Turnamen Street Fighter 6 Khusus Lansia Siap Digelar di Prancis

Selama ini, video game sering dianggap sebagai hiburan yang lekat dengan anak-anak maupun remaja. Namun, seiring berkembangnya teknologi serta hadirnya banyak game dengan akses yang lebih ramah, pandangan tersebut mulai bergeser. Dunia game kini semakin terbuka bagi semua kalangan, termasuk orang lanjut usia. Salah satu genre yang mampu menjangkau beragam usia adalah game pertarungan atau fighting games, yang dikenal mudah dipelajari namun tetap menantang, salah satunya diadakan turnamen Street Fighter 6 khusus lansia.

Melihat peluang ini, sebuah panti jompo modern asal Prancis bernama Domitys melakukan terobosan unik. Mereka mengumumkan penyelenggaraan Domitys Cup, sebuah turnamen Street Fighter 6 yang dikhususkan bagi para lansia dengan konsep yang menarik. Ajang ini akan dimulai pada September 2025 melalui babak kualifikasi regional di sejumlah kota besar Prancis.

Setiap tim peserta terdiri dari dua orang, yakni seorang lansia berusia minimal 60 tahun serta partner muda berusia antara 18 hingga 30 tahun. Kedua pemain akan bekerja sama untuk menghadapi lawan dalam format single-elimination dengan sistem best-of-three. Artinya, tim yang mampu memenangkan dua ronde terlebih dahulu akan melaju ke babak selanjutnya. Nantinya, para pemenang regional akan dipertemukan dalam final nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Oktober 2025.

Hadiah yang disiapkan pun tidak kalah istimewa. Pemenang Domitys Cup akan mendapatkan perjalanan gratis ke salah satu turnamen game pertarungan terbesar di dunia, yaitu Evo France 2025 yang diadakan di Nice. Paket hadiah tersebut sudah termasuk tiket perjalanan, akomodasi, serta kesempatan eksklusif untuk ikut berlaga dalam event bergengsi internasional tersebut.

Agar para lansia dapat beradaptasi dengan cepat, Domitys bekerja sama dengan salah satu pemain profesional asal Prancis, Kayane. Ia menyusun panduan sederhana yang menjelaskan dasar-dasar permainan, teknik penting, hingga strategi efektif dalam bermain Street Fighter 6. Dengan adanya materi khusus tersebut, para peserta senior bisa memahami mekanisme game tanpa merasa kewalahan.

Lebih jauh dari sekadar kompetisi, Domitys Cup juga membawa misi sosial. Kegiatan ini diharapkan mampu mengurangi rasa kesepian dan isolasi sosial yang sering dialami para manula. Melalui interaksi dengan generasi muda, mereka dapat merasakan semangat kebersamaan, bekerja sama dalam tim, serta menikmati atmosfer kompetitif yang menyenangkan.

Fenomena ini sekaligus menjadi bukti bahwa game tidak terbatas pada usia tertentu. Street Fighter 6, sebagai salah satu fighting game modern, ternyata mampu dinikmati siapa saja, termasuk mereka yang telah lanjut usia. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Universitas Montreal pada tahun 2023, yang menunjukkan bahwa bermain video game dapat membantu menjaga ketajaman kognitif, meningkatkan konsentrasi, serta memperkuat daya ingat para lansia.

Perlu dicatat, Domitys Cup bukanlah turnamen pertama yang melibatkan lansia. Sebelumnya, pada Juli 2025 di Jepang telah diadakan kompetisi Tekken 8 khusus untuk pemain lanjut usia, bahkan dimenangkan oleh seorang peserta berusia 67 tahun.

Bedanya, turnamen di Jepang hanya diikuti lansia, sedangkan ajang di Prancis menggabungkan pemain senior dan generasi muda dalam satu tim. Konsep ini menghadirkan interaksi lintas generasi yang unik sekaligus memperkaya pengalaman bermain.

Dengan penyelenggaraan Domitys Cup, Prancis membuktikan bahwa video game tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media untuk menjalin kebersamaan dan mempererat hubungan antar generasi. Baca berita lain di sini.

Keunggulan Asus ExpertBook Series Terbaru

Asus kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan perangkat komputasi inovatif dengan meluncurkan lini Asus Expert Series di Yogyakarta, setelah sebelumnya diperkenalkan di Jakarta. Rangkaian produk ini mencakup laptop ExpertBook P1403CVA, desktop ExpertCenter P500MV, serta ExpertCenter P440VA All-in-One PC. Seluruh perangkat dirancang dengan keunggulan Asus ExpertBook series terbaru untuk kebutuhan kerja modern yang semakin menuntut mobilitas, keamanan, dan efisiensi tinggi.

Menurut Yulianto Hasan, Director Commercial Products Asus Indonesia, Yogyakarta dipilih karena dianggap sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan kreativitas di Indonesia. Ia menegaskan bahwa Asus menawarkan solusi komputasi yang sejalan dengan tren kerja hybrid, di mana prioritas utama adalah mobilitas, keamanan, dan kenyamanan. “Setiap perangkat dalam Expert Series kami hadir sebagai partner produktivitas yang tangguh, ringan, dan aman. Dengan teknologi AI on-device serta perlindungan berkelas enterprise, kami ingin memastikan pengguna bisa bekerja tanpa rasa khawatir,” ujarnya.

