Brian Armstrong CEO Coinbase yang Menjadi Sorotan di Indonesia

Sosok Brian Armstrong, pendiri sekaligus pemimpin Coinbase, tiba-tiba menjadi sorotan hangat di Tanah Air. Penyebabnya adalah rumor tak berdasar yang mengaitkan dirinya dengan artis Tanah Air, Raline Shah.

Informasi tersebut menyebar luas di platform media sosial dan menimbulkan rasa ingin tahu di kalangan pengguna internet. Namun, baik Armstrong maupun Raline dengan tegas membantahnya.

Lewat unggahan di Instagram, Raline Shah memberikan klarifikasi bahwa Armstrong hanyalah teman.

“Selamat menjemput lembaran baru dalam hidupmu, sahabatku Brian Armstrong. Semoga setiap langkah membawa cahaya. Saat saya tinggal di Amerika, banyak pelajaran yang saya ambil dari kerja kerasnya di dunia teknologi,” tulis Raline, dikutip Jumat (11/10).

Armstrong pun juga berkomentar melalui akun X (dulu Twitter). Ia menegaskan tidak pernah menikah selain dengan istrinya saat ini, Angela Meng.

“Melihat beberapa informasi yang salah beredar di luar sana. Saya tidak pernah menikah sebelumnya. Tapi terima kasih atas perhatiannya,” tulisnya.

Siapa Brian Armstrong?

Dilihat dari profil publiknya, Brian Armstrong adalah Co-Founder sekaligus CEO Coinbase, salah satu bursa mata uang kripto terbesar di Amerika Serikat. Perusahaan ini ia dirikan pada 2012 bersama rekannya, Fred Ehrsam.

Berdasarkan laporan The Richest Crypto and Bitcoin Billionaires in The World 2024 yang dirilis Forbes, Armstrong pria kelahiran 1983 sempat memiliki kekayaan mencapai US$11,2 miliar atau sekitar Rp175 triliun (kurs Rp15.666). Angka kekayaan itu cukup untuk mengantarnya menduduki posisi ke-180 orang terkaya di dunia, sebagaimana diungkapkan lewat cuitan di Twitter.

Namun, data real time Forbes terbaru menunjukkan bahwa kekayaannya kini berada di kisaran US$7,2 miliar atau Rp112 triliun.

Armstrong memiliki sekitar 19 persen saham Coinbase, yang resmi melantai di bursa Nasdaq pada April 2021. Langkah ini menjadikan Coinbase sebagai salah satu perusahaan kripto publik terkemuka di dunia.

Perjalanan Karier

Sebelum memulai Coinbase, Armstrong sempat menjadi insinyur perangkat lunak di Airbnb, tempat ia belajar banyak tentang cara kerja sistem pembayaran internasional. Pengalaman ini memperkuat visinya untuk menciptakan platform yang memudahkan masyarakat membeli, menjual, dan menyimpan aset kripto dengan aman.

Ia juga pernah menjalani berbagai proyek teknologi dan startup sebelum akhirnya fokus mengembangkan Coinbase menjadi pemain dominan di industri kripto global.

Sosok Visioner di Dunia Kripto

Di bawah kepemimpinannya, Coinbase berkembang pesat, menggaet jutaan pengguna di seluruh dunia, dan menjadi jembatan antara teknologi blockchain dengan masyarakat umum. Armstrong dikenal sebagai tokoh yang mendorong adopsi kripto secara lebih luas, sekaligus mengadvokasi regulasi yang jelas untuk industri ini.

Meski menjadi figur penting di dunia teknologi finansial, Armstrong cenderung menjaga kehidupan pribadinya tetap tertutup. Ia jarang membagikan informasi personal di media sosial, sehingga rumor yang mengaitkannya dengan selebritas Tanah Air langsung menarik perhatian publik.


Dengan klarifikasi yang sudah diberikan kedua pihak, isu tersebut kini dapat dipastikan tidak benar. Namun, peristiwa ini membuat nama Brian Armstrong semakin dikenal di Indonesia — bukan hanya sebagai CEO Coinbase, tetapi juga sebagai miliarder kripto yang kini menjadi bahan pembicaraan lintas negara. Baca berita lain di sini.

12 Game PC Terjangkau di Epic Games Store

Epic Games Store kembali memanjakan para gamer dengan program promo besar-besaran bertajuk Epic Saving Sale. Dalam periode ini, pemain bisa mendapatkan berbagai game PC populer dengan potongan harga yang sangat menggiurkan, bahkan mencapai 90%. Promo ini berlangsung dari 7 hingga 21 Agustus 2025, sehingga kesempatan untuk berburu 12 Game PC terjangkau hanya tersisa beberapa hari lagi sejak artikel ini dibuat.

Bagi yang sedang mencari hiburan baru di PC, inilah saat yang tepat untuk menambah koleksi game tanpa harus menguras dompet. Beberapa judul game ternama yang sebelumnya berharga ratusan ribu rupiah kini bisa dibeli hanya dengan puluhan ribu.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Need for Speed Heat Deluxe Edition dari Electronic Arts. Game balap populer ini sebelumnya dijual seharga Rp 759.000, namun selama promo berlangsung harganya anjlok menjadi hanya Rp 75.900. Potongan 90% ini jelas membuatnya jadi incaran banyak penggemar game balap.

