Ghost of Yotei Hilangkan Mekanik Stance

Game Ghost of Yotei dijadwalkan akan rilis pada 2 Oktober 2025 secara eksklusif untuk PlayStation 5. Sebagai lanjutan spiritual dari Ghost of Tsushima, game ini menyuguhkan berbagai elemen baru yang menarik, mulai dari setting cerita, karakter utama wanita bernama Atsu, hingga mekanik gameplay yang diperbarui secara signifikan. Salah satu perubahan paling mencolok adalah Ghost of Yotei hilangkan mekanik Stance (gaya bertarung/kuda-kuda), yang sebelumnya menjadi inti dari sistem pertarungan.

Dalam wawancara terbaru bersama GamesRadar, Nate Fox selaku Creative Director dari Sucker Punch menjelaskan bahwa Ghost of Yotei hilangkan mekanik Stance dilakukan untuk memberikan pendekatan pertarungan yang lebih fleksibel dan dinamis. Sebagai gantinya, Hantu Yotei akan menghadirkan sistem baru yang berfokus pada variasi senjata yang lebih bervariasi dan taktis.

Menurut Fox, setiap senjata dalam game ini dirancang dengan keunikan dan kegunaan yang berbeda. Contohnya, tombak dirancang untuk memberikan serangan jarak menengah yang mematikan, sementara kusarigama—senjata tradisional berbentuk rantai dan sabit—lebih efektif untuk melumpuhkan banyak musuh sekaligus. Pemain diharapkan dapat berganti-ganti senjata sesuai situasi di medan perang, menggantikan sistem Stance yang sebelumnya disesuaikan dengan jenis musuh yang dihadapi.

Tidak hanya itu, Fox juga menyebutkan bahwa pemain bisa kehilangan senjata utama mereka dalam pertempuran. Dalam situasi seperti ini, pemain harus segera mengambil senjata terdekat yang tersedia di lingkungan untuk melanjutkan pertempuran. Mekanik ini disebut akan memberikan sensasi pertarungan yang lebih realistis, penuh tekanan, dan menantang.

Selain senjata tradisional, Ghost of Yotei juga akan memperkenalkan penggunaan senjata api. Efektivitas senjata api akan sangat bergantung pada konteks dan waktu penggunaannya. Jika digunakan dengan tepat, senjata ini bisa menjadi alat yang sangat mematikan di tangan pemain.

Satu tambahan menarik lainnya adalah kehadiran Serigala sebagai pendamping karakter utama, Atsu. Tidak seperti hewan peliharaan pada umumnya, Serigala ini digambarkan sebagai makhluk dengan kepribadian dan naluri yang unik. Fox menjelaskan bahwa Serigala tersebut tidak hanya akan membantu dalam pertempuran, tetapi juga merepresentasikan alam liar wilayah Ezo, latar tempat dalam game ini.

Serigala ini bukan sekadar alat bantu tempur, melainkan makhluk kompleks yang akan hadir di beberapa momen penting selama permainan. Dengan kecerdasan dan instingnya sendiri, hewan ini akan setia menemani Atsu di berbagai misi dan medan pertempuran.

Secara keseluruhan, Ghost of Yotei menjanjikan pengalaman baru yang lebih segar dari pendahulunya, dengan mekanik pertarungan yang lebih adaptif dan kisah petualangan yang mendalam. Para penggemar bisa menantikan bagaimana inovasi ini akan membawa nuansa baru dalam genre aksi-petualangan Jepang. Baca berita lain di sini.

Samsung Pastikan Smartphone Lipat Tiga Sedang Disempurnakan

Samsung Pastikan Smartphone Lipat Tiga terbarunya Sedang Disempurnakan. Setelah sebelumnya hanya sebatas rumor, kini perusahaan asal Korea Selatan tersebut secara resmi mengonfirmasi bahwa perangkat inovatif itu memang sedang dalam tahap penyempurnaan dan bisa saja diluncurkan sebelum tahun 2025 berakhir.

Berita ini menarik perhatian setelah acara Galaxy Unpacked yang baru saja berlangsung tidak memberikan satu pun informasi mengenai perangkat lipat tiga yang selama ini dikenal sebagai Galaxy G Fold. Absennya informasi ini sempat menimbulkan spekulasi bahwa proyek tersebut mungkin tertunda atau dibatalkan. Namun, kenyataannya justru sebaliknya.

Dalam wawancara bersama Korea Times, Roh Tae-moon yang menjabat sebagai pimpinan sementara divisi Samsung Electronics Device Experience mengonfirmasi bahwa mereka sedang mempersiapkan smartphone lipat tiga. Ia menyebutkan bahwa perangkat tersebut saat ini masih dalam tahap penyempurnaan, terutama dari sisi kualitas dan pengalaman pengguna. Nama resmi dari perangkat ini juga belum diputuskan.

Lebih lanjut, Roh menjelaskan bahwa meski belum diumumkan secara luas, kemungkinan besar perangkat tersebut akan dirilis sebelum akhir tahun 2025. Samsung tampaknya ingin memastikan bahwa produk ini benar-benar siap dari segala aspek sebelum diperkenalkan ke publik secara resmi.

