukan Dragon

Waspada Kerentanan di WinRAR Bisa Menyebabkan Infeksi Malware

Pengguna Windows disarankan untuk waspada kerentanan di WinRAR setelah terungkapnya adanya kelemahan keamanan serius yang telah dieksploitasi oleh peretas. Kerentanan ini dicatat dengan kode CVE-2025-8088 dan telah dimanfaatkan dalam serangan phishing yang menyasar sistem operasi Windows.

Kerentanan ini memberi kesempatan bagi penyerang untuk menyisipkan file berbahaya langsung ke dalam folder penting Windows, termasuk folder startup yang secara otomatis dijalankan saat komputer dihidupkan. Dalam kondisi normal, WinRAR hanya mengekstrak file ke lokasi yang dipilih pengguna. Namun, dengan memanfaatkan celah ini, file berbahaya bisa ditempatkan di area sensitif tanpa sepengetahuan pengguna.

Apabila situasi ini terjadi, malware akan beroperasi secara otomatis ketika perangkat dinyalakan kembali. Hal ini memberikan peluang bagi pelaku untuk mempertahankan kendali jarak jauh terhadap komputer korban dalam jangka waktu lama.

Kerentanan tersebut tidak hanya ada di WinRAR untuk Windows, tetapi juga pada beberapa perangkat lunak terkait, seperti RAR, UnRAR, dan source code Portable UnRAR.

Penemuan ini diungkapkan oleh tim peneliti keamanan dari ESET, yakni Anton Cherepanov, Peter Kosinar, dan Peter Strycek. Menurut hasil penyelidikan mereka, kelompok peretas yang disebut RomCom telah mengeksploitasi celah ini dalam rangkaian serangan spear-phishing.

Dalam metode serangan tersebut, korban menerima email yang mengandung file RAR terinfeksi. Ketika file tersebut dibuka dengan WinRAR versi lama yang belum diperbarui, malware RomCom akan disisipkan ke sistem. Setelah masuk, malware ini mampu mencuri informasi sensitif, memasang program berbahaya lainnya, dan menjaga akses tersembunyi untuk jangka panjang.

Kelompok RomCom sendiri dikenal sebagai jaringan peretas yang berhubungan dengan operasi mata-mata siber berbahasa Rusia. Mereka kerap memanfaatkan kelemahan keamanan yang belum teridentifikasi publik, baik untuk mengumpulkan informasi maupun untuk melaksanakan serangan ransomware.

Lebih berbahaya lagi, malware RomCom menggunakan komunikasi terenkripsi yang disamarkan di dalam sistem korban. Teknik ini dirancang khusus untuk menghindari deteksi oleh perangkat lunak keamanan, sehingga membuat proses pembersihan menjadi lebih sulit.

Sebagai upaya mitigasi, pengembang WinRAR telah meluncurkan WinRAR versi 7.13 Final pada 30 Juli 2025. Versi ini sudah menutup celah keamanan tersebut. Namun, berbeda dengan banyak perangkat lunak lain, Waspada Kerentanan di WinRAR tidak melakukan pembaruan otomatis. Dengan kata lain, pengguna perlu mendownload versi terbaru secara manual dari situs resmi WinRAR dan menginstalnya sendiri.

Pakar keamanan siber menekankan bahwa pembaruan ini sangat penting dilakukan sesegera mungkin. Menunda instalasi bisa memberi kesempatan bagi peretas untuk memanfaatkan kerentanan yang ada. Selain itu, pengguna juga diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap lampiran email, khususnya file arsip RAR dari sumber yang tidak dikenal.

Langkah-langkah seperti menghindari membuka file dari pengirim yang mencurigakan, memastikan perangkat lunak selalu dalam versi terbaru, serta menggunakan proteksi keamanan yang andal, dapat membantu meminimalkan risiko serangan. Dengan kewaspadaan dan tindakan pencegahan yang tepat, ancaman dari celah keamanan ini bisa dihindari. Baca berita lain di sini.

Waspada! Kerentanan di WinRAR

Hoyoverse Umumkan Penghentian Genshin Impact di PS4

Berita tidak menggembirakan hadir untuk para penggemar setia Genshin Impact yang bermain di konsol PlayStation 4 (PS4). Pengembang dan juga pembuat game RPG aksi-petualangan terkenal ini, Hoyoverse umumkan penghentian Genshin Impact di PS4. Sejak peluncurannya di tahun 2020, game ini telah menjadi favorit banyak pemain di seluruh dunia, namun keterbatasan perangkat keras PS4 yang sudah berusia lebih dari satu dekade akhirnya menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.