Tidak kalah menarik, Battlefield 4 Premium Edition juga mengalami penurunan harga drastis. Dari harga normal Rp 479.000, kini pemain bisa mendapatkannya hanya dengan Rp 47.900. Dengan harga tersebut, gamer bisa menikmati konten lengkap dari salah satu game FPS ikonik.

Selain dua judul di atas, masih banyak game lain yang masuk daftar diskon besar kali ini. Berikut 12 Game PC terjangkau rekomendasinya:

  • Star Wars Battlefront II: Celebration Edition – Rp 112.400
  • Star Wars Jedi: Fallen Order Standard Edition – Rp 140.500
  • Detroit: Become Human – Rp 110.999
  • Star Wars: Squadrons – Rp 84.300
  • Hot Wheels Unleashed – Rp 86.850
  • Crysis 2 Remastered – Rp 64.799
  • Dragon Age: Origins Ultimate Edition – Rp 94.750
  • WRC 10 FIA World Rally Championship – Rp 42.499
  • Dragon Age II: Ultimate Edition – Rp 94.750
  • Lost in Random – Rp 56.850
  • Alien: Isolation The Collection – Rp 109.480
  • Dragon Age: Inquisition Game of the Year Edition – Rp 119.750

Dengan penawaran seperti ini, siapa pun bisa menambah banyak game berkualitas ke dalam perpustakaan mereka tanpa harus mengeluarkan banyak uang. Namun, ada satu hal penting yang patut diingat sebelum memutuskan membeli: pastikan spesifikasi PC yang digunakan sesuai dengan rekomendasi pengembang game.

Untuk memeriksanya, gamer dapat melihat detail spesifikasi minimum dan rekomendasi yang biasanya tersedia di halaman resmi masing-masing game di Epic Games Store. Hal ini penting agar game bisa berjalan lancar tanpa hambatan.

Epic Games Store tidak hanya menawarkan diskon besar, tetapi juga menyajikan bonus menarik dalam bentuk dua game gratis yang dapat diambil selama masa promo ini. Judul yang dimaksud adalah 112 Operator dan Road Redemption. Setelah diklaim, kedua game ini akan menjadi milik pemain secara permanen, tanpa biaya tambahan.

Dengan kombinasi diskon besar dan game gratis, Epic Saving Sale tahun ini menjadi momen yang sayang untuk dilewatkan, baik bagi gamer kasual maupun kolektor game PC. Baca berita lain di sini.

12 Game PC Terjangkau

Apple Bocorkan Spesifikasi Produk Baru: Dari iPad Hingga Vision Pro

Apple kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan bahwa perusahaan teknologi raksasa ini tidak sengaja membocorkan detail spesifikasi dari beberapa perangkat terbarunya yang belum resmi diumumkan. Apple bocorkan spesifikasi produk baru tersebut dalam kode perangkat lunak yang berisi identifikasi produk, termasuk model-model yang hingga kini belum diluncurkan ke publik.

Salah satu perangkat yang terungkap adalah generasi terbaru headset Vision Pro, yang kabarnya akan dibekali chip M5. Informasi ini memperkuat rumor yang sebelumnya disampaikan analis terkenal Ming-Chi Kuo, yang mendapatkan datanya dari sumber di rantai pasokan Apple. Chip M5 diharapkan mampu menghasilkan performa grafis dan komputasi yang lebih baik, mendukung pengalaman mendalam untuk aplikasi realitas campuran yang kian rumit.

Di samping itu, teridentifikasi tentang iPad Mini yang terbaru. Perangkat ini akan mengusung prosesor A19 Pro, chip yang diperkirakan akan menjadi andalan pada lini iPhone 17 Pro yang dirilis September 2025 mendatang. Peningkatan ini diprediksi membawa lonjakan signifikan dalam kecepatan pemrosesan, efisiensi daya, dan dukungan teknologi AI generasi baru.

Tak berhenti di situ, bocoran kode juga menyebutkan pembaruan untuk Apple TV generasi berikutnya. Perangkat hiburan rumah ini disebut akan memakai prosesor A17 Pro, sama seperti yang digunakan pada iPhone 15 Pro. Proses ini menunjukkan perkembangan dari generasi sebelumnya yang menggunakan A15 Bionic, sehingga Apple TV terbaru diharapkan mampu menghadirkan pengalaman streaming dan bermain yang lebih mulus.

Produk lain yang ikut tersentuh pembaruan adalah HomePod Mini. Speaker pintar ini akan mengadopsi arsitektur System in Package (SiP) yang mirip dengan yang digunakan pada Apple Watch Series 9 dan Series 10. Teknologi ini kabarnya juga akan dibawa ke Apple Watch Series 11, yang kemungkinan besar akan diperkenalkan bersamaan dengan iPhone 17 pada September mendatang.

Sementara itu, iPad standar generasi terbaru dilaporkan akan menggunakan chip A18, menjanjikan peningkatan kinerja dibanding generasi sebelumnya. Bocoran lainnya menyebutkan hadirnya Apple Studio Display 2, yang memiliki kode nama internal J427. Walaupun rincian menyeluruh tentang fitur terbarunya belum diungkapkan, banyak yang berharap layar ini akan menyajikan resolusi yang lebih tinggi dan dukungan refresh rate yang lebih optimal.