Meski sudah hampir rampung, muncul dugaan bahwa Samsung belum sepenuhnya yakin akan keberhasilan produk ini di pasar. Dalam laporan terpisah dari Android Authority, disebutkan bahwa perangkat lipat tiga tersebut sebenarnya sudah dalam kondisi siap rilis. Namun, alasan utama penundaan diduga karena kekhawatiran internal Samsung terkait potensi penjualannya.

Hal ini cukup bisa dimaklumi, mengingat perangkat dengan desain unik seperti smartphone lipat tiga tentu tidak menyasar pasar umum. Segmentasi pasarnya kemungkinan besar akan terbatas pada konsumen premium atau kalangan profesional yang benar-benar membutuhkan layar ekstra luas dalam perangkat mobile. Selain itu, harga jual yang diperkirakan sangat tinggi menjadi salah satu pertimbangan utama.

Samsung tampaknya juga sedang memantau respon pasar terhadap perangkat serupa yang sudah lebih dahulu dirilis oleh Huawei. Huawei telah lebih dahulu meluncurkan ponsel lipat tiga, sehingga memberikan tekanan lebih bagi Samsung untuk tidak hanya mengikuti, namun benar-benar menghadirkan inovasi yang lebih matang dan unik.

Dari sisi teknologi, ponsel lipat tiga jelas menjanjikan fleksibilitas lebih tinggi dibandingkan model lipat dua yang sudah ada. Namun, tantangannya juga besar: mulai dari ketahanan engsel, ketebalan perangkat saat dilipat, hingga bagaimana sistem operasi mengelola tampilan pada tiga layar yang terhubung.

Apakah Samsung Pastikan Smartphone Lipat Tiga akan benar-benar merilis tahun ini? Kita masih harus menunggu pengumuman resminya. Yang pasti, jika perangkat ini berhasil diluncurkan, maka Samsung akan menjadi pemain besar berikutnya dalam dunia perangkat mobile dengan inovasi layar lipat tiga. Baca berita lain di sini.

Perusahaan Kripto Pertama Siap IPO di Indonesia

Sebuah gebrakan historis di pasar modal Indonesia! Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi adanya satu perusahaan kripto yang tengah serius menjajaki rencana perusahaan kripto pertama penawaran umum saham perdana (IPO) di bursa efek Tanah Air. Ini menandai babak baru bagi industri aset digital yang semakin matang dan diakui.

Dari meja diskusi OJK di Jakarta, Kamis (12/2), Hasan Fawzi, sang Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi, menegaskan: tak ada bedanya dengan sektor lain, perusahaan kripto punya tiket setara untuk ‘melantai’ di bursa. ‘Minatnya? Luar biasa diminati,’ tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa permohonan IPO sudah diajukan oleh perusahaan kripto pertama kripto tersebut dan kini sedang menjalani proses lanjutan, tentu saja dengan syarat harus memenuhi kriteria ketat yang dipersyaratkan oleh OJK. Meski antusiasme pasar terhadap aset kripto sangat tinggi, Hasan menekankan pentingnya kecukupan informasi dan mitigasi risiko. Ia mengingatkan dengan tegas, ‘Yang jadi fokus kami adalah: apakah ada cukup informasi di balik layar? Di tengah industrinya yang masih hijau ini, kita tak boleh lengah pada potensi risiko yang mengintai.’ Sebuah penekanan pada sifat industri yang terus bergejolak.

Pasar Kripto Indonesia: Melesat dengan Gemilang

Data terbaru dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menjadi bukti nyata lonjakan pesat pasar kripto di Indonesia. Bukan main! NIndonesia kini jadi panggung fenomena kripto! Nilai transaksi melonjak gila-gilaan, menyentuh Rp650,61 triliun, seolah meledak empat kali lipat dari ‘hanya’ Rp149,25 triliun di tahun sebelumnya.

Dampak gelombang digital begitu terasa: jumlah pengguna aset kripto di Indonesia melesat hingga 22,91 juta pelanggan pada 2024, sinyal adopsi yang tak terbantahkan di tengah masyarakat. Studi yang dilakukan oleh ABI-Aspakrindo dan ICN-Coinvestasi menempatkan Indonesia sebagai peringkat ketiga dunia dalam indeks adopsi aset kripto global.

Hasan Fawzi melihat peluang besar untuk peningkatan pesat transaksi aset kripto ke depan. Dia memaparkan, ‘Pintu utama bagi aset kripto adalah inovasi teknologi, yang bisa mempercepat efisiensi dan merangkul inklusi keuangan. Dan yang terpenting, dengan regulasi yang kuat, aset ini punya daya dorong signifikan untuk ekonomi kita, khususnya di bidang keuangan digital,’ ungkapnya secara tertulis pekan lalu (5/2).

Tantangan Literasi dan Keamanan: PR Besar Industri Kripto

Namun, di balik peluang menjanjikan, ada sejumlah tantangan besar dalam pengembangan aset kripto yang harus dihadapi. Pertama, karakteristik desentralisasi dan global aset kripto memerlukan pengawasan yang sangat teliti terhadap fluktuasi harga dan kemungkinan manipulasi pasar.

Di sisi lain, kelemahan fatal aset kripto adalah kerentanannya terhadap serangan digital; peretasan, pencucian uang, dan pembiayaan terorisme menjadi momok yang tak terhindarkan. Ketiga, infrastruktur pengawasan yang memadai masih perlu terus ditingkatkan.