Daya Tahan dan Keandalan Tingkat Militer

Seluruh lini Expert Series telah lolos uji ketahanan berstandar MIL-STD-810H, yang memastikan perangkat tetap andal meski menghadapi benturan, getaran, suhu ekstrem, atau tekanan pada port. Keyboard tahan terhadap tumpahan, sasis terbuat dari logam ringan, dan struktur internal yang diperkuat menambahkan lapisan perlindungan tambahan. Hal ini bukan hanya menjaga perangkat tetap berfungsi, tetapi juga mengurangi potensi kerugian akibat downtime mendadak.

ExpertBook P1 Series: Laptop Portabel dan Bertenaga

Seri ExpertBook P1 hadir dengan pilihan layar 14 inci dan 15 inci, bobot hanya 1,4 kg, serta dukungan prosesor hingga Intel Core i7 generasi ke-13. Laptop ini menawarkan RAM hingga 64GB DDR5 serta penyimpanan 1TB, membuatnya ideal untuk multitasking. Asus turut membenamkan fitur AI ExpertMeet, yang mampu mencatat poin rapat otomatis, menerjemahkan percakapan lintas bahasa, hingga menjaga keamanan data saat konferensi virtual.

ExpertCenter P500 Mini Tower: Performa Tinggi untuk Bisnis

Bagi pengguna yang membutuhkan performa maksimal, ExpertCenter P500 Mini Tower menjadi pilihan. Desktop ini ditenagai prosesor hingga Intel Core i7 dengan TDP 95W, menghasilkan kinerja 30% lebih unggul dibanding produk sekelas. Sistem pendinginan Tower Air Cooler milik Asus bahkan mampu mengurangi panas empat kali lebih efektif dibanding desain standar. Dukungan fitur kolaborasi serta perlindungan data membuatnya cocok untuk kebutuhan bisnis skala menengah hingga besar.

ExpertCenter P400 AiO: Hemat Ruang dengan Fitur Lengkap

Untuk ruang kerja minimalis, Asus menghadirkan ExpertCenter P400 All-in-One (AiO) dalam ukuran layar 23,8 inci dan 27 inci Full HD. Perangkat ini menggabungkan desain hemat tempat dengan performa tinggi berkat prosesor Intel Core i7 dan RAM hingga 32GB DDR5. Dukungan Dolby Atmos Audio serta kamera AI dengan auto-framing dan noise cancellation menjadikannya ideal untuk meeting online. Desain yang kompatibel dengan VESA mount memudahkan penyesuaian sesuai kebutuhan.

Kolaborasi Lebih Efisien dengan AI

Salah satu Keunggulan Asus ExpertBook series terbaru adalah penggunaan AI di perangkat. Fitur AI ExpertMeet memungkinkan transkripsi otomatis, ringkasan rapat berbasis kecerdasan buatan, hingga terjemahan real-time. Kamera AI juga mendukung koreksi kontak mata, latar belakang blur, serta framing otomatis untuk tampilan profesional di setiap panggilan video. Semua fitur ini bekerja langsung di perangkat tanpa ketergantungan cloud, sehingga keamanan data tetap terjaga.

Dukungan Layanan Jangka Panjang

Asus memastikan keberlangsungan investasi pengguna dengan menyediakan opsi perpanjangan garansi hingga 5 tahun, pembaruan sistem rutin, dan jaminan ketersediaan suku cadang. Dengan dukungan kelas enterprise ini, biaya total kepemilikan menjadi lebih efisien sekaligus memberikan rasa aman bagi pengguna bisnis maupun institusi.

Dengan kombinasi daya tahan, performa tinggi, fitur AI cerdas, serta layanan jangka panjang, Asus Expert Series menjadi solusi komputasi komprehensif yang siap mendukung profesional, bisnis, hingga institusi pendidikan dalam menghadapi tantangan kerja modern. Baca berita lain di sini.

Hukuman untuk Pendiri Binance yang Mengguncang Dunia Kripto

Hukuman untuk pendiri Binance dan mantan CEO Binance, Changpeng Zhao yang biasa dipanggil CZ, dijatuhi hukuman penjara selama 4 bulan. Hukuman ini diberikan setelah ia mengaku bersalah atas dakwaan pencucian uang. Keputusan yang dibuat di Pengadilan Federal AS, Seattle ini, memunculkan berbagai spekulasi karena jauh lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa yang meminta 3 tahun penjara. Kasus ini menjadi sorotan utama, terutama karena melibatkan salah satu tokoh paling berpengaruh di industri mata uang kripto.

Penyesalan yang Dibayar Mahal

Dalam persidangan, CZ (47) menyampaikan penyesalannya. “Ungkapan tidak bisa menggambarkan seberapa dalam penyesalan saya atas keputusan yang membuat saya harus menghadap Pengadilan.” “Percayalah bahwa itu tidak akan terulang,” tulisnya dalam pengantar kepada hakim. Pernyataan ini menunjukkan bahwa kasus ini tak hanya berdampak pada Binance, tetapi juga pada reputasi pribadinya.

Pelanggaran dan Denda yang Mengguncang Binance

Hukuman untuk CZ adalah akhir dari serangkaian masalah hukuman untuk pendiri Binance yang menjerat Binance. Pada November 2023, otoritas AS menemukan bahwa Binance mengizinkan para pelaku kejahatan, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam pelecehan seksual anak, perdagangan narkotika, dan pendanaan teroris, untuk masuk ke dalam platform mereka.

