Silent Hill f, seri terbaru dalam waralaba Silent Hill, telah menarik perhatian besar dari para penggemar sejak dirilisnya dua trailer terbaru dan beberapa video promosi lainnya. Digarap oleh pengembang NeoBards Entertainment, game Silent Hill f pengalaman horor baru dalam dunia psikologis, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah seri, latar cerita tidak lagi berada di kota fiktif Silent Hill di negara bagian Maine, Amerika Serikat. Sebaliknya, game ini akan membawa pemain ke atmosfer kelam dan penuh misteri di Jepang.
Yang menjadikan Silent Hill f semakin menarik adalah rencana awal yang cukup mengejutkan. Menurut informasi dari wawancara dengan majalah Famitsu, sang penulis cerita Ryukishi07 menyebut bahwa pada awalnya game ini direncanakan berlatar di Prefektur Shizuoka, Jepang. Nama “Shizuoka” sendiri dalam bahasa Jepang memiliki arti yang sangat mirip dengan “Silent Hill”, yakni bisa diartikan sebagai “bukit yang tenang” atau “bukit sunyi”. Ini tentu menjadi referensi yang cocok dari sisi bahasa dan simbolik.
Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan. Salah satu alasan utamanya adalah karena Shizuoka memiliki pemandangan Gunung Fuji yang begitu dominan dan mudah terlihat dari berbagai sudut. Keberadaan ikon alam yang begitu indah dan megah itu dianggap bertentangan dengan atmosfer mencekam dan berkabut yang menjadi ciri khas dalam seri Silent Hill. Karena itu, lokasi tersebut dianggap kurang cocok untuk menggambarkan suasana horor yang ingin dibangun dalam game ini.
Sebagai alternatif, tim pengembang akhirnya memilih inspirasi dari kota kecil bernama Kanayama yang berada di Prefektur Gifu. Berdasarkan kota ini, latar dalam game digambarkan sebagai kota fiksi bernama Ebisugaoka. Tempat ini memberikan nuansa sepi, berkabut, dan penuh misteri, yang lebih cocok dengan nuansa klasik Silent Hill.
Dalam Silent Hill f, pemain akan mengendalikan karakter utama bernama Hinako Shimizu, seorang siswi SMA yang menghadapi berbagai teror mengerikan. Kisahnya tak hanya menyuguhkan monster-monster menyeramkan dan teka-teki yang rumit, tetapi juga menyingkap trauma psikologis mendalam yang dialami sang protagonis. Elemen-elemen ini tetap mempertahankan inti dari seri Silent Hill, tetapi dengan pendekatan baru yang lebih inovatif dalam konteks budaya dan latar.
Melalui perubahan lokasi dan pendekatan cerita yang lebih berakar pada tradisi dan budaya Jepang, Silent Hill f tidak hanya memperkenalkan elemen baru, tetapi juga tetap mempertahankan elemen klasik yang membuat seri ini dicintai penggemarnya. Dengan latar yang unik, karakter mendalam, dan atmosfer yang tetap mencekam, game Silent Hill f pengalaman horor yang menjanjikan psikologis yang menggugah dan berbeda dari sebelumnya. Baca berita lain di sini.