Tantangan keempat yang tak kalah krusial adalah edukasi dan pemahaman masyarakat atas aset kripto. Dino Milano Siregar, Kepala Departemen Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, menyatakan bahwa pemahaman masyarakat Indonesia mengenai aset kripto masih minim..

Ia memaparkan temuan survei yang mengkhawatirkan: ‘Ironisnya, hanya 31,8% dari partisipan yang berhasil menangkap esensi dasar [kripto],’ ungkapnya dalam gelaran Indonesia Crypto Outlook 2025 pada 7 Februari. Ia menambahkan, ketika survei ditingkatkan ke arah pengetahuan lebih lanjut, persentase pemahaman aset kripto semakin menurun drastis. Padahal, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 menunjukkan tingkat literasi keuangan Indonesia secara menyeluruh mencapai 65%. Kebenaran pahitnya, ujar Dino, adalah bahwa hanya secuil masyarakat yang mengerti esensi dunia kripto.

Oleh karena itu, edukasi dan literasi yang masif terkait aset kripto di Indonesia menjadi sangat penting. Lebih dari sekadar melindungi konsumen, langkah ini adalah kunci untuk membasmi misinformasi, praktik manipulasi pasar, dan investasi yang culas.

Firasat itu terbukti! Ternyata, sinyal sudah berhembus dari akhir 2024! Inarno Djajadi, ‘juru kemudi’ Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, kala itu (14/12) sudah memberi isyarat: ‘Untuk saat ini, yang bisa kami sampaikan adalah,’ katanya, ‘adalah bahwa OJK sedang dalam proses penelaahan beberapa calon emiten, dan ya, salah satunya memang bermain di industri kripto.

Meski demikian, Inarno masih enggan membuka tabir lebih jauh. ‘Nama perusahaan, jumlah aset, atau nilai penawaran umum masih menjadi rahasia hingga masing-masing calon emiten mengantongi izin publikasi untuk proses bookbuilding,’ pungkasnya, menjaga kerahasiaan ketat.
Dengan IPO ini, industri kripto Indonesia berpotensi memasuki era baru, membawa investasi yang lebih terstandardisasi dan diawasi. Namun, PR besar OJK dan pelaku industri adalah bagaimana memastikan masyarakat benar-benar memahami seluk-beluknya agar potensi besar ini tidak berujung pada risiko yang tak terkendali. Baca berita lain di sini.

Video AI dan Konten Instan Resmi Kehilangan Cuan Mulai Hari Ini!

Bersiaplah, para kreator konten! Mulai hari ini, ribuan video di YouTube resmi kehilangan hak monetisasi. Platform video AI dan konten instan terbesar di dunia itu mulai menerapkan kebijakan baru yang jauh lebih ketat, menargetkan konten yang dinilai tidak otentik (inauthentic content) dalam program YouTube Partner Program (YPP). Ini adalah pukulan telak bagi kanal-kanal yang selama ini mengandalkan produksi konten massal, repetitif, atau berbau spam.

Perubahan signifikan ini, yang sudah diumumkan YouTube melalui laman Google Support, memperbarui pedoman YPP untuk “lebih mudah mengidentifikasi konten yang diproduksi massal dan repetitif.” Meskipun YouTube selalu mengutamakan orisinalitas dan nilai tambah, pembaruan kali ini mengganti istilah lama “repetitious content” menjadi “inauthentic content”, sebuah pergeseran fokus yang krusial.

Inauthentic Content: Target Utama Kebijakan Baru

Pergeseran istilah ini bukan tanpa makna. Ini menandakan bahwa YouTube kini menolak keras karya-karya yang dihasilkan secara instan, terutama dengan bantuan teknologi AI generatif tanpa sentuhan kreatif manusia. Konten yang bersifat berulang, diproduksi secara besar-besaran, atau tampak seperti spam, kini secara jelas dinyatakan tidak lagi memenuhi kriteria untuk dimonetisasi.

Namun, YouTube menegaskan bahwa pembaruan ini bukan berarti larangan total terhadap penggunaan AI. Kreator masih diperbolehkan menggunakan AI sebagai alat bantu, asalkan konten yang dihasilkan tetap orisinal dan tidak diproduksi secara otomatis tanpa nilai kreatif yang berarti. AI boleh jadi asisten, tapi bukan pengganti kreativitas dan pemikiran manusia.

Siapa yang Paling Terdampak?

Dalam praktiknya, banyak kanal YouTube yang selama ini memproduksi konten dengan formula yang sama: menggunakan narasi AI, dikombinasikan dengan foto atau video stok generik, lalu diunggah dalam jumlah besar dengan pola yang identik. Jenis konten inilah yang kini menjadi target utama “inauthentic content” dan terancam kehilangan akses monetisasi.

Beberapa contoh konten lain yang berisiko tinggi terdampak kebijakan baru ini meliputi:

video AI dan konten instan dengan skrip dan format sama yang diunggah berulang-ulang: Kurangnya variasi dan orisinalitas akan jadi masalah.

Kompilasi klip tanpa penambahan narasi, analisis, atau komentar yang berarti: Sekadar menggabungkan klip tanpa nilai tambah tidak lagi diizinkan.

Jika AI bicara tanpa jiwa, YouTube akan tahu. Konten yang hanya mengandalkan narasi otomatis, tanpa bumbu kreativitas dan editan manusia, ibarat hidangan ‘mentah’ yang tak akan disajikan di meja monetisasi.