Lebih lanjut, Binance terbukti tidak memiliki protokol yang memadai untuk mendeteksi atau melaporkan transaksi yang berisiko pencucian uang. Akibatnya, perusahaan ini setuju untuk membayar denda besar senilai lebih dari US$4 miliar, menjadi salah satu denda korporasi terbesar dalam sejarah AS. Sebagai bagian dari kesepakatan, CZ juga mengundurkan diri sebagai CEO dan setuju untuk membayar denda pribadi sebesar US$200 juta.

Perbandingan dengan Kasus FTX: Ringan atau Peringatan Keras?

Keputusan ini datang hanya sebulan setelah rival CZ, Sam Bankman-Fried (SBF) dari FTX, dijatuhi hukuman 25 tahun penjara atas kasus penipuan besar-besaran. Perbedaan hukuman yang signifikan ini memicu perdebatan mengenai pendekatan hukum terhadap kejahatan di dunia kripto. Beberapa pihak menilai hukuman CZ terlalu ringan, mengingat bobot kasusnya. Sementara yang lain berpendapat bahwa ini menunjukkan adanya perbedaan jenis kejahatan. SBF didakwa atas penipuan, sedangkan CZ lebih kepada kegagalan dalam mematuhi regulasi.

Hukuman berturut-turut terhadap dua tokoh besar di industri kripto ini mengindikasikan bahwa Departemen Kehakiman AS semakin serius dalam menindak kejahatan keuangan yang terkait dengan mata uang digital. Ini menjadi peringatan keras bagi perusahaan kripto lainnya untuk memperketat kepatuhan regulasi dan mencegah aktivitas ilegal di platform mereka.

Dampak dan Masa Depan Industri Kripto

Keputusan ini tidak hanya berdampak pada CZ dan Binance, tetapi juga pada industri kripto secara keseluruhan. Ini menandakan era baru di mana perusahaan kripto tidak lagi bisa beroperasi secara “liar” tanpa pengawasan ketat. Regulator di seluruh dunia kemungkinan akan semakin gencar memberlakukan aturan yang lebih ketat, menuntut transparansi dan akuntabilitas dari para pemain industri.

Bagi investor dan pengguna, kasus ini menjadi pengingat penting tentang risiko yang terkait dengan investasi di dunia kripto. Meskipun menawarkan potensi keuntungan besar, industri ini masih rentan terhadap kejahatan dan kegagalan sistem. Ke depannya, keberhasilan perusahaan kripto tidak hanya diukur dari inovasi teknis, tetapi juga dari kepatuhan terhadap regulasi dan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman dan terpercaya.


Pada akhirnya, hukuman 4 bulan untuk CZ mungkin terlihat ringan di permukaan, tetapi dampaknya jauh lebih besar. Ini adalah babak baru dalam sejarah mata uang kripto, di mana era “Wild West” telah berakhir, dan era regulasi yang lebih ketat telah dimulai. Baca berita lain di sini.

AI Curi Hati Kakek 75 Tahun Minta Cerai dari Istri

AI curi hati kakek berusia 75 tahun di Tiongkok, yang dikenal dengan nama belakang Jiang, mengejutkan keluarganya. Ia secara tiba-tiba mengungkapkan niatnya untuk bercerai dari istrinya setelah hampir lima puluh tahun menikah. Alasan di baliknya sungguh tak terduga: Jiang jatuh cinta pada seorang perempuan di ponselnya, yang ternyata adalah avatar kecerdasan buatan (AI).

Kisah yang terdengar seperti fiksi ilmiah ini dilaporkan oleh media lokal, Beijing Daily dan Oddity Central. Jiang, yang tidak terlalu familiar dengan teknologi modern, menemukan “kekasih” digitalnya saat menjelajahi media sosial. Ia terpesona oleh paras cantik dan tutur kata manis sang avatar, tanpa menyadari bahwa sosok yang ia ajak bicara itu hanyalah program komputer.

Terjebak dalam Ilusi Cinta Digital

Hubungan Jiang dengan perempuan AI tersebut berkembang dengan cepat. Ia merasa menemukan teman sempurna yang selalu ada dan merespons setiap pesannya. Meskipun ia menyadari ada ketidakselarasan antara gerakan bibir dan suara di video, hal itu tidak menghentikan perasaannya. Ia mulai menghabiskan hampir seluruh waktunya bersama “kekasih” virtualnya itu, mengabaikan istri dan keluarga.

Sikap obsesif Jiang akhirnya membuat sang istri geram. Ketika ditegur, bukannya sadar, Jiang justru menyampaikan niatnya untuk bercerai. Ia mengaku hatinya telah dimiliki oleh perempuan di balik layar ponselnya. Niatnya yang serius ini membuat anak-anaknya terpaksa turun tangan. Mereka mencoba menjelaskan bahwa “perempuan” itu tidak nyata dan hanya sebuah program AI yang dibuat untuk berinteraksi dengan pengguna.

Bukan Sekadar Cerita Cinta, Tapi Ancaman bagi Lansia

Para ahli memperingatkan bahwa kasus Jiang bukanlah fenomena langka di Tiongkok. Generasi lansia, terutama yang merasa kesepian atau memiliki keterbatasan mobilitas, sangat rentan terjerat dalam konten AI yang semakin canggih dan realistis.