Hoyoverse menjelaskan bahwa ukuran file game yang semakin besar serta kebutuhan performa yang kian tinggi membuat PS4 kesulitan untuk menjalankan versi terbaru Genshin Impact dengan lancar. “Kami benar-benar menghargai bantuan kalian untuk versi PS4. Namun, karena keterbatasan perangkat keras dan kapasitas penyimpanan, dukungan dan pembaruan untuk Genshin Impact di PS4 akan dihentikan dalam waktu mendatang,” ujar pihak Hoyoverse dalam pernyataan resminya.

Tujuan Hoyoverse umumkan penghentian Genshin Impact ini, menurut pengembang, adalah untuk menjaga kualitas pengalaman bermain di platform yang lebih modern dan mumpuni seperti PlayStation 5, PC, maupun perangkat mobile kelas atas. Prosesnya tidak akan dilakukan secara mendadak, melainkan secara bertahap agar pemain punya waktu cukup untuk melakukan transisi.

Tahapan Penghentian

Hoyoverse membagi proses ini menjadi tiga tahap penting:

  • 10 September 2024 – Genshin Impact tidak tersedia untuk diunduh di PlayStation Store untuk PS4. Meski demikian, pemain yang sudah pernah mengklaim game ini tetap bisa mengunduh ulang dan memainkannya.
  • 25 Februari 2026 – Game beserta toko dalam game (in-game store) akan dihapus sepenuhnya dari PS4. Pada tahap ini, pembelian item atau fitur menggunakan PS4 tidak dapat dilakukan lagi.
  • 8 April 2026 – Dukungan penuh untuk Genshin Impact di PS4 resmi dihentikan. Setelah tanggal ini, game tidak dapat diakses atau dimainkan lagi melalui konsol tersebut.

Progres Pemain Aman

Hoyoverse memastikan bahwa seluruh progres permainan dan akun pemain tidak akan hilang selama akun PlayStation Network telah terhubung dengan akun Hoyoverse. Dengan begitu, pemain dapat melanjutkan petualangan mereka di platform lain, baik itu PS5, PC, Xbox, iOS, maupun Android.

Pihak pengembang juga menyarankan agar pemain PS4 mulai mempertimbangkan untuk beralih ke perangkat yang lebih baru demi menikmati pembaruan konten, fitur terbaru, dan peningkatan performa. Dengan langkah ini, pengalaman bermain diharapkan menjadi lebih optimal dan sesuai dengan perkembangan teknologi game masa kini.

Momen untuk Upgrade

Bagi sebagian pemain, masa transisi ini bisa menjadi kesempatan untuk melakukan upgrade perangkat. Dengan teknologi yang lebih canggih, Genshin Impact bisa dimainkan dengan grafis yang lebih menawan, waktu muat lebih cepat, serta kinerja yang lebih konsisten.

Hoyoverse mengakhiri pengumuman dengan komitmen untuk terus meningkatkan pengalaman bermain di platform yang didukung. Meskipun meninggalkan PS4, Genshin Impact akan terus berevolusi dan menyuguhkan beragam konten menarik untuk para penggemarnya di seluruh dunia. Baca berita lain di sini.

Hoyoverse Umumkan Penghentian Genshin

Snapdragon 8 Gen 5 Dikabarkan Tengah Dikembangkan

Kabar terbaru dari dunia teknologi smartphone kembali mencuri perhatian para penggemar gadget. Setelah meluncurkan Snapdragon 8 Elite Gen 2, Qualcomm sudah memulai pengembangan chipset baru yang disebut Snapdragon 8 Gen 5. Menariknya, beredar isu bahwa prosesor ini akan hadir dengan harga yang lebih bersahabat dibanding pendahulunya.

Info ini awalnya disebarkan oleh leaker terkenal di kalangan komunitas teknologi, Digital Chat Station. Melalui unggahan terbarunya, ia mengungkapkan bahwa Qualcomm tengah menggarap chipset dengan kode SM8845, yang diyakini kuat sebagai penerus seri Snapdragon 8, yakni Snapdragon 8 Gen 5.

Berdasarkan bocoran tersebut, diperkirakan menggunakan proses manufaktur 3nm N3P—teknologi yang sama digunakan pada Snapdragon 8 Elite Gen 2. Tidak hanya itu, prosesor ini juga disebut akan dibekali custom core Oryon, yang merupakan inti prosesor khusus untuk meningkatkan kinerja, mirip dengan yang ada di lini flagship terbaru.

Bedanya, jika Snapdragon 8 Elite Gen 2 diarahkan khusus untuk perangkat premium dengan harga tinggi, Snapdragon 8 Gen 5 justru diposisikan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Menurut Digital Chat Station, ponsel yang mengadopsi chipset ini kemungkinan akan dibanderol di kisaran Rp4 juta hingga Rp6 juta. Hal ini tentu menjadi kabar menggembirakan bagi pengguna yang menginginkan performa kelas atas namun dengan harga yang lebih terjangkau.