Dalam laporan terpisah, Bloomberg mengungkapkan bahwa Apple tengah memperluas ambisinya di sektor smart home. Perusahaan dikabarkan mengembangkan kamera keamanan yang fungsinya mirip perangkat Ring, serta hub smart home berbentuk mirip iPad yang direncanakan rilis pertengahan 2026.

Tidak hanya itu, Apple juga disebut menyiapkan robot tabletop dengan layar yang dapat digeser, yang diproyeksikan hadir pada 2027. Perangkat futuristik ini akan dibekali Siri yang ditingkatkan dengan large language model canggih, sehingga mampu berinteraksi secara lebih alami layaknya chatbot AI modern.

Rangkaian Apple bocorkan spesifikasi produk baru ini semakin memicu rasa penasaran pengguna dan penggemar teknologi, yang kini menantikan konfirmasi resmi dari Apple mengenai jadwal peluncuran serta fitur-fitur unggulan dari setiap perangkat barunya. Jika informasi ini benar, periode 2025 hingga 2027 nampaknya akan menjadi tahap yang sangat dinamis dan inovatif bagi ekosistem Apple. Baca berita lain di sini.

Apple Bocorkan Spesifikasi Produk

YouTube Gunakan AI untuk Cek Usia Pengguna

YouTube gunakan AI segera menerapkan sistem verifikasi usia berbasis kecerdasan buatan (AI) sebagai langkah pencegahan agar anak-anak tidak mengakses konten yang berisiko atau tidak sesuai usia. Kebijakan baru ini diharapkan memperkuat keamanan di platform, namun juga memunculkan kekhawatiran terkait privasi data pengguna.

Menurut keterangan resmi yang dikutip dari CNN, teknologi ini akan memprediksi apakah seorang pengguna adalah orang dewasa atau anak di bawah umur berdasarkan perilaku mereka di platform, bukan hanya dari tanggal lahir yang tercatat saat pendaftaran. Sistem ini mampu menganalisis berbagai sinyal, seperti jenis video yang sering dicari, durasi penggunaan, dan lama akun aktif.

Uji Coba di Amerika Serikat

Saat ini, fitur verifikasi berbasis AI sedang diuji kepada sekelompok pengguna di Amerika Serikat. YouTube gunakan AI akan meluncurkannya secara internasional dalam beberapa bulan ke depan. Jika sistem mendeteksi bahwa seorang pengguna kemungkinan di bawah 18 tahun, akun tersebut akan otomatis mendapatkan pengaturan keamanan remaja yang sudah berlaku di platform.

Pengaturan ini melibatkan pembatasan terhadap konten sensitif seperti kekerasan dan materi yang sugestif, penyesuaian saran video, pelarangan menonton konten tertentu secara berulang, pengingat untuk beristirahat, serta menonaktifkan iklan yang disesuaikan.

Proses Banding untuk Pengguna Dewasa

YouTube memberikan opsi bagi pengguna dewasa yang salah terdeteksi sebagai anak di bawah umur. Mereka dapat mengajukan banding dengan mengunggah bukti identitas, seperti KTP, kartu kredit, atau foto swafoto. Namun, langkah ini memicu perdebatan.

Sejumlah ahli privasi mengingatkan bahwa permintaan dokumen sensitif tersebut dapat meningkatkan risiko kebocoran data. Sementara itu, sebagian pengguna juga merasa khawatir pengalaman mereka di platform terganggu jika sistem AI keliru mengenali usia.

Keterbatasan Sistem

Perlu dicatat, verifikasi AI ini hanya berlaku bagi pengguna yang masuk (log in) ke akun mereka. Artinya, anak-anak masih bisa mencoba mengakses konten tertentu dengan menjelajah tanpa akun. Namun, pengguna yang tidak masuk akun tetap tidak akan dapat memutar video yang dibatasi usia.

Langkah ini merupakan respons YouTube terhadap kritik bahwa remaja dapat dengan mudah melewati filter keamanan hanya dengan mendaftarkan tanggal lahir palsu.

Tren Industri Media Sosial

YouTube tidak menjadi satu-satunya platform yang menerapkan verifikasi usia menggunakan AI. Meta, induk perusahaan Instagram, tahun lalu mengumumkan teknologi serupa untuk mendeteksi pengguna remaja yang memberikan informasi usia palsu. TikTok juga menerapkannya guna memblokir pengguna yang berusia di bawah 13 tahun, sementara Reddit dan Discord mulai menerapkan sistem ini sebagai bagian dari kepatuhan terhadap Undang-Undang Keamanan Online Inggris yang baru berlaku bulan lalu.

Dorongan Regulasi dan Tekanan Publik

Peningkatan pengawasan dari orang tua, pengamat, dan anggota parlemen menjadi faktor pendorong utama kebijakan ini. Mereka telah lama menyuarakan kekhawatiran tentang potensi dampak negatif media sosial terhadap kesehatan mental dan keselamatan anak-anak.