Berbagai karakter AI curi hati kakek, dari “profesional” hingga “mahasiswa lucu”, dirancang untuk mengisi kekosongan emosional yang dialami banyak orang tua. Namun, di balik daya tarik itu, teknologi ini sering kali digunakan untuk tujuan komersial—seperti promosi produk—atau yang lebih berbahaya lagi, untuk menciptakan ketergantungan emosional yang bisa berujung pada eksploitasi.


Kasus ini menjadi peringatan serius bagi keluarga untuk lebih aktif dalam mengawasi kegiatan online anggota lansia mereka. Mencegah mereka menghabiskan terlalu banyak waktu di depan gawai atau memberikan edukasi dasar tentang teknologi AI bisa menjadi langkah awal untuk melindungi mereka dari risiko serupa. Kisah Jiang adalah pengingat bahwa di era digital, kita tidak hanya menghadapi risiko finansial, tetapi juga risiko emosional yang tak kalah nyata. Baca berita lain di sini.

Jumlah Pemain Battlefield 4 Meningkat Drastis

Meski sudah berusia lebih dari satu dekade, Battlefield 4 masih menunjukkan taringnya sebagai salah satu game first-person shooter (FPS) yang paling digemari. Gim besutan EA DICE yang pertama kali rilis pada tahun 2013 ini sempat dianggap sebagai salah satu seri terbaik dari franchise Battlefield. Bahkan hingga saat ini, game tersebut tetap memiliki komunitas setia yang terus aktif bermain. Menariknya, dalam beberapa minggu terakhir, jumlah pemain Battlefield 4 meningkat dengan sangat pesat.

Lonjakan Pemain Lama dan Baru

Berdasarkan data dari SteamDB, jumlah pemain Battlefield 4 dalam 30 hari terakhir mengalami peningkatan yang cukup luar biasa. Angka peak player count atau jumlah pemain tertinggi dalam satu waktu tercatat naik lebih dari 117 persen, sementara rata-rata pemain harian ikut terdongkrak sekitar 50 persen. Untuk game lawas yang usianya sudah lebih dari 10 tahun, capaian ini jelas merupakan pencapaian yang mengejutkan sekaligus membanggakan.

Fenomena ini ternyata juga tidak hanya muncul di Battlefield 4. Judul lain dalam seri yang sama, yaitu Battlefield 3, juga menunjukkan tren peningkatan meski tidak sebesar BF4. Game yang rilis pada 2011 tersebut mencatat lonjakan 43,5 persen pada peak player dan sekitar 25,7 persen untuk rata-rata jumlah pemain. Meskipun tidak setinggi Battlefield 4, peningkatan ini tetap menjadi tanda bahwa franchise Battlefield sedang kembali populer.

Efek Hype dari Battlefield 6

Salah satu penyebab utama yang meningkatkan jumlah pemain seri lama adalah peluncuran open beta Battlefield 6. Gim terbaru dalam waralaba ini kabarnya berhasil menarik perhatian besar dari penggemar lama maupun gamer baru. Open beta yang diselenggarakan oleh EA itu pernah mencatat rekor jumlah pemain. Hal ini otomatis membuat komunitas Battlefield kembali hidup dan menumbuhkan rasa penasaran bagi mereka yang sebelumnya tidak sempat mencoba seri lama.

Selain itu, pihak EA juga pernah mengungkapkan bahwa Battlefield 6 akan menghadirkan kembali suasana klasik seperti pada BF3 dan BF4, yang memang dikenal sebagai puncak kejayaan seri ini. Pernyataan tersebut membuat banyak gamer akhirnya kembali membuka gim lama mereka untuk bernostalgia sekaligus mengobati rasa penasaran sembari menunggu perilisan resmi Battlefield 6.

Nostalgia dan Antusiasme Komunitas

Dengan open beta Battlefield 6 yang dijadwalkan berakhir pada 17 Agustus, tidak sedikit pemain memilih melanjutkan keseruan dengan memainkan seri-seri terdahulu. Battlefield 4 menjadi pilihan utama karena dianggap memiliki gameplay yang solid, peta yang ikonik, serta pengalaman pertempuran skala besar yang masih relevan hingga saat ini.

Lonjakan pemain ini menunjukkan bahwa meskipun usianya sudah lama, sebuah game bisa tetap populer jika memiliki kualitas gameplay yang mumpuni serta komunitas yang loyal. Semangat ini juga menjadi indikasi baik bagi EA, bahwa komunitas penggemar Battlefield masih sangat luas dan siap menyambut kehadiran seri yang terbaru.

Kesimpulan

Peningkatan jumlah pemain Battlefield 4 dan Battlefield 3 membuktikan bahwa game berkualitas tidak akan lekang oleh waktu. Efek domino dari hype Battlefield 6 mampu membangkitkan kembali minat pemain untuk mengulik seri-seri lama. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin EA akan kembali memberi perhatian ekstra pada seri klasik Battlefield, sembari memperkuat posisi franchise ini sebagai salah satu raja FPS di dunia. Baca berita lain di sini.

Jumlah Pemain Battlefield 4

BenQ W4100i Proyektor Home Cinema 4K

BenQ Indonesia resmi menghadirkan perangkat hiburan terbaru berupa cinema BenQ W4100i proyektor home. Produk ini dirancang untuk memberikan pengalaman menonton setara bioskop, tetapi bisa dinikmati langsung di ruang keluarga. Mengusung resolusi True 4K UHD (3.840 × 2.160 piksel), proyektor ini menawarkan visual detail tinggi dengan teknologi CinematicColor. Warna yang dihasilkan sangat akurat berkat cakupan penuh 100% Rec.709 dan 100% DCI-P3, ditambah tingkat presisi warna Delta E<2 yang sudah sesuai standar industri perfilman.