Jika informasi tersebut benar adanya, kehadirannya bisa menjadi titik balik dalam peta persaingan chipset global. Dengan performa mendekati versi flagship namun dijual di perangkat harga menengah ke atas, produsen ponsel akan memiliki opsi menarik untuk memberikan pengalaman terbaik tanpa harus membebani konsumen dengan harga selangit.

Meskipun demikian, semua informasi ini masih sebatas rumor. Qualcomm sendiri belum memberikan konfirmasi resmi terkait keberadaan maupun spesifikasi Snapdragon 8 Gen 5. Seperti biasanya, perusahaan besar semikonduktor dari Amerika Serikat ini cenderung menunggu waktu rilis resmi sebelum mengungkapkan rincian teknisnya.

Di sisi lain, perkembangan teknologi chipset dalam beberapa tahun terakhir memang semakin pesat. Prosesor dengan teknologi fabrikasi 3nm diharapkan mampu menawarkan peningkatan yang signifikan dalam efisiensi energi dan kinerja dibanding generasi sebelumnya. Jika benar menggunakan teknologi ini,
pengguna dapat mengharapkan ponsel dengan kemampuan multitasking yang lebih mulus, konsumsi baterai yang efisien, serta dukungan untuk fitur-fitur terbaru seperti konektivitas 5G yang lebih handal dan pemrosesan AI yang lebih cepat.

Kini, para penggemar gadget dan pelaku industri tinggal menunggu langkah resmi dari Qualcomm. Apakah Snapdragon 8 Gen 5 benar akan menjadi pilihan “murah” dengan performa mendekati flagship? Jika ya, pasar smartphone kelas menengah ke atas dipastikan akan semakin panas oleh persaingan para produsen yang ingin merebut hati konsumen. Baca berita lain di sini.

Snapdragon 8 Gen 5

Sambut Tahun Ular Kayu, Pasar Kripto Siap Berubah Drastis?

Sambut tahun Ular Kayu tiba, membawa harapan baru di dunia yang penuh ketidakpastian. Ular yang melambangkan kecerdasan dan transformasi, serta kayu yang mencerminkan pertumbuhan dan fleksibilitas, menjadi metafora sempurna untuk pasar kripto saat ini. Dengan dinamika global dan perubahan kebijakan yang terjadi, momentum ini bisa jadi langka dan bersejarah.

Kebijakan Trump dan Reaksi Pasar

Di tengah tahun Ular Kayu, pasar kripto menunjukkan pergerakan yang menarik. Bitcoin naik 8%, sementara Ethereum turun 6% hingga 27 Januari 2025. Melalui sebuah perintah eksekutif, pemerintah AS secara resmi membentuk tim kerja khusus untuk mengkaji mata uang kripto. Pada saat yang sama, mereka melarang keras pengembangan mata uang digital bank sentral AS yang dapat menjadi rival.

Hal ini disambut baik oleh industri kripto karena pemerintah mencabut pedoman akuntansi yang memberatkan. Namun, tidak semua investor merayakan. Pada Senin, 27 Januari, pasar kripto justru anjlok. Bitcoin turun di bawah $100.000, mencapai titik terendah dalam 11 hari.

Sentimen Negatif dan Ketidakpastian Ekonomi

Penurunan harga ini bukan tanpa alasan. Pasar kripto, yang sering dianggap sebagai aset berisiko tinggi, sangat rentan terhadap sentimen negatif. Langkah-langkah proteksionis yang diambil oleh Donald Trump dengan menaikkan tarif memicu kekhawatiran meluas akan pecahnya perang dagang, yang berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi dunia.

Ditambah lagi, investor cemas menunggu keputusan dari rapat Federal Reserve mengenai suku bunga. Kekhawatiran bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka panjang membuat investor menghindari aset berisiko. Hal ini menjadi tekanan ganda bagi pasar kripto.

Pola Konsolidasi dan Gerak Tajam

Dengan perpaduan pengaruh geopolitik, regulasi baru, dan sentimen pasar yang berhati-hati, pola pergerakan harga yang menyerupai sambut tahun Ular dan konsolidasi ETHUSD dalam beberapa bulan terakhir mungkin akan segera berakhir. Pasar tampaknya sedang menunggu sinyal kuat untuk bergerak, baik itu dari penerapan regulasi baru atau keputusan jelas dari Federal Reserve.

