Di tengah pesatnya laju inovasi teknologi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah berani yang akan mengubah lanskap keuangan digital Indonesia. Terobosan penting terjadi! Resmi sudah! Gelar prestisius kini disandang ABI Resmi Jadi Penjaga asosiasi penyelenggara utama Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK). Ini bukan sekadar formalitas, melainkan tonggak sejarah: sebuah mandat kolosal yang menempatkan ABI di garis depan untuk mengawal, membimbing, dan memacu kemajuan teknologi blockchain serta inovasi digital di kancah keuangan nasional. Ini sekaligus menegaskan posisi ABI sebagai mitra strategis OJK dalam mempercepat integrasi teknologi baru yang menjanjikan transparansi, keamanan, dan keberlanjutan.
Keputusan signifikan ini tercantum dalam Surat OJK Nomor S-335/IK.01/2025 yang bertanggal 25 Juni 2025 dan mulai berlaku efektif sejak saat itu. Dengan penetapan ini, blockchain secara resmi diakui sebagai bagian integral dari ITSK yang berada di bawah pengawasan ketat OJK. Implikasinya? Dengan mandat baru ini, ABI siap bekerja keras. Mereka bertanggung jawab penuh untuk menetapkan tolok ukur industri, menjaga agar semua pelaku usaha patuh, dan yang terpenting, mengamankan hak-hak konsumen di ranah teknologi keuangan blockchain.
ABI: Jembatan Strategis Antara Industri dan Regulator
Senyum optimis menghiasi wajah Robby, Ketua Umum ABI, saat menyambut penunjukan ini. Dalam rilis persnya pada Sabtu, 5 Juli 2025, ia menyatakan, ‘Penunjukan ini adalah babak baru bagi ABI, sebuah peran strategis yang memperkuat kami sebagai sekutu OJK dalam mewujudkan visi inovasi keuangan digital Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa mandat ini secara efektif menempatkan ABI sebagai penghubung vital antara geliat industri dan kebijakan regulator. “Ini bukan hanya pernyataan resmi, tetapi juga menegaskan peran ABI sebagai jembatan strategis antara sektor industri dan pembuat kebijakan,” tambah Robby. Peran ini krusial untuk memastikan regulasi yang adaptif dan inovasi yang bertanggung jawab berjalan seiring.
Dengan mandat baru ini, ABI kini memiliki segudang kewajiban. Mereka harus menyusun mekanisme evaluasi mandiri, menegakkan kode etik yang kuat, menyelesaikan pengaduan konsumen secara adil, menyelenggarakan pelatihan industri untuk meningkatkan kompetensi, serta melaporkan perkembangan sektor secara berkala kepada OJK. Tak hanya itu, asosiasi juga diminta aktif menjalin kerja sama strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional, untuk memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam inovasi global.
Keyakinan terpancar jelas dari Asih Karnengsih, Direktur Eksekutif Asosiasi Blockchain Indonesia, saat ia menerima mandat ini, menegaskan, ‘Komitmen kami bulat: menjalankan peran baru ini dengan akuntabilitas penuh, selaras dengan pengawasan ketat OJK dan jalur kebijakan nasional, ‘sebuah penegasan komitmen ABI Resmi Jadi Penjaga terhadap pengelolaan yang baik.
Siapa Sebenarnya Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI)?
Melansir laman resminya, Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) adalah organisasi nirlaba yang menjadi payung bagi para pelaku usaha di sektor teknologi blockchain dan pedagang aset kripto di Indonesia. ABI didirikan dengan misi mulia: menciptakan lingkungan usaha yang berkualitas, mendukung pemahaman dan pemanfaatan teknologi blockchain, serta meningkatkan daya saing teknologi canggih ini beserta aset digitalnya, baik di panggung nasional maupun internasional.
Ketua Robby berhasil menyatukan lebih dari 65 entitas bisnis. Mereka adalah tulang punggung ABI, semua bergerak di garis depan revolusi blockchain, aset digital, dan kripto. Anggota ABI sangat beragam, mulai dari perusahaan exchange kripto, pengembang teknologi blockchain, hingga penyedia layanan terkait lainnya.
Komitmen ABI tidak hanya terbatas pada pengawasan. Mereka aktif menjalankan perannya melalui program edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan literasi blockchain, melakukan advokasi kebijakan yang konstruktif demi mendukung pengembangan industri, serta menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara regulator dan pelaku usaha. Dengan penunjukan ini, ABI kini bukan hanya fasilitator, tetapi juga pilar penting dalam membentuk masa depan keuangan digital Indonesia yang inovatif dan terpercaya. Baca berita lain di sini.