Dengan kebijakan ini, YouTube berharap dapat memberikan lingkungan digital yang lebih aman bagi pengguna muda, sambil berusaha menyeimbangkan keamanan dan privasi. Tantangannya, perusahaan harus memastikan bahwa teknologi AI mampu mengenali usia secara akurat tanpa mengorbankan kenyamanan maupun keamanan data pengguna. Baca berita lain di sini.

Anjing Legendaris di Meme Doge dan Dogecoin Tutup Usia

Dunia maya telah kehilangan anjing legendaris salah satu simbolnya Kabosu, Shiba Inu yang wajahnya abadi sebagai “doge” dan menginspirasi lahirnya Dogecoin. Kabosu dikabarkan meninggal dalam tidurnya pada usia 18 tahun, meninggalkan jejak yang tak terlupakan di hati jutaan orang.

Pemiliknya, Atsuko Sato, mengumumkan kabar sedih ini melalui blog pribadinya pada Jumat (24/5). Ia mencatat bahwa Kabosu berangkat dengan sangat tenang pada pukul 7.50 pagi waktu setempat. “Kabosu berangkat dengan tenang tanpa rasa sakit, seolah tertidur saat merasakan kehangatan tanganku yang mengelusnya,” tulis Sato, seorang pengajar taman kanak-kanak di Jepang.

Perjuangan Melawan Penyakit dan Popularitas Global

Kepergian Kabosu terjadi setelah ia berjuang melawan penyakit leukemia dan liver yang didiagnosis empat tahun lalu. Sejak saat itu, Sato secara rutin membagikan perjalanan kesehatan anjing kesayangannya di media sosial. PPada bulan Desember 2023, Sato melaporkan bahwa keadaan liver Kabosu sudah sangat parah.

Kabosu, yang diselamatkan oleh Sato saat berusia 2 tahun, mendadak menjadi fenomena global pada tahun 2013. Ekspresi wajahnya menjadi sumber inspirasi untuk meme “doge” yang menjadi viral di seluruh dunia dan kini hanya terkenang sebagai anjing legendaris. Popularitasnya semakin melesat ketika ia menjadi inspirasi utama bagi penciptaan mata uang kripto Dogecoin pada tahun yang sama. Pada tahun 2021, sebuah NFT (non-fungible token) yang menampilkan wajahnya bahkan terjual seharga US$4 juta.

Warisan Kebahagiaan dan Momen Tak Ternilai

Sato menceritakan bahwa kehidupan Kabosu hampir berakhir tragis sebelum ia menyelamatkannya. Namun, Kabosu justru membawa keajaiban dan kegembiraan tak terhingga. “Sejak Kabosu hadir di rumah, hidupku dipenuhi keajaiban yang tak terhitung, membawa kekayaan berupa momen-momen tak ternilai,” ungkap Sato kepada NBC News.


Untuk mengenang anjing yang telah membawa senyum ke seluruh dunia, Sato berencana mengadakan “pesta” perpisahan pada Minggu (26/5). Kehadiran Kabosu, baik di dunia nyata maupun digital, telah membuktikan bahwa seekor hewan peliharaan bisa menjadi simbol global yang menyatukan orang-orang dengan kehangatan dan keunikan yang tak terduga. Baca berita lain di sini.

Baru ChatGPT Study Mode Hadir untuk Belajar Lebih Mendalam

ChatGPT meluncurkan fitur baru yang revolusioner bernama ‘Study Mode’ atau Mode Belajar. Fitur ini dirancang khusus untuk mengubah cara siswa belajar dengan fokus pada pemahaman langkah demi langkah, bukan sekadar memberikan jawaban instan. Terobosan ini menjadi jawaban atas perdebatan mengenai peran AI dalam pendidikan, yaitu apakah AI benar-benar membantu proses belajar atau hanya memfasilitasi kecurangan.

“Hari ini, kami memperkenalkan mode belajar di ChatGPT pengalaman belajar yang membantu Anda mengatasi masalah langkah demi langkah, bukan hanya sekadar mendapatkan jawaban,” tulis OpenAI dalam pengumumannya.

Pengguna ChatGPT dengan status Free, Plus, Pro, dan Team sudah bisa menikmati fitur ini, dan akan segera hadir untuk pengguna ChatGPT Edu.

Fitur Canggih yang Mendorong Belajar Aktif

Ketika siswa mengaktifkan Study Mode, mereka akan disambut dengan pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk membangun pemahaman yang mendalam. Fitur ini akan mengatur respons sesuai dengan tujuan dan tingkat kemampuan pengguna.

Ada beberapa fitur utama yang membuat Study Mode begitu efektif:

> Prompt Interaktif: Fitur ini memanfaatkan pertanyaan seperti Socrates, arahan, serta dorongan untuk merenung. Tujuannya adalah untuk membimbing pemahaman pengguna secara aktif, bukan langsung memberikan jawaban.

> Respons Bertingkat: Informasi disusun dalam bagian-bagian yang mudah diikuti, menyoroti hubungan antar topik. Hal ini membantu pengguna memahami topik yang kompleks tanpa merasa kewalahan.

