Media sosial TikTok berhasil meraih pencapaian luar biasa di Indonesia. Sampai Maret 2025, jumlah pengguna TikTok di indonesia aktif bulanan (monthly active users/MAU) telah melebihi 160 juta. Informasi ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah pengguna TikTok terbanyak di wilayah Asia Tenggara.
Informasi ini disampaikan oleh Angga Anugrah Putra, General Manager Content Operations TikTok Asia Tenggara, dalam acara TikTok SEA Growth Summit 2025 yang digelar di Jakarta Pusat pada Rabu, 30 Juli 2025. Ia menyebutkan bahwa dari total 11 pasar yang ada di Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi teratas dalam pertumbuhan pengguna TikTok.
“Indonesia adalah pasar utama yang berkembang sangat cepat. Di kuartal pertama 2025, TikTok di Indonesia telah memiliki lebih dari 160 juta pengguna aktif bulanan,” ungkap Angga.
Vietnam dan Thailand menyusul di posisi kedua dan ketiga dengan jumlah pengguna masing-masing sebesar 70 juta dan 50 juta. Jika digabungkan, total pengguna TikTok di Asia Tenggara telah mencapai lebih dari 460 juta. Ini berarti, sekitar 65 dari setiap 100 orang di kawasan Asia Tenggara memiliki akun TikTok.
Jika ditarik ke belakang, pertumbuhan TikTok di Indonesia memang sangat signifikan. Pada tahun 2018, pengguna aktif bulanan TikTok di Indonesia baru mencapai sekitar 10 juta orang. Dalam kurun waktu tujuh tahun, jumlah ini meningkat lebih dari 16 kali lipat.
Dengan capaian lebih dari 160 juta pengguna, Indonesia bahkan telah melampaui Amerika Serikat dalam jumlah pengguna TikTok. Sebagai perbandingan, pada bulan April 2023, AS mencatatkan sekitar 117 juta pengguna aktif, sementara Indonesia memiliki 113 juta pengguna. Saat ini, Indonesia jauh lebih unggul dibandingkan AS yang memiliki 120,5 juta pengguna.
Sayangnya, TikTok tidak mengungkap data pengguna di AS untuk periode Januari hingga Maret 2025. Namun, berdasarkan tren dua tahun terakhir, posisi Indonesia sebagai pasar terbesar TikTok secara global diperkirakan masih bertahan hingga awal 2025.
Dari sisi konten, ada empat kategori yang paling banyak diminati pengguna di Asia Tenggara, yaitu hiburan, olahraga, edukasi, dan gaya hidup. Dalam kategori hiburan, penonton di Asia Tenggara tercatat 17 kali lebih sering menyaksikan konten bertema TV atau film dibanding kategori lain. Sementara itu, konten edukasi ditonton 14 kali lebih banyak.
Untuk konten olahraga, pertumbuhannya tercatat paling pesat, terutama dari sisi media dan penerbit. Angga menjelaskan bahwa penayangan video bertema olahraga mengalami lonjakan hingga 365 persen. Selain itu, konten berita mulai menarik perhatian pengguna, terutama di Indonesia.
Berdasarkan data internal TikTok, sebanyak 72 persen pengguna TikTok di Indonesia menonton setidaknya satu video berita serius setiap hari di halaman FYP mereka. Bahkan, 54 persen di antaranya menonton tiga atau lebih konten berita per hari.
Menariknya, 94 persen dari konten berita dan isu sosial yang dikonsumsi di Indonesia berasal dari kreator lokal, lebih tinggi dibandingkan rata-rata kategori lain yang sebesar 87 persen. Ini menunjukkan bahwa pengguna Indonesia sangat peduli pada isu-isu sosial dan berita lokal. Baca berita lain di sini.