Video berita atau dokumenter yang dibuat sepenuhnya oleh AI tanpa intervensi atau kreativitas manusia: Keaslian dan perspektif manusia menjadi kunci.

Konsekuensi Berat Bagi Pelanggar

Jika seorang kreator terus-menerus mengunggah konten yang tidak autentik, kanal mereka bisa saja kehilangan akses ke monetisasi. Lebih lanjut, apabila pelanggaran tetap berlanjut, kanal tersebut dapat dihapus secara permanen dari YPP, yang artinya tidak bisa dimonetisasi di masa mendatang.

Sebagai arsitek di balik editorial YouTube dan penghubung kreator, Rene Ritchie membeberkan: ‘Langkah ini kami ambil demi mempermudah identifikasi konten-konten yang disuntik secara massal atau diulang-ulang—sebuah pola yang memang sudah lama kami tolak untuk dimonetisasi tak berhak dimonetisasi karena dianggap mengganggu penonton.’ Ini merupakan upaya strategis YouTube untuk menjaga mutu platform dan memastikan pengalaman pengguna tetap optimal.

Syukurlah, lampu hijau tetap menyala! YouTube menegaskan bahwa aturan ‘reuse content’ (seperti video reaksi, komentar, atau kompilasi) tidak bergeser sedikit pun. Video jenis ini tetap dapat dimonetisasi selama menawarkan nilai tambah yang nyata dan tidak hanya sekadar menyalin konten dari pihak lain. Artinya, kreativitas dalam mengolah kembali konten tetap diapresiasi, asalkan ada sentuhan orisinal yang kuat dari kreator.
Kebijakan anyar ini menandai babak baru dalam komitmen YouTube menjaga ekosistemnya tetap prima, sekaligus ‘menyuntik’ semangat para kreator untuk menelurkan karya-karya orisinal nan berkualitas. Bagi para pembuat konten sejati, inilah panggung untuk bersinar dengan inovasi tak terbatas. Baca berita lain di sini.

PUBG Mobile Hadirkan Optimus Prime di Jalur Kendal

PUBG Mobile kembali menarik perhatian publik dengan menghadirkan instalasi bertema Transformers di pusat ibu kota. Kali ini, kolaborasi epik antara PUBG Mobile Hadirkan Optimus Prime ke Terowongan Kendal, Jakarta – sebuah lokasi strategis yang menghubungkan Stasiun KRL Sudirman dengan Stasiun MRT Dukuh Atas BNI.

Sejak awal Juli 2025, pengunjung yang melintasi Terowongan Kendal disambut oleh sebuah airdrop raksasa yang berdiri megah di tengah area pejalan kaki. Instalasi ini merupakan bagian dari promosi pembaruan konten PUBG Mobile versi 3.9, yang menampilkan kolaborasi spesial bersama Transformers, salah satu franchise fiksi ilmiah paling ikonik.

Puncak acara pembukaan berlangsung meriah pada Sabtu, 12 Juli 2025, di mana ribuan orang memadati Terowongan Kendal untuk menyaksikan langsung momen peluncuran instalasi tersebut. Sorotan utama dari acara ini tentu saja adalah penampakan figur Optimus Prime setinggi lebih dari dua meter, yang tampil kokoh dan mencuri perhatian di tengah area publik tersebut. Kehadirannya menjadi simbol utama dari kerja sama PUBG Mobile dan Transformers.

Tak hanya instalasi visual yang memukau, berbagai aktivitas menarik juga diselenggarakan di lokasi. Booth PUBG Mobile dipadati pengunjung yang ingin mendapatkan merchandise eksklusif secara gratis, cukup dengan mengikuti sejumlah tantangan seru. Para cosplayer yang mengenakan kostum karakter-karakter Transformers juga menambah kemeriahan acara, menjadi incaran para fotografer dan penggemar.

Instalasi ini dirancang agar dapat dinikmati masyarakat hingga 21 Juli 2025, memberikan waktu yang cukup bagi warga Jakarta dan wisatawan untuk merasakan pengalaman unik dan fotogenik bersama Optimus Prime.

Kerja sama ini bukanlah yang pertama kali dijalankan oleh PUBG Mobile untuk mendekatkan diri dengan komunitas penggemar di dunia nyata. Sebelumnya, mereka juga melakukan kerja sama dengan Attack on Titan, dengan menghadirkan dekorasi khusus di Stasiun Jakarta Kota serta gerbong KRL Jakarta–Bogor. Aktivasi tersebut menuai antusiasme tinggi dan menjadi viral di media sosial karena pengalaman yang imersif dan tidak biasa.

Lebih dari sekadar gim, PUBG Mobile juga terus menjalin koneksi dengan berbagai sektor hiburan. Salah satu contoh yang menonjol adalah kerja sama dengan penyanyi muda berbakat Bernadya. PUBG Mobile mendukung penyelenggaraan konser solo pertamanya yang bertajuk “Babak Penutup: Untungnya, Untungnya” di Taman Ismail Marzuki pada 20 Juni lalu. Kolaborasi ini juga mencakup pembuatan konten video musik dan elemen in-game eksklusif yang bertema musik. PUBG mobile hadirkan Optimus Prime.

