Google resmi rilis Gemini 2.5 teknologi kecerdasan buatan (AI) terbarunya yang diberi nama Deep Think. Model AI ini dianggap sebagai sistem penalaran buatan paling canggih yang pernah diciptakan oleh perusahaan tersebut. Dengan mengandalkan pendekatan penalaran paralel (parallel thinking), Deep Think memungkinkan pemrosesan berbagai gagasan secara bersamaan demi memperoleh jawaban yang lebih akurat dan kontekstual.
Berbeda dari sistem AI konvensional yang memproses ide secara berurutan, Deep Think mampu menghasilkan dan mengevaluasi banyak opsi dalam waktu bersamaan. Hal ini memberikan AI kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi permasalahan kompleks dan memberikan solusi yang relevan.
Tidak hanya itu, Google resmi rilis Gemini 2.5 Deep Think dibekali dengan fitur multimodal, yang berarti AI ini bisa mengolah berbagai jenis input data sekaligus, seperti teks, gambar, dan suara dalam satu pemrosesan terpadu. Kemampuan ini memungkinkan interaksi yang lebih fleksibel dan dinamis dengan pengguna, sehingga membuatnya lebih unggul dalam konteks penggunaan dunia nyata.
Hasil Perbandingan Deep Think dengan Model AI Lain
Untuk menguji kemampuan Deep Think, Google melakukan serangkaian tes ketat, termasuk menggunakan Humanity’s Last Exam dan LiveCodeBench. Kedua tolok ukur ini umum digunakan untuk menilai kapasitas AI dalam menyelesaikan persoalan yang kompleks serta tugas-tugas pengkodean (coding). Hasilnya Deep Think memperoleh skor yang lebih baik dibandingkan berbagai model AI terkemuka seperti OpenAI o3, Grok 4 dari xAI, dan bahkan melampaui versi Gemini 2.5 Pro milik Google.
Setara Standar Medali Olimpiade Matematika
Google mengungkapkan bahwa versi publik dari Deep Think merupakan varian dari model internal yang sebelumnya memenangkan medali emas dalam simulasi Olimpiade Matematika Internasional (IMO). Namun, model yang dirilis untuk umum saat ini memiliki kemampuan yang diklaim setara dengan standar medali perunggu IMO. Meskipun sedikit di bawah versi tertinggi, model ini memiliki keunggulan dari sisi kecepatan dan efisiensi,
sehingga lebih sesuai untuk penggunaan sehari-hari.
Sementara itu, model dengan kecerdasan setingkat medali emas belum tersedia untuk publik dan masih dalam tahap uji coba. Akses terhadap versi tersebut saat ini hanya diberikan kepada peneliti dan pakar matematika untuk kepentingan riset lanjutan.
Harga dan Akses Layanan
Untuk saat ini, Deep Think dalam versi Gemini 2.5 hanya bisa diakses oleh pengguna yang berlangganan layanan AI Ultra—paket premium dari Google. Biaya berlangganan yang dikenakan sebesar 250 dolar AS per bulan, atau sekitar Rp 4,1 juta.
Deep Think diperkenalkan pertama kalinya di acara Google I/O pada Mei 2025 yang lalu. Setelah mendapatkan masukan dari pengguna uji awal, Google kini merilisnya secara lebih luas sebagai solusi AI unggulan yang menyatukan kekuatan penalaran, kecepatan, dan kemampuan multimodal dalam satu sistem cerdas. Baca berita lain di sini.
