Game Ghost of Yotei dijadwalkan akan rilis pada 2 Oktober 2025 secara eksklusif untuk PlayStation 5. Sebagai lanjutan spiritual dari Ghost of Tsushima, game ini menyuguhkan berbagai elemen baru yang menarik, mulai dari setting cerita, karakter utama wanita bernama Atsu, hingga mekanik gameplay yang diperbarui secara signifikan. Salah satu perubahan paling mencolok adalah Ghost of Yotei hilangkan mekanik Stance (gaya bertarung/kuda-kuda), yang sebelumnya menjadi inti dari sistem pertarungan.
Dalam wawancara terbaru bersama GamesRadar, Nate Fox selaku Creative Director dari Sucker Punch menjelaskan bahwa Ghost of Yotei hilangkan mekanik Stance dilakukan untuk memberikan pendekatan pertarungan yang lebih fleksibel dan dinamis. Sebagai gantinya, Hantu Yotei akan menghadirkan sistem baru yang berfokus pada variasi senjata yang lebih bervariasi dan taktis.
Menurut Fox, setiap senjata dalam game ini dirancang dengan keunikan dan kegunaan yang berbeda. Contohnya, tombak dirancang untuk memberikan serangan jarak menengah yang mematikan, sementara kusarigama—senjata tradisional berbentuk rantai dan sabit—lebih efektif untuk melumpuhkan banyak musuh sekaligus. Pemain diharapkan dapat berganti-ganti senjata sesuai situasi di medan perang, menggantikan sistem Stance yang sebelumnya disesuaikan dengan jenis musuh yang dihadapi.
Tidak hanya itu, Fox juga menyebutkan bahwa pemain bisa kehilangan senjata utama mereka dalam pertempuran. Dalam situasi seperti ini, pemain harus segera mengambil senjata terdekat yang tersedia di lingkungan untuk melanjutkan pertempuran. Mekanik ini disebut akan memberikan sensasi pertarungan yang lebih realistis, penuh tekanan, dan menantang.
Selain senjata tradisional, Ghost of Yotei juga akan memperkenalkan penggunaan senjata api. Efektivitas senjata api akan sangat bergantung pada konteks dan waktu penggunaannya. Jika digunakan dengan tepat, senjata ini bisa menjadi alat yang sangat mematikan di tangan pemain.
Satu tambahan menarik lainnya adalah kehadiran Serigala sebagai pendamping karakter utama, Atsu. Tidak seperti hewan peliharaan pada umumnya, Serigala ini digambarkan sebagai makhluk dengan kepribadian dan naluri yang unik. Fox menjelaskan bahwa Serigala tersebut tidak hanya akan membantu dalam pertempuran, tetapi juga merepresentasikan alam liar wilayah Ezo, latar tempat dalam game ini.
Serigala ini bukan sekadar alat bantu tempur, melainkan makhluk kompleks yang akan hadir di beberapa momen penting selama permainan. Dengan kecerdasan dan instingnya sendiri, hewan ini akan setia menemani Atsu di berbagai misi dan medan pertempuran.
Secara keseluruhan, Ghost of Yotei menjanjikan pengalaman baru yang lebih segar dari pendahulunya, dengan mekanik pertarungan yang lebih adaptif dan kisah petualangan yang mendalam. Para penggemar bisa menantikan bagaimana inovasi ini akan membawa nuansa baru dalam genre aksi-petualangan Jepang. Baca berita lain di sini.