Selain ketajaman resolusi, BenQ W4100i juga mendukung HDR-PRO. Teknologi ini menghadirkan beberapa fitur penting seperti Global Contrast Enhancer, Local Contrast Enhancer, hingga Dynamic Black, yang membantu menampilkan gambar lebih cerah dengan detail terjaga di area terang maupun gelap. Tak hanya itu, perangkat ini kompatibel dengan berbagai format HDR populer, termasuk HDR10, HLG, dan HDR10+, sehingga bisa memaksimalkan kualitas visual dari beragam konten.

Salah satu keunggulan yang membedakan W4100i adalah AI Cinema Mode. Fitur ini bekerja dengan menganalisis gambar secara langsung untuk menyesuaikan tingkat HDR, saturasi warna, dan ketajaman. Alhasil, bahkan konten streaming dengan kualitas terkompresi tetap terlihat jernih dan hidup. Tambahan Filmmaker Mode serta native 24p playback membuat hasil tayangan tetap setia pada visi asli sutradara, baik dari sisi warna, gerakan, maupun dynamic range.

Nyaman di Mata, Cocok untuk Ruang Keluarga

BenQ W4100i menggunakan sumber cahaya 4-LED dengan kecerahan mencapai 3.200 ANSI lumen. Masa pemakaiannya dikatakan mencapai 30.000 jam, sehingga menjadi efisien dan awet. Walaupun memiliki tingkat terang yang tinggi, proyektor ini dibuat supaya tetap aman dan nyaman untuk mata. Berbeda dengan televisi yang sering membuat mata cepat lelah saat dilihat dari dekat, proyektor ini menawarkan pengalaman menonton yang lebih alami, bahkan selama waktu lama bersama keluarga.

Dari sisi fleksibilitas, perangkat ini hadir dengan rasio proyeksi variatif, 1.3× optical zoom, serta dukungan 4-way lens shift. Artinya, pengguna bisa menempatkan proyektor di berbagai ukuran ruangan, termasuk ruang keluarga dengan area terbatas.

Dukungan Streaming dan Gaming

Untuk kebutuhan hiburan modern, BenQ melengkapi W4100i dengan tiga port HDMI 2.1 (HDCP 2.3) yang mampu menjalankan resolusi 4K hingga 120Hz. Port ini juga mendukung fitur gaming seperti ALLM, eARC, dan SPDIF. Pemain game akan mengalami pengalaman bermain yang lebih responsif karena latensi input hanya 17,9 ms pada 4K/60Hz dan 6,5 ms pada 1080p/240Hz.

Proyektor ini juga sudah dilengkapi dengan Android TV bawaan, lengkap dengan fitur Noise Reduction. Pengguna bisa langsung mengakses berbagai platform streaming populer seperti Netflix, Disney+, Prime Video, YouTube, maupun Google Play. Tidak ketinggalan, ada dukungan Google Assistant untuk mengoperasikan perangkat dengan perintah suara.

Penawaran Menarik

Menurut Andryanto C. Wijaya, President Director BenQ Indonesia, kehadiran W4100i menjadi solusi tepat bagi masyarakat yang menginginkan hiburan layar lebar di ruang keluarga dengan tetap memperhatikan kenyamanan mata. Melalui produk ini, BenQ ingin menjawab kebutuhan hiburan rumah tangga di Indonesia yang cenderung memiliki ruang terbatas.

Sebagai bagian dari peluncurannya, BenQ W4100i proyektor home juga memberikan promo tukar tambah. Pelangan yang menukar proyektor home cinema lama mereka dengan W4100i berhak atas diskon sebesar 10%. Penawaran ini berlaku untuk waktu terbatas, sehingga menjadi kesempatan emas bagi pengguna yang ingin meng-upgrade pengalaman menonton di rumah dengan teknologi terbaru. Baca berita lain di sini.

BenQ W4100i Proyektor Home

Hacker Pro-Israel Retas Bursa Kripto Iran, Gasak Rp1,4 Triliun

Ketegangan antara Israel dan Iran kini merambah dunia maya. Serangan terbaru datang dari kelompok hacker pro-Israel yang berhasil membobol bursa kripto terbesar Iran, Nobitex, dan menggondol aset digital senilai sekitar US$90 juta atau setara dengan Rp1,4 triliun (kurs Rp16.352 per dolar AS).

Sekumpulan peretas yang menamakan diri “Predatory Sparrow” mengklaim telah melakukan serangan tersebut. Dalam sebuah unggahan di media sosial X, mereka menuding Iran memanfaatkan Nobitex untuk menghindari sanksi internasional, sehingga menjadikan bursa tersebut target strategis.

Konfirmasi Nobitex dan Perusahaan Pemantau Kripto

Pihak Nobitex mengakui adanya pelanggaran sistem. Dalam pernyataannya di situs resmi, Nobitex menyebut akses ke bursa kripto telah ditangguhkan sementara untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

Perusahaan analisis blockchain Elliptic dan TRM Labs juga mengonfirmasi bahwa aset digital telah hilang. Koin yang dicuri kemudian dipindahkan ke sejumlah dompet digital dengan pesan kasar yang ditujukan kepada Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Serangan Siber Terhadap Infrastruktur Lain

Serangan yang menargetkan Nobitex bukanlah yang pertama dalam beberapa hari terakhir. Sehari sebelumnya, Predatory Sparrow juga mengaku menghancurkan data di Bank Sepah, salah satu bank terbesar di Iran. Mereka menuding bank tersebut digunakan IRGC sebagai saluran finansial.

