Grand Theft Auto VI (GTA 6) memang belum resmi meluncur, namun perbincangan soal game ini sudah sangat ramai di kalangan gamer. Menariknya, menurut analis sebut pesaing terberat bagi GTA 6 justru datang dari seri sebelumnya, yakni Grand Theft Auto V (GTA 5).
Dalam wawancara dengan GamesIndustry, Piscatella mengungkapkan bahwa GTA 5 tetap memiliki daya tarik yang luar biasa meski telah diluncurkan sejak 2013. Ia menekankan, hingga saat ini game tersebut tetap masuk daftar 20 besar judul terlaris setiap bulan di berbagai pasar. “Pesaing terbesar Grand Theft Auto VI bukanlah game baru, melainkan Grand Theft Auto V. Situasi ini luar biasa sekaligus menantang bagi siapa pun yang berusaha meluncurkan video game baru,” ungkapnya.
Menurut Piscatella, ada banyak judul yang mencoba menyaingi popularitas GTA, tetapi tidak mudah mempertahankan daya tarik jangka panjang. Ia memberikan contoh Saints Row yang dulu dianggap sebagai rival, tetapi kegagalan reboot pada 2022 justru menghentikan langkah para pengembangnya. Hal serupa juga dialami MindsEye yang gagal memberikan kesan mendalam, bahkan dinilai justru merusak reputasi waralabanya sendiri.
Judul lain seperti Watch Dogs juga disebutnya punya pencapaian finansial yang baik, tetapi tidak mampu bertahan di daftar game terlaris setiap bulan. Dengan kata lain, hanya sedikit permainan yang benar-benar mampu bersaing dengan GTA dalam hal penjualan dan popularitas. Pada kondisi seperti ini, wajar jika Piscatella berpikir bahwa GTA 6 akan menghadapi persaingan paling sengit dari “saudaranya,” yaitu GTA 5 yang telah lebih dahulu menjadi ikonik.
Saat ini, peluncuran GTA 6 memang masih menunggu waktu. Rockstar Games mengeluarkan dua trailer resmi yang diunggah ke saluran YouTube mereka. Antusiasme penggemar sangat besar, namun masih ada rasa was-was mengenai kemungkinan penundaan.
Awalnya, Take-Two Interactive selaku publisher menargetkan perilisan pada musim gugur 2025. CEO Take-Two, Strauss Zelnick, bahkan menegaskan bahwa meskipun ada risiko perubahan, perusahaan tetap berkomitmen untuk meluncurkan sesuai jadwal. Namun kenyataan berkata lain. Pada 2 Mei 2025, Take-Two dan Rockstar mengumumkan penundaan perilisan GTA 6 hingga 26 Mei 2026.
“Kami menyadari keputusan ini mengecewakan karena lebih lambat dari yang diharapkan. Namun minat dan dukungan penggemar terhadap Grand Theft Auto terbaru membuat kami semakin bersemangat. Kami berterima kasih atas kesabaran Anda, karena seluruh tim tengah bekerja keras untuk menghadirkan game terbaik,” tulis Rockstar dalam pernyataan resminya.
Bagi banyak gamer, penundaan ini memang cukup mengecewakan. Namun di sisi lain, langkah tersebut dianggap wajar demi menjaga kualitas. Apalagi, Rockstar dikenal tidak pernah setengah-setengah dalam mengembangkan game besar mereka. Dengan reputasi yang sudah terbukti lewat GTA 5, wajar bila ekspektasi terhadap GTA 6 sangat tinggi.
Kesimpulannya, meski ada banyak judul populer di industri game, analis menilai GTA 6 akan menghadapi rival terbesar dari “saudaranya sendiri”, GTA 5. Jika judul terbaru ini mampu menghadirkan pengalaman yang lebih kreatif, mendalam, dan tetap setia pada formula sukses Rockstar, maka besar kemungkinan GTA 6 akan melampaui prestasi pendahulunya. Baca berita lain di sini.