> Dukungan yang Dipersonalisasi: Mode belajar dapat menyesuaikan tingkat kesulitan pelajaran berdasarkan pertanyaan yang menilai tingkat kecakapan dan memori pengguna dari percakapan sebelumnya.

> Pemeriksaan Pengetahuan: Pengguna akan mendapatkan kuis dan pertanyaan terbuka dengan umpan balik yang dipersonalisasi. Ini membantu melacak kemajuan dan mendukung retensi pengetahuan, serta kemampuan untuk mengaplikasikannya dalam konteks baru.

> Fleksibilitas: Study Mode dapat diaktifkan dan dinonaktifkan kapan saja selama percakapan, memberi pengguna keleluasaan penuh untuk menyesuaikan pengalaman belajar mereka.

Solusi untuk Tantangan Pendidikan Era AI

OpenAI menyadari bahwa ChatGPT telah menjadi salah satu alat bantu belajar yang paling banyak digunakan. Dengan fitur Study Mode, mereka ingin memastikan bahwa platform ini tidak hanya menjadi sumber jawaban, melainkan juga alat yang membantu membangun pemikiran kritis dan pemahaman yang lebih kuat. Fitur ini dirancang untuk memaksa siswa berpikir dan memecahkan masalah secara mandiri, didampingi oleh AI.

Dengan demikian, Baru ChatGPT Study Mode merupakan langkah maju yang signifikan dalam mengintegrasikan AI ke dalam dunia pendidikan, memastikan bahwa teknologi ini berfungsi sebagai alat pendukung yang efektif, bukan sebagai jalan pintas. Fitur ini menunjukkan komitmen OpenAI untuk menjaga kualitas pendidikan, bahkan di era digital yang serba cepat. Baca berita lain di sini.

Borderlands 4 Akan Hadirkan 30 Miliar Senjata

Jika membahas soal game dengan variasi senjata yang nyaris tak terbatas, seri Borderlands pasti langsung terlintas di benak para gamer. Sejak awal kemunculannya, franchise ini dikenal dengan klaim ikonik “87 Bazillion Guns” yang menggambarkan betapa masifnya pilihan persenjataan yang tersedia. Pada Borderlands 3 saja, jumlah senjata yang bisa ditemukan sudah mencapai sekitar 4 miliar kombinasi dan sebentar lagi Borderlands 4 akan hadirkan 30 miliar senjata.

Namun, kabar terbaru menyebutkan bahwa Borderlands 4 akan akan hadirkan 30 miliar senjata, melampaui pencapaian tersebut secara drastis. Game terbaru dalam seri ini dikabarkan bakal menghadirkan hingga 30 miliar variasi senjata. Angka ini jelas membuat penasaran, bagaimana mungkin jumlahnya bisa sedemikian besar?

Rahasia di Balik 30 Miliar Senjata

Informasi ini diungkapkan melalui wawancara Epic Games bersama Adam May, Direktur Seni Borderlands 4. Ia menjelaskan bahwa angka fantastis tersebut bukanlah hasil perkiraan sembarangan, melainkan lahir dari sistem desain senjata yang menggunakan metode Procedural Generation.

Dengan sistem ini, setiap senjata dibentuk dari kombinasi berbagai variabel—mulai dari pabrikan (manufaktur) pembuat, tipe peluru, hingga ragam attachment. Kombinasi inilah yang memungkinkan jumlah variasi senjata melonjak drastis.

Adam May menyebutkan bahwa Borderlands 4 memiliki sekitar delapan pabrikan senjata, lima jenis utama tipe senjata, serta ratusan attachment yang bisa dipasang. Sebagai contoh, sebuah pistol buatan pabrikan Jakobs akan dianggap berbeda jika memiliki aksesori seperti scope atau silencer yang bervariasi. Setiap perubahan kecil pada komponen tersebut menghasilkan senjata baru secara sistemik.

Jika semua kemungkinan itu dihitung, jumlahnya dengan mudah menembus angka 30 miliar variasi. Angka ini tentu jauh melampaui pencapaian pada seri sebelumnya.

Pendekatan Artistik dalam Desain Senjata

Adam May juga mengungkapkan sisi artistik dalam proses perancangan senjata. Menurutnya, pembuatan senjata di Borderlands 4 merupakan hasil kolaborasi erat antara tim desain mekanik dan tim artist. Tim desain mekanik memastikan bahwa setiap kombinasi senjata memiliki fungsi dan karakteristik unik, sedangkan tim artist bertanggung jawab memberikan identitas visual yang khas untuk tiap senjata.

Yang lebih menarik, Borderlands 4 memungkinkan penggabungan antara produsen dalam satu senjata. Artinya, pemain dapat menemukan senjata yang menggabungkan komponen dari dua manufaktur berbeda. Misalnya, sebuah shotgun buatan Maliwan dapat dilengkapi underbarrel milik Daedalus, menciptakan visual sekaligus performa yang unik.

Fitur ini bukan hanya memperkaya variasi senjata, tetapi juga memberikan kejutan dan rasa penasaran kepada pemain setiap kali mereka menemukan senjata baru di dunia game.

Tanggal Rilis dan Platform

Bagi para penggemar yang sudah lama menantikan pengalaman baru ini, Borderlands 4 dijadwalkan meluncur pada 12 September 2025 untuk Xbox Series X|S dan PC.