Sebelum terjun ke dunia perdagangan, pahami bahwa ini bukanlah jalan yang mulus. Setiap langkah yang Anda ambil mengandung risiko, dan tidak semua orang memiliki profil yang cocok untuk menghadapi fluktuasi pasar. Jangan pernah menganggap ini sebagai cara cepat kaya; sebaliknya, lihatlah sebagai sebuah perjalanan yang membutuhkan pengetahuan, strategi, dan kesiapan mental yang kuat. Pertimbangkan dengan matang apakah Anda siap menerima potensi kerugian sebelum Anda memulai. Manfaatkan kemampuan Anda secara bijak dan tinjau semua risiko yang ada sebelum membuat keputusan investasi.

Memulai perjalanannya pada 2011, Octa telah berkembang menjadi broker internasional terkemuka. Octa bukan hanya penyedia layanan perdagangan online, melainkan sebuah platform global yang memberdayakan individu untuk menjelajahi pasar keuangan dari mana pun mereka berada. Octa memberikan akses tanpa biaya ke pasar keuangan serta berbagai layanan yang digunakan oleh klien dari 180 negara, dengan lebih dari 52 juta akun trading yang telah dibuka. 

Octa percaya setiap investor layak mendapatkan yang terbaik. Untuk itu, mereka menyediakan webinar edukasi, artikel, dan alat analisis secara cuma-cuma, membantu Anda memahami pasar lebih dalam dan membuat keputusan investasi yang tepat.. Perusahaan ini terlibat dalam jaringan amal dan aktivitas kemanusiaan yang menyeluruh, mencakup perbaikan infrastruktur pendidikan dan bantuan darurat yang mendukung masyarakat setempat. Baca berita lain di sini.

Nvidia H20 Terancam! Tidak Aman dan Tidak Canggih

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok kian memanas di sektor teknologi. Media resmi Tiongkok, Yuyuan Tantian, yang terhubung dengan stasiun penyiaran publik CCTV, mengeluarkan kritik tajam terhadap chip kecerdasan buatan (AI) Nvidia H20 terancam. Mereka menyebut chip tersebut tidak aman, tidak canggih, dan tidak ramah lingkungan, sehingga konsumen Tiongkok seharusnya tidak membelinya.

Pernyataan ini muncul setelah pemerintah Beijing menyuarakan kekhawatiran terkait dugaan adanya backdoor pada chip tersebut. Backdoor merupakan cara tersembunyi yang memungkinkan individu untuk menghindari pengamanan sistem demi mendapatkan akses atau kontrol dari jarak jauh.

Perang Kata: Tuduhan ‘Backdoor’ dan Kritik Kualitas

Pada 31 Juli, badan pengawas siber Tiongkok memanggil pihak Nvidia untuk meminta penjelasan terkait dugaan backdoor. Nvidia kala itu membantah tuduhan tersebut, menegaskan bahwa produk mereka tidak memiliki fitur yang memungkinkan akses jarak jauh.

Namun, Yuyuan Tantian tetap menuding bahwa chip Nvidia H20 terancam memiliki backdoor perangkat keras yang dapat menjalankan fungsi seperti “remote shutdown”. Kritik ini tidak berdiri sendiri, karena sebelumnya People’s Daily, media resmi Partai Komunis Tiongkok, juga mendesak Nvidia untuk memberikan bukti keamanan yang meyakinkan guna memulihkan kepercayaan pasar.

Selain masalah keamanan, Yuyuan Tantian juga mengkritik H20 dari segi kualitas. Mereka menyebut chip ini tidak memiliki teknologi yang maju dan tidak ramah lingkungan.

“Ketika sebuah chip tidak ramah lingkungan, tidak canggih, dan tidak aman, sebagai konsumen, tentu saja kita punya pilihan untuk tidak membelinya,” tulis media tersebut mengutip Asia Nikkei.

H20, Produk Khusus Pasar Tiongkok yang Penuh Kontroversi

Chip H20 merupakan produk yang dirancang khusus oleh Nvidia untuk pasar Tiongkok. Hal ini dilakukan setelah AS memberlakukan pembatasan ekspor chip AI canggih pada akhir 2023.

Namun, H20 juga tidak luput dari kontroversi. Pemerintahan Donald Trump sempat melarang penjualan chip ini pada April 2025 di tengah memanasnya ketegangan dagang. Meskipun larangan tersebut kemudian dicabut pada Juli lalu, kini H20 menghadapi tantangan baru dari dalam Tiongkok sendiri.


Sampai sekarang, Nvidia belum memberikan pernyataan resmi mengenai tuduhan yang diajukan oleh media Tiongkok. Kasus ini menunjukkan kompleksitas hubungan dagang dan teknologi antara dua raksasa ekonomi dunia, di mana keamanan siber dan kualitas produk menjadi senjata baru dalam persaingan. Baca berita lain di sini.