Kehadiran Optimus Prime di pusat kota Jakarta menunjukkan bahwa PUBG Mobile tidak hanya berorientasi pada pengalaman bermain digital, tetapi juga membangun hubungan emosional secara langsung melalui acara interaktif di ruang publik. Dengan memadukan teknologi, budaya pop, dan kreativitas, PUBG Mobile sukses menghadirkan pengalaman berbeda yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, tidak terbatas pada gamer saja. Baca berita lain di sini.

Honor Pad GT2 Pro Hadirkan Kinerja Tangguh

Persaingan di pasar tablet semakin sengit, terlebih dengan munculnya bocoran spesifikasi dari tablet terbaru besutan Honor. Produk sebagai penerus Honor Pad GT Pro dan diluncurkan dengan nama Honor Pad GT2 Pro . Keunggulan utamanya? Penggunaan chipset kelas atas dari Qualcomm serta layar berkualitas tinggi yang mendukung pengalaman visual dan performa multitasking.

Spesifikasi Unggulan Honor Pad GT2 Pro

Laporan terbaru dari GSMArena, Honor Pad GT2 Pro akan menggunakan chipset Snapdragon 8 Gen 3, yang dibuat dengan proses pembuatan 4nm. Chipset ini termasuk salah satu yang paling canggih dari Qualcomm saat ini dan biasa digunakan pada perangkat flagship.

Tablet ini dibekali layar IPS LCD berukuran 12,5 inci dengan resolusi 3K dan refresh rate mencapai 165Hz, menjadikannya sangat cocok untuk kebutuhan hiburan maupun produktivitas. Pengguna akan merasakan tampilan visual yang tajam, halus, dan nyaman di mata, baik untuk bermain game, menonton film, maupun mengerjakan dokumen.

Dari sisi penyimpanan dan RAM, Honor Pad GT2 Pro ditawarkan dalam berbagai varian, mulai dari RAM 8GB hingga 16GB serta penyimpanan internal 128GB sampai 512GB. Dengan opsi sebesar itu, pengguna tidak perlu khawatir kehabisan ruang untuk menyimpan file maupun menjalankan aplikasi berat secara bersamaan.

Tablet ini dilengkapi dengan baterai besar 10.100mAh yang dapat bertahan seharian penuh untuk pemakaian biasa. Tak hanya itu, perangkat ini mendukung pengisian cepat 66W, memungkinkan baterai terisi penuh dalam waktu singkat—sebuah fitur penting bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.

MagicOS 9 yang dijalankan adalah sistem operasi berbasis Android 15, yang dikatakan menawarkan antarmuka yang lebih mudah dipahami, ringan, dan mendukung berbagai fitur multitasking. Menariknya lagi, tablet ini memiliki delapan speaker yang tersebar di sisi kiri dan kanan, menjamin kualitas audio yang imersif untuk menikmati berbagai konten multimedia.

Kisaran Harga dan Ketersediaan

Honor Pad GT2 Pro kabarnya akan dipasarkan mulai dari Rp5 juta untuk varian paling rendah (RAM 8GB + 128GB). Sementara itu, versi tertingginya—dengan RAM 16GB dan penyimpanan 512GB—akan dibanderol di kisaran Rp7 jutaan. Harga tersebut masih bersifat perkiraan untuk pasar China, karena Honor baru membuka masa pemesanan awal (early bird) di sana.

Belum ada kepastian soal kapan perangkat ini masuk ke pasar Indonesia maupun harga pastinya di Tanah Air. Namun, mengingat fitur yang ditawarkan, tablet ini berpotensi menarik minat banyak pengguna yang mencari tablet performa tinggi dengan harga yang kompetitif.

Jika masuk resmi ke Indonesia, Honor Pad GT2 Pro bisa menjadi pilihan menarik di kelas menengah-atas, khususnya bagi mereka yang mencari tablet dengan kemampuan gaming, kerja, dan hiburan dalam satu perangkat. Baca berita lain di sini.

ABI Resmi Jadi Penjaga Keuangan Digital

Di tengah pesatnya laju inovasi teknologi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah berani yang akan mengubah lanskap keuangan digital Indonesia. Terobosan penting terjadi! Resmi sudah! Gelar prestisius kini disandang ABI Resmi Jadi Penjaga asosiasi penyelenggara utama Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK). Ini bukan sekadar formalitas, melainkan tonggak sejarah: sebuah mandat kolosal yang menempatkan ABI di garis depan untuk mengawal, membimbing, dan memacu kemajuan teknologi blockchain serta inovasi digital di kancah keuangan nasional. Ini sekaligus menegaskan posisi ABI sebagai mitra strategis OJK dalam mempercepat integrasi teknologi baru yang menjanjikan transparansi, keamanan, dan keberlanjutan.

Keputusan signifikan ini tercantum dalam Surat OJK Nomor S-335/IK.01/2025 yang bertanggal 25 Juni 2025 dan mulai berlaku efektif sejak saat itu. Dengan penetapan ini, blockchain secara resmi diakui sebagai bagian integral dari ITSK yang berada di bawah pengawasan ketat OJK. Implikasinya? Dengan mandat baru ini, ABI siap bekerja keras. Mereka bertanggung jawab penuh untuk menetapkan tolok ukur industri, menjaga agar semua pelaku usaha patuh, dan yang terpenting, mengamankan hak-hak konsumen di ranah teknologi keuangan blockchain.