Dengan total 30 miliar senjata, Borderlands 4 menyajikan pengalaman bermain yang sangat bervariasi dan penuh kejutan. Gamer bisa berharap untuk menemukan kombinasi senjata yang belum pernah ada sebelumnya, menjadikan setiap sesi permainan terasa unik dan tidak terduplikasi. Baca berita lain di sini.

Borderlands 4 Akan Hadirkan

iOS 26 Beta 6 Memperkenalkan AirPods Sebagai Penerjemah 

Apple secara resmi meluncurkan iOS 26 Beta 6 dengan inovasi menarik di area komunikasi multibahasa. Dalam pembaruan ini, raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu memperkenalkan fitur Live Translation yang memungkinkan AirPods berfungsi sebagai penerjemah percakapan secara langsung.

Cara menggunakannya pun cukup sederhana. Pengguna hanya perlu menekan kedua batang AirPods secara bersamaan, lalu hasil terjemahan akan langsung muncul di perangkat iPhone atau iPad yang terhubung. Inovasi ini diharapkan mampu mempermudah interaksi dengan orang dari berbagai negara, khususnya dalam aktivitas sosial sehari-hari.

Pada tahap awal, fitur ini mendukung empat bahasa internasional yaitu Inggris, Portugis, Prancis, dan Jerman. Namun, ada batasan perangkat yang dapat menggunakannya. Apple mengonfirmasi bahwa saat ini Live Translation hanya dapat diakses melalui AirPods Pro Generasi ke-2 dan AirPods Generasi ke-4. Untuk ketersediaan di Indonesia, perusahaan masih belum memberikan jadwal resmi.

Pembaruan Lain di iOS 26 Beta 5 dan Beta 6

Sebelum meluncurkan Beta 6, Apple sudah memperkenalkan iOS 26 Beta 5 yang memiliki banyak pembaruan penting. Terdapat dua tipe rilis: versi pengembang yang menerima fitur lebih awal, dan versi publik yang umumnya tertinggal sekitar seminggu.

Beberapa peningkatan di Beta 5 antara lain:

  • Animasi baru untuk Layar Kunci, Face ID, dan Touch ID dengan efek memantul.
  • Splash Screen saat membuka aplikasi.
  • Penyesuaian desain Liquid Glass yang kini lebih berkilau, transparan, dan memiliki kedalaman efek.
  • Tombol khusus untuk mengubah mode kamera dari tampilan modern ke tampilan tradisional.
  • Kembalinya fitur “Select” di aplikasi email untuk memilih beberapa pesan sekaligus.
  • Desain ikon AirDrop baru dengan tema Liquid Glass.
  • Menu bar tetap terlihat saat iPad terhubung ke monitor eksternal untuk mempermudah navigasi.
  • Notifikasi di Dynamic Island yang lebih mencolok saat sisa baterai 20%.
  • Ekspansi Pembaruan di Ekosistem Apple
  • Pembaruan tidak hanya terbatas pada iOS. Apple juga meluncurkan versi beta untuk sistem operasi lain, termasuk watchOS 26 Beta 5, macOS Tahoe 26 Beta 5, tvOS 26 Beta 5, dan visionOS 26 Beta 5.

Di watchOS 26 Beta 5, terdapat fitur Wrist Flick, Workout Buddy, panduan untuk Watch Face, peningkatan Smart Replies, aplikasi Notes, dan desain Liquid Glass yang baru.

Untuk macOS Tahoe 26 Beta 5, pembaruan meliputi Liquid Glass, Aktivitas Langsung, riwayat papan klip, Terjemahan Langsung di aplikasi Pesan, serta FaceTime untuk panggilan telepon.

Di sisi lain, tvOS 26 Beta 5 menyuguhkan desain Liquid Glass, pembaruan untuk aplikasi TV, mode karaoke dari iPhone, serta peningkatan pada fitur FaceTime.

VisionOS 26 Beta 5 juga menarik dengan hadirnya Spatial Widgets, Personas, dukungan kamera 180° dan 360° untuk Insta360, GoPro, PSVR 2, serta desain lingkungan Jupiter yang lebih rinci.

Penutup

Meski semua fitur ini masih dalam tahap beta, inovasi yang dihadirkan Apple — terutama kemampuan AirPods menjadi asisten penerjemah — menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam menghadirkan pengalaman teknologi yang lebih intuitif dan terintegrasi di seluruh ekosistemnya. Pengguna hanya perlu menunggu waktu hingga pembaruan ini resmi diluncurkan secara global. Baca berita lain di sini.

OS 26 Beta 6

3 Proyek Kripto Presale yang Layak Dipertimbangkan di 2025

Bagi investor aset digital, 3 proyek kripto presale kripto sering menjadi pintu masuk strategis untuk mendapatkan token dengan harga jauh lebih murah sebelum diluncurkan ke publik. Akan tetapi, mencari proyek presale yang benar-benar memiliki potensi cerah tidaklah gampang.