Kantor berita Fars, yang berafiliasi dengan pemerintah Iran, bahkan memperingatkan adanya gangguan pada layanan perbankan dan stasiun bensin. Seorang warga Tehran menyebut hampir semua ATM yang mereka kunjungi tidak berfungsi atau kehabisan uang tunai.

Selain itu, stasiun televisi milik negara Iran sempat diretas dan menayangkan video yang menyerukan perlawanan publik terhadap pemerintah. Meskipun begitu, tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Eskalasi Perang Siber Israel-Iran

Serangan-serangan ini menandai babak baru dalam konflik hacker pro-Israel panjang Israel dan Iran di dunia maya. Selama bertahun-tahun, kedua negara maupun kelompok pendukungnya terlibat dalam aksi spionase digital dan penghancuran data untuk meraih keunggulan strategis.

Predatory Sparrow sendiri bukan nama baru. Dalam lima tahun terakhir, kelompok ini kerap mengklaim serangan besar terhadap Iran, termasuk yang melumpuhkan pabrik baja dan sistem pembayaran stasiun bensin. Meski mengaku sebagai aktivis siber anti-pemerintah Iran, banyak pakar meyakini kelompok ini memiliki keterkaitan erat dengan Israel.

Dampak pada Warga Iran

Menurut Hamid Kashfi, pakar keamanan siber, serangan terhadap Nobitex bisa berdampak langsung pada masyarakat Iran. Pasalnya, banyak warga kini mengandalkan kripto sebagai alternatif keuangan di tengah sanksi internasional. “Meski peretas mengklaim hanya menargetkan aset IRGC, faktanya serangan ini tetap menekan masyarakat sipil,” ujarnya.

Lonjakan Serangan Siber

Dalam laporan terpisah, perusahaan keamanan siber Radware mencatat lonjakan 700 persen serangan digital hacker pro-Israel terhadap infrastruktur Israel sejak 12 Juni. Target serangan termasuk situs pemerintah, lembaga keuangan, perusahaan telekomunikasi, hingga infrastruktur kritis.

Radware mengungkapkan bahwa mayoritas aktivitas ini dilakukan oleh kelompok pro-Iran yang melaksanakan serangan DDoS, infiltrasi sistem, pencurian data, serta distribusi malware. “Serangan ini bertujuan mengganggu infrastruktur dan mempengaruhi psikologi masyarakat,” jelas Ron Meyran, Wakil Presiden Intelijen Ancaman Siber di Radware.

Saling Balas di Dunia Maya
Peningkatan aktivitas siber ini terjadi bersamaan dengan berita bahwa Israel melakukan serangan militer ke Iran. Baik Israel maupun Iran kini tidak hanya bertempur di medan perang nyata, tetapi juga di area digital yang semakin memanas. Dengan nilai kerugian mencapai triliunan rupiah, serangan terhadap Nobitex menjadi salah satu insiden siber paling merugikan bagi Iran dalam beberapa tahun terakhir. Baca berita lain di sini.

Telkom Dorong Adopsi AI di Seluruh BUMN, Pengganti Manusia?

PT Telkom dorong adopsi AI terus mempercepat langkah transformasi digital dengan mengusung misi besar: mendorong adopsi kecerdasan buatan (AI) di seluruh perusahaan BUMN yang berada di bawah naungan Danantara. Lewat inisiatif ini, Telkom berkeinginan menciptakan ekosistem digital nasional yang lebih efisien dan produktif, serta mengatasi kekurangan yang disebabkan oleh penurunan jumlah tenaga kerja manusia.

Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, dalam sesi media update di Jakarta, Kamis (14/8), menegaskan bahwa Telkom tengah mempercepat akselerasi pasar AI melalui BigBox AI. Menurutnya, Danantara menjadi lokasi piloting pertama yang akan “di-AI-kan” sebagai langkah awal mewujudkan reshaping digital ecosystem di Indonesia.

“Sekarang kita mau market acceleration. Kita boost AI kita untuk membentuk ulang ekosistem digital Indonesia. Di tahap awal, BigBox AI akan menjadi solusi utama untuk Danantara,” ujar Faizal.

Saat ini, terdapat sekitar 1.046 perusahaan yang berada di bawah Danantara. Jumlah tersebut dianggap cukup merepresentasikan skala kecil Indonesia, sehingga menjadi arena tepat untuk menguji penerapan AI. Meski belum merinci sektor prioritas, Telkom memastikan solusinya menyasar 12 sektor vertikal dan satu sektor horizontal.

AI: Ancaman atau Pendamping Manusia?

Pertanyaan besar pun muncul: apakah Telkom dorong adopsi AI akan menggantikan karyawan manusia? Faizal menilai, jawabannya relatif. Ia menegaskan AI adalah keniscayaan, dan mereka yang enggan beradaptasi pasti tertinggal.

“AI itu seperti copilot. Pilotnya tetap manusia, tapi kalau pilot tidak menggunakan copilot, jelas produktivitasnya lebih rendah dibandingkan yang memanfaatkannya,” katanya.