ABI: Jembatan Strategis Antara Industri dan Regulator

Senyum optimis menghiasi wajah Robby, Ketua Umum ABI, saat menyambut penunjukan ini. Dalam rilis persnya pada Sabtu, 5 Juli 2025, ia menyatakan, ‘Penunjukan ini adalah babak baru bagi ABI, sebuah peran strategis yang memperkuat kami sebagai sekutu OJK dalam mewujudkan visi inovasi keuangan digital Indonesia.

Ia juga menegaskan bahwa mandat ini secara efektif menempatkan ABI sebagai penghubung vital antara geliat industri dan kebijakan regulator. “Ini bukan hanya pernyataan resmi, tetapi juga menegaskan peran ABI sebagai jembatan strategis antara sektor industri dan pembuat kebijakan,” tambah Robby. Peran ini krusial untuk memastikan regulasi yang adaptif dan inovasi yang bertanggung jawab berjalan seiring.

Dengan mandat baru ini, ABI kini memiliki segudang kewajiban. Mereka harus menyusun mekanisme evaluasi mandiri, menegakkan kode etik yang kuat, menyelesaikan pengaduan konsumen secara adil, menyelenggarakan pelatihan industri untuk meningkatkan kompetensi, serta melaporkan perkembangan sektor secara berkala kepada OJK. Tak hanya itu, asosiasi juga diminta aktif menjalin kerja sama strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional, untuk memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam inovasi global.

Keyakinan terpancar jelas dari Asih Karnengsih, Direktur Eksekutif Asosiasi Blockchain Indonesia, saat ia menerima mandat ini, menegaskan, ‘Komitmen kami bulat: menjalankan peran baru ini dengan akuntabilitas penuh, selaras dengan pengawasan ketat OJK dan jalur kebijakan nasional, ‘sebuah penegasan komitmen ABI Resmi Jadi Penjaga terhadap pengelolaan yang baik.

Siapa Sebenarnya Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI)?

Melansir laman resminya, Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) adalah organisasi nirlaba yang menjadi payung bagi para pelaku usaha di sektor teknologi blockchain dan pedagang aset kripto di Indonesia. ABI didirikan dengan misi mulia: menciptakan lingkungan usaha yang berkualitas, mendukung pemahaman dan pemanfaatan teknologi blockchain, serta meningkatkan daya saing teknologi canggih ini beserta aset digitalnya, baik di panggung nasional maupun internasional.

Ketua Robby berhasil menyatukan lebih dari 65 entitas bisnis. Mereka adalah tulang punggung ABI, semua bergerak di garis depan revolusi blockchain, aset digital, dan kripto. Anggota ABI sangat beragam, mulai dari perusahaan exchange kripto, pengembang teknologi blockchain, hingga penyedia layanan terkait lainnya.
Komitmen ABI tidak hanya terbatas pada pengawasan. Mereka aktif menjalankan perannya melalui program edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan literasi blockchain, melakukan advokasi kebijakan yang konstruktif demi mendukung pengembangan industri, serta menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara regulator dan pelaku usaha. Dengan penunjukan ini, ABI kini bukan hanya fasilitator, tetapi juga pilar penting dalam membentuk masa depan keuangan digital Indonesia yang inovatif dan terpercaya. Baca berita lain di sini.

Samsung Siap Luncurkan Kalung Pintar Berbasis AI!

Bersiaplah, karena masa depan wearable technology akan semakin bergaya! Samsung siap luncurkan kalung dikabarkan sedang menggarap perangkat wearable revolusioner terbaru mereka, yang santer disebut-sebut sebagai kalung pintar hingga anting berbasis kecerdasan buatan (AI). Ini bukan lagi sekadar jam tangan atau kacamata, melainkan perhiasan yang akan mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi.

Won Joon Choi, Chief Operating Officer dari divisi pengalaman mobile Samsung, membagikan informasi menarik. Menurutnya, teknologi AI akan menjadi kunci gelombang baru perangkat yang memungkinkan pengguna berkomunikasi dan menyelesaikan berbagai tugas dengan lebih cepat dan intuitif, bahkan tanpa perlu repot mengeluarkan ponsel dari saku.

Choi membayangkan perangkat-perangkat inovatif ini akan hadir dalam bentuk yang dikenakan di leher, telinga, atau bahkan jari. “Kami meyakini bahwa alat ini harus dapat dipakai, bukan sesuatu yang perlu dibawa,” ujarnya, seperti yang dilaporkan CNN, Jumat (11/7). Ia kemudian menambahkan, “Jadi, bisa jadi sesuatu yang dikenakan, seperti kacamata, anting-anting, jam tangan, cincin, dan terkadang kalung.” Ini mengindikasikan bahwa Samsung sedang serius menjajaki ekosistem wearable yang jauh lebih luas dan fashionable.

Perang Wearable AI: Samsung Siap Luncurkan Kalung Siap Bersaing

Samsung bukanlah satu-satunya raksasa teknologi yang berlomba mengembangkan perangkat baru berbasis AI. Meta, misalnya, sudah punya kacamata pintar hasil kolaborasi dengan Ray-Ban yang terjual 2 juta unit sejak 2023. Perusahaan induk Facebook itu bahkan baru-baru ini mengakuisisi saham minoritas di EssilorLuxottica, induk Ray-Ban, menunjukkan keseriusan mereka dalam perangkat wearable AI.