3 proyek kripto presale sendiri adalah tahap awal penjualan token di mana koin ditawarkan kepada investor awal sebelum tersedia di pasar umum. Peserta presale biasanya mendapatkan harga lebih rendah, akses ke fitur eksklusif, serta potensi imbal hasil lebih tinggi ketika proyek mulai diperdagangkan secara luas.

Berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber, berikut tiga proyek kripto baru yang sedang menjalani presale dan dinilai menarik untuk dicermati:

1. Pepe Unchained

Token Pepe kini tidak hanya sekadar meme. Tujuannya adalah mengatasi hambatan di Ethereum Layer 1, memangkas biaya transaksi, dan memberikan peluang pendapatan pasif lebih besar bagi investor.

Menariknya, sistem staking di Pepe Unchained menawarkan imbal hasil hingga 4.589% APY. Berdasarkan tokenomik, distribusi koin meliputi 20% untuk presale, 30% staking, 20% pemasaran, serta 10% untuk likuiditas, pengembangan, dan infrastruktur Layer 2. Saat ini, proyek ini juga sedang menjalani audit Solid Proof oleh Coinslut untuk menjamin keamanan dan transparansi.

2. WienerAI

Proyek WienerAI ($WAI) memadukan unsur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), karakter meme anjing, dan tema unik sosis. Token ini dibangun di jaringan Ethereum dengan standar ERC20, yang memungkinkan pembaruan modular secara berkala.

Pada tahap presale, harga WienerAI ditawarkan sebesar US$0,0007 per token dan sudah dapat di-stake. Tokenomiknya mengalokasikan 30% untuk presale, 20% staking, 20% imbalan komunitas, 10% likuiditas, dan 20% untuk pemasaran.

3. Playdoge

Playdoge menggabungkan konsep Play-to-Earn (P2E) dengan nostalgia permainan lawas Tamagotchi. Setiap kali Anda bermain, Anda tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga berpeluang besar untuk mendapatkan imbalan.. Berbeda dari dua proyek sebelumnya, Playdoge dibangun di jaringan BNB Chain, yang dikenal kaya fitur dan cocok untuk implementasi P2E.

Dalam tokenomiknya, 30% pasokan dialokasikan untuk presale, sisanya untuk likuiditas, pemasaran, pengembangan, dan imbalan staking. Harga presale saat ini adalah US$0,005 per token dengan sistem bertahap, di mana harga meningkat setiap tahap baru dimulai.

Mengapa Presale Menarik?

Presale kripto bukan hanya menawarkan harga rendah, tetapi juga memberi peluang bagi investor untuk menjadi bagian awal komunitas proyek. Manfaat lainnya mencakup akses fitur eksklusif, potensi imbal hasil staking yang lebih tinggi, dan ketersediaan token dalam jumlah besar sebelum dipasarkan.

Bagi pengembang, presale menjadi cara efektif untuk mengumpulkan modal awal, membangun komunitas, dan menguji minat pasar sebelum peluncuran resmi.

Pentingnya Riset Mandiri

Meski terlihat menggiurkan, tidak semua proyek presale bertahan lama atau berhasil mencapai targetnya. Memahami proyek, tim di baliknya, dan potensi pasarnya adalah benteng pertahanan terbaik Anda dari kerugian.

Beberapa langkah penting antara lain:

> Membaca whitepaper, roadmap, visi-misi, dan strategi pengembangan proyek.

> Mengecek profil tim pengembang untuk mengetahui reputasi dan legalitasnya.

> Kredibilitas sebuah proyek kripto sangat ditentukan oleh keamanannya.

> Mengerti tentang tokenomik, mencakup distribusi dana, strategi listing di bursa, serta cara pembakaran token yang dapat berdampak pada nilai di kemudian hari.

Selain itu, investor sebaiknya memahami tren teknologi terkini seperti DeFi, Layer 2, Web3, AI, dan P2E, karena banyak proyek baru yang mengusung inovasi tersebut.

Risiko yang Harus Diwaspadai

Sama seperti instrumen investasi lainnya, kripto memiliki risiko. Pada tahap presale, kegagalan proyek bisa terjadi akibat rendahnya minat pasar, kekurangan dana, atau kendala teknis yang menghambat realisasi roadmap.

Harga token memang cenderung meningkat seiring tahapan presale dan saat listing di bursa, namun tidak ada jaminan hal tersebut selalu terjadi. Investor yang masuk di awal bisa meraih keuntungan besar, tetapi juga berisiko mengalami kerugian jika proyek tidak berkembang sesuai rencana.

Presale kripto memberikan kesempatan menarik bagi investor untuk mendapatkan token dengan harga rendah dan keuntungan eksklusif lainnya. Namun, kunci keberhasilan investasi di tahap ini adalah riset mendalam dan pemilihan proyek yang solid.

Pepe Unchained, WienerAI, dan Playdoge adalah tiga contoh proyek yang saat ini menarik perhatian pasar, tetapi setiap keputusan investasi tetap harus disesuaikan dengan profil risiko dan strategi masing-masing investor. Baca berita lain di sini.