Namun Faizal tak menampik adanya kemungkinan pergeseran tenaga kerja. Ia menjelaskan, sebagian besar karyawan tetap di BUMN pada akhirnya akan memasuki masa pensiun. Selama ini, banyak perusahaan hanya mengganti sekitar 15–20 persen posisi pensiunan dengan tenaga baru. Sisanya, sekitar 80 persen, diisi dengan teknologi AI.

“Jadi sebenarnya bukan mengurangi tenaga kerja, tapi mengisi ruang kosong yang ditinggalkan karyawan pensiun,” tegas Faizal.

Potensi Cuan dari AI

Selama tujuh tahun terakhir, Telkom telah mengembangkan lebih dari 50 solusi AI dan machine learning dengan lebih dari 300 ribu interaksi dari pengguna. Dari inovasi tersebut, Telkom berhasil mencatatkan pendapatan hampir Rp1 triliun secara akumulatif.

Pemanfaatan layanan AI ini bervariasi: 38 persen dari kementerian dan lembaga, 32 persen dari pemerintah daerah, 20 persen dari BUMN dan sektor swasta, serta 10 persen dari rumah sakit, sekolah, dan institusi lain.

Salah satu contoh nyata implementasi AI adalah chatbot berbasis Large Language Models (LLM) dan Natural Language Processing (NLP). Awalnya hanya untuk membantu layanan pelanggan Telkom, kini chatbot BigBox AI telah diadopsi oleh berbagai instansi pemerintah dan sektor industri. Chatbot ini mendukung menjawab pertanyaan otomatis dari pelanggan, sementara tim layanan mengerjakan kasus yang lebih rumit.

Selain itu, BigBox AI juga menghadirkan Legal Analytics yang mendukung instansi pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis data. Teknologi ini mampu membaca dokumen hukum, menemukan pola, dan memberi prediksi untuk pengambilan keputusan.

Menuju Ekosistem Digital BUMN
Dengan berbagai langkah tersebut, Telkom ingin membuktikan bahwa AI bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak bagi BUMN untuk tetap kompetitif. Kehadiran AI di bawah Danantara diharapkan bukan hanya meningkatkan efisiensi, tapi juga membuka peluang besar bagi Indonesia dalam membangun ekosistem digital yang kokoh dan berkelanjutan. Baca berita lain di sini.

Samsung Menginvestasikan Rp 110 Triliun untuk Chip Baru di AS

Samsung Electronics menunjukkan komitmen yang mantap dalam industri semikonduktor dengan mengumumkan rencana investasi signifikan di AS. Korporasi asal Korea Selatan ini dilaporkan Samsung menginvestasikan Rp 110 Triliun atau sekitar USD 7,2 miliar untuk mendirikan pabrik yang khusus memproduksi kemasan chip di Amerika Serikat.

Rencana itu dikatakan akan diumumkan secara resmi dalam pertemuan puncak antara Amerika Serikat dan Korea Selatan pada 25 Agustus 2025 mendatang. Langkah ini bukan sekadar ekspansi biasa, melainkan strategi besar Samsung untuk memperkuat dominasinya di pasar global sekaligus mengamankan posisinya di sektor yang sangat strategis.

Menariknya, proyek chip packaging ini sebenarnya sempat dihapus dari daftar rencana investasi Samsung. Beberapa tahun lalu, perusahaan sudah menyiapkan komitmen dana sekitar USD 44 miliar di AS. Namun, anjloknya permintaan chip kala itu membuat sejumlah proyek ditunda. Saat ini, dengan meningkatnya permintaan semikonduktor di beragam sektor, mulai dari kecerdasan buatan (AI), perangkat pintar, hingga otomotif,
Samsung kembali mengaktifkan rencana yang sebelumnya tertunda itu.

Strategi Mengalahkan Kompetitor

Bagi Samsung, pembangunan fasilitas chip packaging di AS adalah kunci strategi untuk mengalahkan para pesaingnya. Tidak hanya menambah kapasitas produksi, fasilitas ini memungkinkan perusahaan menawarkan layanan manufaktur yang lebih lengkap dibanding kompetitor.

Sebagai ilustrasi, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) berkonsentrasi pada pembuatan chip serta kemasan chip, sedangkan SK Hynix lebih banyak terlibat di bidang memori. Samsung mampu menggabungkan keduanya: produksi chip, chip packaging, sekaligus pembuatan chip memori. Dengan kombinasi ini, perusahaan yakin bisa menarik perhatian klien besar, termasuk perusahaan teknologi global serta pemerintah AS yang saat ini sedang memperkuat rantai pasok domestik demi mengurangi ketergantungan pada pemasok luar negeri.

Keunggulan ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi Samsung, tetapi juga selaras dengan strategi Amerika Serikat untuk memperkokoh industri semikonduktor nasional yang sangat vital bagi keamanan dan stabilitas ekonomi negara tersebut.

Proyek Taylor Fab 1 Hampir Rampung

Selain rencana kemasan chip baru, Samsung juga tengah mengerjakan proyek besar lainnya di AS, yakni fasilitas produksi yang dikenal sebagai Taylor Fab 1. Pembangunan fisik pabrik ini diperkirakan akan selesai pada akhir 2025, menandakan kemajuan penting dalam ekspansi global perusahaan.

Walaupun bangunan hampir selesai, pemasangan alat-alat khusus untuk memproduksi chip canggih yang baru akan dimulai pada tahun 2026. Dengan adanya Taylor Fab 1, Samsung menargetkan bisa mempercepat produksi massal chip berteknologi tinggi yang akan digunakan di berbagai sektor, termasuk AI, kendaraan pintar, hingga perangkat rumah tangga modern.