Perlombaan kacamata pintar kian sengit, dengan Google dan Snap aktif mengembangkan perangkatnya. Sementara itu, OpenAI dan mantan desainer Apple, Jony Ive, dikabarkan berkolaborasi dalam proyek perangkat AI misterius yang dijadwalkan rilis tahun depan. Persaingan di ranah wearable AI tampaknya akan semakin memanas.

Ketika ditanya apakah Samsung secara aktif meneliti pengembangan anting-anting atau perhiasan pintar lainnya seperti kalung atau gelang, Choi tidak menampik. Ia menyatakan perusahaan sedang meneliti berbagai kemungkinan. “Apa yang kamu pakai? Kacamata, anting-anting… kalung, jam tangan, dan cincin, sesuatu seperti itu,” ujarnya, mengisyaratkan eksplorasi yang sangat beragam.

Bukan Sekadar Mimpi: Strategi Samsung untuk Masa Depan

Penting untuk dicatat bahwa semua kemungkinan ini masih dalam tahap penelitian dan pengembangan. Samsung, seperti perusahaan teknologi besar lainnya, secara rutin membuat prototipe dan mengevaluasi teknologi baru secara internal sebelum membawanya ke pasar.

Kita telah melihat bagaimana beberapa startup teknologi mencoba mengembangkan gadget AI baru untuk menggantikan smartphone dalam tugas tertentu, namun upaya tersebut seringkali gagal. Contoh paling nyata adalah Humane AI Pin, yang dibuat oleh dua mantan karyawan Apple. Produk ini gagal di pasaran karena harga tinggi dan kinerja yang bermasalah, hingga akhirnya perusahaannya menghentikan produk tersebut dan menjual sebagian asetnya kepada HP.

Namun, pendekatan Samsung berbeda. Mereka tidak bermaksud menggantikan smartphone. Sebaliknya, perangkat AI terbaru ini dirancang untuk berfungsi sebagai pendamping setia bagi ponsel Anda, mirip dengan bagaimana jam tangan pintar mereka beroperasi saat ini. Ide ini menawarkan perpaduan yang lancar dan peningkatan pengalaman bagi pengguna.

Dan jangan lupakan kacamata pintar yang sedang dikembangkan Samsung, yang detailnya masih dirahasiakan. Choi memberi petunjuk, itu mungkin baru permulaan. “Kami saat ini aktif merancang kacamata, tetapi ada beberapa orang yang enggan memakai kacamata karena mengubah tampilan mereka,” ujarnya. “Jadi, kami juga sedang menjajaki jenis perangkat lain.” Ini jelas menunjukkan ambisi Samsung untuk menawarkan pilihan wearable AI yang lebih personal dan sesuai gaya hidup penggunanya.
Dengan kalung pintar dan anting-anting AI yang inovatif, Samsung berpotensi tidak hanya mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi, tetapi juga cara kita berekspresi melalui gaya pribadi. Ini adalah era baru di mana teknologi canggih melebur sempurna dengan fesyen. Baca berita lain di sini.

JBL Rilis Headphone Premium Tour One M3 Smart TX

JBL rilis Headphone Premium flagship terbarunya, JBL Tour One M3 Smart TX, di pasar Indonesia. Headphone nirkabel ini tidak hanya hadir dengan kualitas suara mumpuni, tetapi juga membawa teknologi audio terbaru, termasuk DAC bawaan dan integrasi transmitter pintar JBL Smart TX.

Menurut Malissa Sofar, Senior Product Trainer Consumer Audio di Harman Indonesia, headphone ini membawa banyak pembaruan baik dari segi teknologi maupun kenyamanan desain. Dengan desain over-ear yang ergonomis, Tour One M3 Smart TX dibuat untuk memberikan kenyamanan saat digunakan dalam jangka waktu lama.

Performa audio Tour One M3 Smart TX diperkuat oleh driver 40mm yang menggunakan kubah mika. Kombinasi ini menghasilkan suara bass yang dalam, midrange yang seimbang, serta treble yang jernih. Headphone ini memiliki respons frekuensi sangat luas, dari 10 Hz hingga 40 kHz, mendukung pengalaman mendengarkan musik yang sangat detail.

Fitur lain yang menonjol adalah built-in DAC (Digital-to-Analog Converter), yang memungkinkan transmisi suara lossless berkualitas tinggi tanpa kompresi melalui koneksi USB-C maupun jack audio 3,5mm. Ditambah dukungan terhadap codec LDAC dan kemampuan memutar audio 24-bit, headphone ini siap menyajikan suara resolusi tinggi.

Agar pengalaman audio lebih mendalam, Tour One M3 Smart TX dilengkapi fitur Spatial Sound 360 derajat yang memiliki pelacakan pergerakan kepala. Fitur ini sangat cocok digunakan saat menonton film atau bermain game, memberikan kesan audio yang mengelilingi pengguna.

Headphone ini juga dibekali teknologi Active Noise Cancellation (ANC) yang ditenagai oleh delapan mikrofon. Mikrofon ini berfungsi dengan cara adaptif untuk mengurangi suara dari lingkungan seperti angin, kebisingan jalanan, atau obrolan orang lain. Bila pengguna ingin tetap mendengar suara sekitar, cukup aktifkan fitur Ambient Aware dengan satu tombol.