Gemini AI 2025 Panduan Lengkap Cara Pakai dan Fitur Terbaru

Google Gemini AI 2025, yang sebelumnya dikenal sebagai Bard AI, kini menjadi salah satu layanan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) paling populer di dunia. Menggabungkan teknologi pemrosesan bahasa alami (natural language processing) dan pembelajaran mesin (machine learning), Gemini AI dirancang untuk meniru percakapan manusia secara alami sekaligus memberikan jawaban yang relevan dan akurat.

Keunggulan utama layanan ini adalah kemampuannya membantu pengguna dalam berbagai aktivitas—mulai dari menjawab pertanyaan, memberikan rekomendasi, menerjemahkan bahasa, hingga menghasilkan konten kreatif seperti artikel, ide kampanye, atau bahkan skrip video. Semua itu bisa diakses secara gratis melalui tampilan antarmuka yang ramah pengguna (user-friendly).

Panduan Menggunakan Google Gemini AI

Meski namanya semakin populer, ternyata masih banyak orang yang belum mengetahui cara memanfaatkan layanan ini secara optimal. Padahal, langkah-langkah menggunakannya cukup sederhana, bahkan untuk pemula sekalipun.

1. Akses Laman Resmi Gemini

Buka peramban (browser) dan kunjungi situs resmi di https://gemini.google.com/. Dari sini, Anda dapat langsung mengakses chatbot Gemini AI.

2. Login Menggunakan Akun Google

Masuklah dengan akun Google yang dimiliki. Sistem akan otomatis mengenali akun yang sudah terhubung dengan perangkat, sehingga proses masuk berjalan cepat.

3. Mulai Berinteraksi

Setelah sukses masuk, Anda bisa segera memasukkan pertanyaan atau perintah (prompt). Misalnya, tulis: “Apa bukti ilmiah bahwa bumi berbentuk bulat?” lalu tekan enter.

4. Terima Jawaban Relevan

Gemini AI akan memproses pertanyaan Anda dan memberikan jawaban yang terstruktur, lengkap dengan referensi atau data pendukung. Jawaban ini dapat berupa teks, tautan, gambar, atau kombinasi beberapa format sesuai kebutuhan.

Fitur-Fitur Unggulan Google Gemini AI 2025

Google terus memperbaiki kemampuan Gemini AI dengan berbagai fitur baru yang bertujuan untuk meningkatkan interaksi dan efisiensi pengguna. Berikut beberapa fitur andalannya:

1. Koneksi Lintas Layanan Google

Dengan Gemini AI, batasan antar aplikasi Google menghilang. Ia bekerja secara terpadu di balik layar Gmail, Google Docs, Google Sheets, YouTube, dan Maps untuk membantu Anda menyelesaikan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari dengan lebih efisien. Dengan cara ini, Anda bisa langsung mengakses rute, mengatur dokumen, atau mencari video tanpa perlu beralih platform.

2. Dukungan Multi-Bahasa

Tidak perlu menguasai bahasa Inggris untuk mengoperasikan Gemini AI. Layanan ini mendukung sedikitnya 40 bahasa termasuk bahasa Indonesia, Jepang, Korea, Spanyol, dan Portugis, sehingga mudah diakses oleh pengguna global.

3. Analisis Gambar Cerdas

Berkat integrasi dengan Google Lens, Gemini AI mampu menganalisis gambar secara detail. Misalnya, Anda bisa mengunggah foto bunga dan langsung mendapatkan informasi tentang nama spesies, lokasi tumbuh, hingga tips perawatannya.

4. Generator Gambar

Fitur pembuatan gambar memungkinkan pengguna menciptakan gambar berdasar deskripsi teks yang diberikan. Misalnya, ketik perintah “ilustrasi kota futuristik di malam hari” dan Gemini AI akan menghasilkan gambar sesuai permintaan.

5. Interaksi Suara

Lupakan jari-jemari yang lelah. Gemini AI kini dilengkapi fitur perintah suara yang memungkinkan Anda mengendalikan semua fungsi hanya dengan berbicara.. Anda bisa berbicara langsung, dan chatbot akan memberikan jawaban dalam bentuk suara yang dapat dipilih sesuai preferensi.

Manfaat dan Potensi Penggunaan

Platform ini membantu para pengusaha membuat keputusan cepat, pengajar merancang kurikulum yang interaktif, dan kreator konten menghasilkan ide-ide inovatif yang memukau audiens. Pengusaha bisa menggunakannya untuk riset pasar, penulisan naskah promosi, atau analisis data sederhana. Guru dan dosen dapat memanfaatkannya untuk membuat materi pembelajaran, sedangkan kreator konten bisa mendapatkan ide segar untuk video, artikel, maupun podcast.

Keunggulan lain yang membuatnya menarik adalah akses gratis untuk sebagian besar fitur, meski kemungkinan ke depan Google akan menyediakan opsi premium dengan kemampuan yang lebih canggih.

Lupakan chatbot biasa, sambut Google Gemini AI 2025. Teknologi ini hadir sebagai asisten digital multifungsi yang siap mempermudah segala tugas Anda, mengubah cara Anda berinteraksi dengan dunia digital. Dengan cara penggunaan yang mudah, fitur yang beragam, serta dukungan multi-bahasa dan konektivitas lintas layanan Google, teknologi ini berpotensi menjadi bagian dari rutinitas digital masyarakat modern. Baca berita lain di sini.