Lebih jauh, Samsung menginvestasikan Rp 110 Triliun ini juga diharapkan membawa dampak positif bagi komunitas lokal di sekitar lokasi pabrik. Ribuan lapangan kerja baru diproyeksikan tercipta, disertai peningkatan aktivitas bisnis yang mendukung ekosistem industri di wilayah tersebut.

Komitmen Jangka Panjang

Bagi Samsung, langkah ini bukan hanya sekadar proyek manufaktur, tetapi juga simbol komitmen jangka panjang terhadap pasar Amerika Serikat. Dengan menggabungkan kekuatan finansial, teknologi, serta dukungan dari pemerintah setempat, Samsung berambisi menjadi pemain utama dalam industri semikonduktor global sekaligus memastikan posisinya tetap kokoh menghadapi persaingan ketat di masa depan. Baca berita lain di sini.

Samsung Menginvestasikan Rp 110 Triliun

Crimson Desert Secara Resmi Ditunda hingga Awal 2026

Bagi para gamer yang menantikan kehadiran game open world dengan skala besar, Crimson Desert secara resmi ditunda hingga awal 2026, karya Pearl Abyss merupakan salah satu judul yang paling sering diperbincangkan. Game ambisius ini pertama kali diperkenalkan pada penghujung tahun 2020, dan sejak saat itu, developer asal Korea Selatan tersebut secara bertahap membagikan detail demi detail mengenai dunia, sistem pertarungan, hingga fitur-fitur unik yang akan disuguhkan kepada pemain.

Namun, kabar terbaru mungkin sedikit mengecewakan bagi para penggemar. Pearl Abyss baru saja mengumumkan bahwa perilisan Crimson Desert yang semula dijadwalkan hadir di penghujung tahun 2025, kini harus mundur. Dalam laporan keuangan kuartal kedua 2025, pihak perusahaan memastikan bahwa game tersebut ditargetkan meluncur pada kuartal pertama 2026, yang berarti kemungkinan besar rilis di antara Januari hingga Maret tahun depan.

Alasan Penundaan

Walau tidak dijelaskan Crimson Desert secara resmi ditunda hingga awal 2026, Pearl Abyss menegaskan bahwa mereka ingin memberikan hasil terbaik bagi para pemain. Game ini dipandang sebagai salah satu proyek paling ambisius setelah kesuksesan Black Desert Online, sehingga wajar jika tim pengembang membutuhkan waktu ekstra untuk memastikan kualitas. Dengan posisi Crimson Desert sebagai prekuel, para pemain tentu memiliki ekspektasi tinggi, baik dari sisi grafis, narasi, maupun mekanisme permainan.

Pihak studio juga menyebut bahwa tanggal rilis pasti akan diumumkan pada kesempatan lain yang dianggap lebih tepat. Menariknya, meski Pearl Abyss dijadwalkan hadir di ajang Gamescom 2025 yang berlangsung pada 20–24 Agustus, mereka menegaskan bahwa pengumuman tanggal resmi kemungkinan tidak akan dilakukan dalam acara tersebut.

Trailer Baru Berdurasi 13 Menit

Sebagai pengganti kabar penundaan, Pearl Abyss merilis sebuah trailer gameplay terbaru dengan durasi sekitar 13 menit. Video ini menampilkan berbagai aspek penting yang bisa diantisipasi pemain, mulai dari pengenalan cerita, eksplorasi dunia yang luas, hingga sistem pertarungan intens yang menjadi daya tarik utama.

Dalam trailer itu, ditampilkan sekilas betapa luasnya dunia Crimson Desert yang bisa dijelajahi. Pemain akan disuguhkan lanskap luas, interaksi dengan NPC, serta berbagai misi yang menjanjikan pengalaman mendalam. Selain itu, sistem aksi tempur terlihat semakin halus dan detail, memberikan gambaran bahwa game ini berusaha menggabungkan elemen RPG dengan kebebasan khas open world.

Antusiasme dan Harapan Pemain

Kabar penundaan tentu menimbulkan beragam reaksi. Sebagian gamer mungkin merasa kecewa karena harus menunggu lebih lama, namun ada pula yang melihat hal ini sebagai langkah positif agar game dapat hadir dalam kondisi optimal. Mengingat reputasi Pearl Abyss yang dikenal sangat serius dalam meracik dunia game penuh detail, penundaan ini bisa menjadi sinyal bahwa hasil akhir akan lebih memuaskan.

Crimson Desert dipandang bukan sekadar sebagai “pengganti” Black Desert Online, melainkan sebagai proyek yang berusaha menghadirkan pengalaman yang lebih sinematis sambil tetap menawarkan kebebasan eksplorasi yang khas MMORPG. Dengan kombinasi grafis memukau, sistem pertarungan penuh aksi, serta cerita yang mendalam, tidak heran jika game ini terus menjadi perbincangan hangat di komunitas gamer global.

Apakah kamu termasuk yang masih setia menantikan rilis Crimson Desert di awal 2026 nanti? Ataukah kabar penundaan ini membuatmu sedikit ragu? Satu hal yang pasti, trailer baru yang dirilis seakan menegaskan bahwa Pearl Abyss benar-benar tengah menyiapkan sesuatu yang besar untuk para penggemarnya. Baca berita lain di sini.

Crimson Desert Secara Resmi