Selain itu, terdapat empat mikrofon beamforming yang dilengkapi dengan AI untuk mendeteksi suara pengguna dan meminimalkan kebisingan serta gema saat melakukan panggilan. Fitur Smart Talk juga memungkinkan musik otomatis dijeda ketika pengguna mulai berbicara.

Transmitter ini memungkinkan koneksi nirkabel ke berbagai perangkat, termasuk TV, komputer, dan bahkan sistem hiburan pesawat terbang. Menariknya lagi, transmitter ini punya layar sentuh mini yang memudahkan pengaturan equalizer, kontrol pemutaran, dan bahkan melakukan panggilan langsung.

Teknologi Auracast juga disematkan, memungkinkan transmisi audio dari satu sumber ke banyak headphone sekaligus — cocok untuk berbagi pengalaman mendengarkan bersama.

Untuk daya tahan, baterai 850 mAh-nya mampu bertahan hingga 70 jam. Pengisian cepat lima menit dapat memberikan tambahan waktu mendengarkan selama lima jam. Konektivitas ditunjang oleh Bluetooth 5.3, sambungan USB-C, dan dukungan Google Fast Pair. Pengguna juga bisa menghubungkan dua perangkat sekaligus secara bersamaan.

JBL rilis Headphone Premium Tour One M3 Smart TX dan tersedia dalam pilihan warna Hitam, Mocha, dan Biru, dengan harga resmi Rp 7.499.000. Produk ini sudah bisa dipesan mulai 16 Juli 2025 melalui situs resmi JBL Store Indonesia. Selama masa promosi hingga 18 Juli 2025, pembeli berkesempatan mendapatkan hadiah berupa speaker JBL Horizon 2 dan voucher Traveloka. Baca berita lain di sini.

Total Hadiah MSC 2025 Mobile Legends Mencapai Rp 48,8 Miliar

Turnamen Mobile Legends Mid Season Cup (MSC) 2025 akan segera digelar sebagai bagian dari rangkaian acara besar Esports World Cup (EWC) 2025. Turnamen ini menjadi salah satu acara paling bergengsi dalam dunia e-sports, dengan total hadiah MSC 2025 mencapai puluhan miliar rupiah.”

Mengutip akun Instagram resmi penyelenggara pada Rabu (16/7/2025), total hadiah yang disiapkan untuk MSC 2025 mencapai 3 juta dolar Amerika Serikat, yang jika dikonversikan setara dengan sekitar Rp 48,8 miliar. Tim yang berhasil keluar sebagai juara pertama akan membawa pulang hadiah utama senilai 1 juta dolar AS atau sekitar Rp 16,2 miliar.

Meski juara pertama mendapatkan porsi terbesar dari total hadiah, seluruh tim peserta tetap akan menerima bagian masing-masing sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam turnamen ini. Selain hadiah tim, tersedia pula penghargaan individu seperti gelar Most Valuable Player (MVP) yang juga disertai dengan hadiah tambahan.

Rincian Hadiah MSC 2025

Berdasarkan informasi terbaru, setidaknya 23 tim akan menerima bagian dari total prize pool. Berikut adalah alokasi hadiah sesuai dengan posisi akhir dalam turnamen:

  • Juara 1: USD 1.000.000
  • Peringkat 2: USD 500.000
  • Peringkat 3: USD 250.000
  • Peringkat 4: USD 150.000
  • Peringkat 5-8: USD 100.000
  • Peringkat 9-12: USD 66.000
  • Peringkat 13-16: USD 50.000
  • Peringkat 17: USD 41.000
  • Peringkat 18-19: USD 35.000
  • Peringkat 20-21: USD 32.500
  • Peringkat 22-23: USD 30.000

Tim Peserta dan Format Turnamen

Setelah seluruh kualifikasi regional selesai digelar, sebanyak 16 tim telah resmi lolos ke babak utama MSC 2025. Mereka akan bergabung dengan tujuh tim lainnya dari jalur Wildcard untuk memperebutkan gelar juara.

Babak group stage akan menjadi tahap pertama dari pertandingan utama, dan akan berlangsung selama lima hari, dari tanggal 23 hingga 27 Juli 2025. Dari setiap grup, hanya empat tim terbaik yang akan lolos ke babak knockout stage.
Pembagian Grup MSC 2025

Grup A

  • CFU Gaming
  • Corinthians
  • Mythic SEAL
  • Onic ID
  • SRG.OG
  • Team Liquid PH
  • Ultra Legends
  • Virtus.Pro

Grup B

  • Area 77
  • Aurora Turki
  • DianFengYaoGuai
  • HomeBois
  • Onic PH
  • RRQ Hoshi
  • Team Flash
  • Team Spirit

Kedua wakil Indonesia, yaitu Onic ID dan RRQ Hoshi, berada di grup yang berbeda. Hal ini memberi harapan bahwa keduanya bisa lolos ke fase gugur dan bahkan berjumpa di babak final. Dengan hadiah besar dan persaingan ketat, MSC 2025 diprediksi akan menjadi turnamen Mobile Legends paling seru tahun ini. Baca berita lain di sini.

Total Hadiah MSC 2025